Thursday, August 17, 2017

√ One-Shot Case Study, One Group Pretest-Posttest Design, Intact-Group Comparison

AsikBelajar.Com | Artikel yang akan kita bahas ini ialah belahan dari penelitian eksperimen yaitu pre-Experimental design (Nondesign) yang terdiri dari:


a. One-Shot Case Study

Paradigma dalam penelitian eksperimen model ini sanggup digambarkan sbb:


 Artikel yang akan kita bahas ini ialah belahan dari penelitian eksperimen yaitu pre √ One-Shot Case Study, One Group Pretest-Posttest Design, Intact-Group ComparisonKet:

X=treatment yang diberikan (variabel independen)

O=Observasi (variabel dependent).


Model eksperimen sanggup dibaca sebagai berikut: terdapat suatu kelompok diberi treatment/perlakuan, dan selanjutnya diobservasi alhasil (treatment ialah sebagai variabel independen, dan hasil ialah sebagai variabel dependen).


Contoh:

Pengaruh alat kerja gres diklat (X) terhadap produktivitas kerja karyawan (0).


Terdapat kelompok pegawai yang memakai alat kerja gres kemudian sesudah bulan diukur produktivitas kerjanya. Pengaruh alat kerja gres terhadap produktivitas kerja diukur dengan membandingkan produktivitas sebelum memakai alat gres dengan produktivitas sesudah memakai alat gres (misalnya selalu memakai alat gres produktivitasnya l50/jam dan sesudah memakai alat gres produktivitasnya 500/jam. Makara dampak alat gres ialah 500 – 150 = 350/jam.


b. One-Group Pretest-Posttest Design

Kalau pada desain no. a, tidak ada pretest, maka pada desain ini terdapat pretest, sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan sanggup diketahui lebih akurat, sebab sanggup membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. Desain ini sanggup di gambarkan ibarat berikut:


 Artikel yang akan kita bahas ini ialah belahan dari penelitian eksperimen yaitu pre √ One-Shot Case Study, One Group Pretest-Posttest Design, Intact-Group ComparisonKet:

O1=nilai pretest (sebelum diberi diklat)

O2=nilai posttest (setelah diberi diklat)


Pengaruh diklat terhadap prestasi kerja pegawai = (O2 – O1).


c. Intact-Group Comparison

Pada desain ini terdapat satu kelompok yang dipakai untuk penelitian, tetapi dibagi dua, yaitu setengah kelompok untuk eksperimen (yang diberi perlakuan) dan setengah untuk kelompok kontrol (yang tidak diberi perlakuan). Paradigma penelitiannya sanggup digambarkan sebagai berikut.


 Artikel yang akan kita bahas ini ialah belahan dari penelitian eksperimen yaitu pre √ One-Shot Case Study, One Group Pretest-Posttest Design, Intact-Group Comparison


Ket:

O1=hasil pengukuran setengah kelompok yang diberi perlakuan

O2=hasil pengukuran setengah kelompok yang tidak diberi perlakuan.


Pengaruh perlakukan = O1 – O2


Contoh:

Terdapat sekelompok karyawan di bidang produksi, yang setengah dalam melakukan pekerjaannya memakai lampu yang sangat terperinci (01), dan setengahnya lagi dengan lampu yang kurang terperinci (02). Setelah beberapa ahad diukur produktivitas kerjanya. Kelompok mana yang lebih produktif. Makara dampak cahaya lampu terhadap produktivitas kerja ialah (01 – 02).


Seperti telah dikemukakan bahwa, ketiga bentuk desain pre-experimen itu jika diterapkan untuk penelitian, akan banyak variabel-variabel luar yang masih kuat dan sulit dikontrol. sehingga Validitas internal penelitian menjadi rendah.


Sumber:

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Hal. 112-113.



Sumber https://www.asikbelajar.com