Saturday, August 19, 2017

√ Bentuk-Bentuk Hipotesis Berdasarkan Sugiyono

AsikBelajar.Com | Bentuk-bentuk hipotesis penelitian sangat terkait dengan rumusan duduk kasus penelitian. Bila dilihat dari tingkat eksplanasinya, maka bentuk rumusan duduk kasus penelitian ada tiga yaitu: rumusan duduk kasus deskriptif (variabel mandiri), komparatif (perbandingan) dan asosiatif (hubungan). Oleh sebab itu, bentuk hipotesis penelitian juga ada tiga yaitu hipotesis deskriptif komparatif, dan asosiatif/hubungan.


Hipotesis deskriptif, yaitu balasan sementara terhadap rumusan duduk kasus deskriptif; hipotesis komparatif merupakan balasan sementara terhadap duduk kasus komparatif; dan hipotesis asosiatif yaitu merupakan balasan sementara terhadap duduk kasus asosiatif/hubungan. Pada butir 2 berikut akan diberikan pola judul penelitian, rumusan masalah, dan rumusan hipotesis. Rumusan hipotesis deskriptif, lebih didasarkan pada pengamatan pendahuluan terhadap obyek yang diteliti.


a. Hipotesis Deskriptif

Hipotesis deskriptif merupakan balasan sementara terhadap duduk kasus deskriptif, yaitu yang berkenaan dengan variabel mandiri.


Contoh:

1) Rumusan Masalah Deskriptif

a) Berapa daya tahan lampu pijar brand X?

b) Seberapa tinggi semangat kerja karyawan di PT. Y?


2) Hipotesis Deskriptif

Daya tahan lampu pijar brand X = 600 jam (Ho). Ini merupakan hipotesis nol, sebab daya tahan lampu yang ada pada sampel diperlukan tidak berbeda secara signiflkan dengan daya tahan lampu yang ada pada populasi.


Hipotesis alternatifnya adalah: Daya tahan lampu pijar brand X tidak sama 600 jam. “Tidak sama dengan” ini sanggup berarti lebih besar atau lebih kecil dari 600 jam.

3) Hipotesis Statistik (hanya ada jikalau menurut data sampel)

Ho : µ = 600

Ha : µ ≠ 600


µ : Adalah nilai rata-rata populasi yang dihipotesiskan atau ditaksir melalui sampel


Untuk rumusan duduk kasus no. 2) hipotesis nolnya sanggup berbentuk demikian:


a) Semangat kerja karyawan di PT X = 75% dari kriteria ideal yang ditetapkan.

b) Semangat kerja karyawan di PT X paling sedikit 60% dari kriteria ideal yang ditetapkan (paling sedikit itu berarti lebih besar atau sama dengan ≥ ).

c) Semangat kerja karyawan di PT X paling banyak 60% dari kriteria ideal yang ditetapkan (paling banyak itu berarti lebih kecil atau sama dengan C ).


Dalam kenyataan hipotesis yang diajukan salah satu saja, dan hipotesis mana yang dipilih tergantung pada teori dan pengamatan pendahuluan yang dilakukan pada obyek. Hipotesis alternatifnya masing-masing adalah:


a) Semangat kerja karyawan di PT X ≠ 75%

b) Semangat kerja karyawan di PT X < 75%

c) Semangat kerja karyawan di PT X > 75%


Hipotesis statistik yaitu (hanya ada jikalau menurut data sampel).


a) Ho : ρ = 75%

Ha : ρ ≠ 75%


b) Ho : ρ ≥ 75%

Ha : ρ < 75%


c) Ho : ρ ≤ 75%

Ha : ρ > 75%


Cat: ρ = hipotesis berbentuk persentase.


Teknik statistik yang dipakai untuk menguji ketiga hipotesis tersebut tidak sama. Cara-cara pengujian hipotesis akan dilanjutkan pada analisis data.


b. Hipotesis Komparatif

Hipotesis komparatif merupakan balasan sementara terhadap rumusan duduk kasus komparatif. Pada rumusan ini variabelnya sama tetapi populasi atau sampelnya yang berbeda, atau keadaan itu terjadi pada waktu yang berbeda.


Contoh:

1) Rumusan Masalah Komparatif

Bagaimanakah produktivitas kerja karyawan PT X jikalau dibandingkan dengan PT Y?


2) Hipotesis komparatif

Berdasarkan rumusan duduk kasus komparatif tersebut sanggup dikemukakan tiga model hipotesis nol dan alternatif sebagai berikut:


Hipotesis Nol:

1) Ho: Tidak terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan di PT X dan PT Y; atau terdapat persamaan produktivitas kerja antara karyawan PT X dan Y, atau


2) Ho: Produktivitas karyawan PT X lebih besar atau sama dengan (≥) PT Y (“lebih besar atau sama dengan)” = paling sedikit).


3) Ho: Produktivitas karyawan PT X lebih kecil atau sama dengan (≤) PT Y (“lebih kecil atau sama dengan” = paling besar).


Hipotesis Alternatif:

1) Ha: Produktivitas kerja karyawan PT X lebih besar (atau lebih kecil) dari karyawan PT Y.

2) Ha: Produktivitas karyawan PT X lebih kecil dari pada (<) PT Y. 3) Ha: Produktivitas karyawan PT X lebih besar daripada (≥) PT Y.


3) Hipotesis Statistik sanggup dirumuskan sebagai berikut:


1) Ho : µ1 = µ2

Ha : µ1 ≠ µ2


2) Ho : µ1 ≥ µ2

Ha : µ1 < µ2


3) Ho : µ1 ≤ µ2

Ha : µ1 > µ2


Cat:

µ1 = rata-rata (populasi) produktivitas karyawan PT.X

µ2 = rata-rata (populasi) produktivitas karyawan PT. Y


c. Hipatesis Asosiatif

Hipotesis asosiatif yaitu balasan sementara terhadap rumusan duduk kasus asosiatif, yaitu yang menanyakan korelasi antara dua variabel atau lebih.


1) Rumusan Masalah Asosiatif

Adakah korelasi yang signifikan antara tinggi tubuh dengan barang yang terjual.


2) Hipotesis Penelitian:

Terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara tinggi tubuh pelayan toko dengan barang yang terjual.


3) Hipotesis Statistik

Ho : ρ = 0, 0 berarti tidak ada hubungan.

Ha : ρ ≠ 0 , “tidak sama dengan nol” berarti lebih besar atau kurang (-) dari nol berarti ada hubungan,

ρ = nilai korelasi dalam formulasi yang dihipotesiskan.


Sumber:

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Hal. 102-106.



Sumber https://www.asikbelajar.com