Thursday, December 14, 2017

√ Stasiun Tugu Yogyakarta, Misteri Perempuan Bertubuh Harimau Yang Meminta Tumbal


Stasiun Tugu Yogyakarta atau juga disebut Stasiun Yogyakarta merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe A terletak di Kota Yogyakarta. Stasiun yang diresmikan pada tahun 1887 ini termasuk stasiun terbesar yang berada dalam pengelolaan PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VI Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta.





Terdapat satu cerita mistis yang menyelimuti Stasiun Tugu Yogyakarta ketika masa pembangunannya dulu. Awalnya lahan yang akan dipakai untuk pembangunan stasiun merupakan tempat hutan yang banyak ditumbuhi pohon beringin. Terdapat satu pohon beringin besar yang tidak sanggup ditumbangkan, masyakarakat setempat menyebutnya dengan Nyai Giri Kencono.





Nyai Giri Kencono merupakan sosok penguasa mistik yang digambarkan sebagai seorang perempuan dengan tubuh harimau. Nyai Giri Kencono ketika masa pembangunan stasiun meminta tumbal berupa kepala kerbau serta kepala dan jari manusia. Kepala kerbau ditanam di lahan yang akan dipakai pada sebuah upacara simbolik. Sedangkan jari dan kepala insan dipilih secara eksklusif oleh sosok mistik tersebut.





Semua tumbal insan yang dipilih yaitu pribumi yang dipekerjakan oleh pihak Kolonial Belanda untuk membangun Stasiun Tugu Yogykarta. Sedikit berbeda dan aneh, prosesi penumbalan dilakukan secara sedikit demi sedikit dengan satu korban setiap bulannya.





Penumbalan pertama terjadi pada 18 Februari 1886 dimana seorang pekerja mendadak jatuh ketika memasang tembok. Kepalanya terbentuk materi material sampai tewas di tempat. Seorang mandor kemudian melaksanakan prosesi ritual penumbalan dengan memenggal kepalanya dengan kapak. Kepala kemudian dibungkus dengan kain hitam di atas baki bambu lengkap dengan bunga-bunga ubo rampe. Setelah prosesi ritual penumbalan selesai, kepala tersebut ditanam di bawah tegel pintu masuk (pintu dalam atau bangunan lama).





23 Maret 1886, penumbalan kedua terjadi dengan mengerikan. Salah seorang pekerja lembur tiba-tiba kerasukan siluman kera. Pekerja yang kesurupan terus berlari menuju peron selatan kemudian berhenti dan mengambil golok. Dengan sekuat tenaga sang pekerja tersebut memenggal kepalanya sendiri sampai kepalanya terjatuh pada sebuah lubang galian yang akan dibentuk pondasi. Prosesi ritual kedua sedikit berbeda, yang dibungkus kain hitam yaitu bab tubuh yang selanjutnya diguyur dengan darah ayam cemani. Tubuh dikuburkan berdekatan dengan bab kepala yang telah terpisah.





Penumbalan ketiga dan terakhir terjadi pada 07 April 1866 ketika seorang masinis mencoba lokomotif yang dipakai untuk mengangkut material bangunan. Ketika lokomotif berjalan mundur tiba-tiba menabrak seorang pekerja yang sedang memperbaiki rel. Bagian kepala pekerja terpenggal oleh roda lokomotif di peron utara. Kepala dibungkus dengan kain merah, sedangkan tubuh dibungkus kain kuning. Kepala kemudian ditanam di ruang dalam dan tubuh ditanam di peron utara jalur satu (sekarang jalur empat).





Cukup seram dan menciptakan ngeri. Bagi kau yang ingin tau dan ingin melihat eksklusif Stasiun Tugu Yogyakarta sanggup eksklusif saja menuju ke Kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Malioboro. Jika anda galau terkait transportasi dan fasilitas menuju Yogyakarta eksklusif saja cek ke halaman Phinemo Marketplace. Terdapat penawaran terbatas paket wisata ke Yogyakarta, cek kini sebelum kehabisan >> Paket Wisata Menarik Yogyakarta.



Sumber https://phinemo.com