Friday, March 30, 2018

√ 4 Kawasan Wisata Demak Yang Wajib Kau Kunjungi


Demak merupakan sebuah kota yang belum usang ini merayakan hari balasannya yang ke-516 tahun. Kota yang menerima julukan sebagai Kota Wali ini sangat bersahabat kaitannya dengan perkembangan sejarah Islam di nusantara. Demak mulanya yaitu sebuah Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yang didirikan oleh Raden Patah yang berasal dari Kerajaan Majapahit.





Dalam pendirian kerajaan Demak, Raden Patah dibantu oleh sembilan orang wali yang dikenal dengan walisongo. Walisongo yaitu sembilan tokoh yang mempunyai andil besar dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa. Menurut dongeng yang beredar, Demak menjadi salah satu kawasan berkumpulnya walisongo. Karena relasi sejarah inilah yang menciptakan Demak mempunyai begitu banyak benda-benda dan bangunan bersejarah peninggalan walisongo dan kerajaan Demak.





Bagi kau yang berniat berkunjung ke Demak, sempatkan sejenak untuk mampir empat kawasan berikut.





1. Masjid Agung Demak





Masjid Agung Demak merupakan bangunan cagar budaya yang masih terus dijaga kelestariannya sampai sekarang. Telah mengalami beberapa kali renovasi alasannya yaitu rusak oleh usia namun bentuk orisinil dari Masjid Agung Demak tetap dipertahankan. Letaknya berada di sentra Kota Demak, sempurna berada di depan alun-alun Demak menciptakan Masjid Agung Demak sangat gampang dijangkau.





Masjid Agung Demak mempunyai menara yang masih kokoh berdiri di depan pelatarannya. Menara ini dulunya difungsikan sebagai kawasan untuk mengumandangkan adzan dikala memasuki waktu sholat. Bedug, tiang penyangga masjid, dan hiasan keramik di Masjid Agung Demak masih orisinil dari zaman Kerajaan Demak dulu.





Masjid Agung Demak sampai kini masih terus difungsikan sebagai kawasan ibadah. Acara-acara besar keagamaan dan kebudayaan ibarat grebeg besar, haul akbar Raden Patah, serta tradisi tumpeng songo rutin digelar di kawasan ini.





Kompleks Masjid Agung Demak tidak hanya ada bangunan masjid dan menara saja. Di bab belakang terdapat kompleks pemakaman raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Demak, termasuk Raden Patah dan Pangeran Sabrang Lor. Selain itu di samping kanan terdapat museum Masjid Agung Demak yang berisi benda-benda peninggalan walisongo dan Kerajaan Demak.





3. Makam Sunan Kalijaga





Sunan Kalijaga merupakan salah seorang wali yang populer alasannya yaitu kemahirannya dalam memainkan wayang. Wayang menjadi media yang dipakai oleh Sunan Kalijaga dalam membuatkan Agama Islam di wilayah Demak dan sekitarnya. Penggunaan Wayang bertujuan supaya agama Islam lebih gampang diterima oleh masyarakat dikala itu,





Makam Sunan kalijaga berada di kadilangu, berjarak empat kilometer dari Masjid Agung Demak. Tempat ini selalu ramai oleh para peziarah dari banyak sekali kota di Indonesia. Makan Sunan Kalijaga berada di sebuah bangunan tungkub yang hanya dibuka dikala hari Jumat Pon, Pahing, dan Kliwon berdasarkan penanggalan jawa.





3. Makam Apung Syekh Mudzakkir





Makam apung Syekh Mudzakkir di Desa Tambaksari, Kecamatan Sayung, Demak. Dahulu Makam Syekh Mudzakkir berada di area pemakaman di Desa Tamkbaksari, namun dikala area ini terendam oleh banjir rob permanen enatah kenapa, Hanya makam dari Syekh Mudzakkir yang tidak tenggelam. Karena semakin meluasnya area yang terendam banjir rob menciptakan makam Syekh Mudzakkir solah terapung di tengah laut.





Makam apung ini tergolong destinasi wisata religi yang relatif baru. Walaupun demikian para peziarah selalu ramai mengunjungi kawasan ini. Saat hari libur nasional tiba kawasan ini akan semakin dipadati oleh para peziarah yang tiba dari banyak sekali kota.





4. Wisata Alam Hutan Mangrove Morosari





Masih berada di desa yang sama dengan Makam Syekh Mudzakkir terdapat hutan mangrove yang asri sanggup kau kunjungi. Disini kau sanggup menyusuri jalan yang terbuat dari papan-papan kayu untuk menyusuri rimbunnya hutan mangrove. Suasanya yang asri, tenang, dan jauh dari perkotaan sangat cocok untuk merileksasikan pikiranmu supaya kembali segar.



Sumber https://phinemo.com