Saturday, March 24, 2018

√ Kuil Angkor Wat Kamboja Dan Hubungannya Dengan Kerajaan Jawa


Jika anda penggemar film petualangan Tomb Rider yang dibintangi oleh Angelina Jolie niscaya sudah tak abnormal dengan candi kuno ini. Dalam salah satu sekuelnya, Tomb Rider mengambil latar di Angkor Wat yang merupakan sebuah kompleks candi kuno di Kamboja. Angkor Wat dibangun oleh Raja Khmer Suryawarman II pada awal periode ke-12 di Yasodharapura. Pembangunan Angkor Wat ditujukan sebagai daerah ibadah untuk Dewa Wisnu sekaligus daerah menyimpan debu mayat Raja Khmer Suryawarman II.





Angkor wat menempati lahan seluas 162,6 Ha dan menjadi simbol Negara Kamboja yang ditampilkan dalam bendera nasional. Angkor wat memadukan dua jenis arsitektur Candi Khmer yakni rancangan candi gunungan dan rancangan candi berserambi. Angkor wat merupakan lambang dari Gunung Meru (Khayangan Dewa-Dewi Hindu) yang dikelilingi tiga undak bangunan serambi persegi panjang dengan pagar luar sepanjang 3,6 km berikut parit dengan panjang lebih dari 5 km. Tengah candi terdapat lima menara yang menjulang tinggi dan membentuk tatanan quiquncia (tatanan lima objek yang menjadi lambang tapak dara).





Jika dilihat lebih secama, arsitektur angkor wat mirip arsitektur candi-candi kuno di Jawa mirip Borobudur dan Prambanan. Perbedaan angkor wat sanggup terlihat dari atap kerikil yang menghubungkan satu menara dengan menara lain. Para mahir beropini bila pembangunan angkor wat sangat dekat kaitannya dengan Dinasti Syailendra di Jawa yang menguasai Asia Tenggara pada periode ke-7 Masehi.





Berdasarkan buku Nusantara: Sejarah Indonesia yang ditulis Bernard H.M. Vlekke menjelaskan bahwa semenjak Dinasti Sanjaya berkuasa telah terjalin kerjasama dengan raja-raja funan di Kamboja. Anak Sanjaya yang berjulukan Wishnu atau Panangkarana menikah dengan seorang putri dari Kerajaan Funan di Kamboja. Dari ijab kabul tersebut lahir dua orang anak, anak bungsu yang berjulukan Shri Maharaja Shailendravamca menjadi raja paling berkuasa di Asia Tenggara. Shri Maharaja Shailendravamca inilah yang menerima gelah Syailendra dan mengawali pembangunanCandi Borobudur sesudah masuk Agama Budha Mahayana.





Penulis buku Asia Tenggara Masa Hindu Budha yakni George Coedes mengisahkan bahwa pada periode ke-8 Masehi, Raja Jayavarman II memimpin pelapasan Kerajaan Funan dari ikatan Kerajaan Jawa. Namun sebab dampak jawa yang begitu berpengaruh sampai menghipnotis gaya arsitektur candi-candi Kerajaan Funan di Kamboja.



Sumber https://phinemo.com