Tuesday, March 20, 2018

√ Sejarah Universitas Al-Azhar Di Mesir, Dari Masjid Sampai Menjadi Forum Pendidikan Tinggi Pertama Di Dunia


Universitas Al-Azhar didirikan pertama kali oleh Dinasti Fatimiah. Pada awal pembangunannya Universitas Al-Azhar hanyalah sebuah masjid biasa di Kota Kairo, Mesir. Masjid Al-Azhar dibangun pada tahun 970-972 Masehi. Penamaan Al-Azhar merujuk pada nama puteri Nabi Muhammad SAW yaitu Fatimah Az-Zahra.





Awal mula kelahiran Universitas Al-Azhar dimulai saat Khalifah Abu Al-Manshur Nizar Al-Aziz berhasil membawa Dinasti Fatimiah berada pada puncak kejayaannya (975-996 Masehi). Al-Aziz ialah khalifah kelima di Dinasti Fatimiah, dan menjadi khalifah pertama yang menduduki tempat Afrika Utara. Kejayaan Dinasti Fatimiah membuatnya menjadi kerajaan terbesar di tempat Mediterania Timur, bahkan mengalahkan Dinasti Abbasiyah kala itu. Dibawah kepemimpinan Al-Aziz, Masjid Al-Azhar mulai difungsikan sebagai tempat pengajaran Agama Islam menyerupai tafsir Al-Qur’an dan darul hikam.





Setelah Dinasti Fatimiah runtuh pada 1171 Masehi alasannya serangan Khalifah Salahudin Al-Ayyubi dari Dinasti Ayyubiyah, acara pengajaran di Masjid Al-Azhar sempat terhenti sementara. Kemudian pada masa pemerintahan Dinasti Mamelik tahun 1260 Masehi Masjid Al-Azhar lalu difungsikan kembali sebagai tempat pengajaran. Seiring berkembangannya tidak hanya ilmu agama Islam saja yang diajarkan, namun juga ilmu lain menyerupai matematika, kedokteran, psikologi, ekonomi, teknik, dan sebagainya.





Masjid Al-Azhar lalu mendapatkan status sebagai universitas dan merubah namanya menjadi Universitas Al-Azhar pada tahun 1930 Masehi. Universitas Al-Azhar lalu menerbitkan jurnal-jurnal ilmiah dan menambahkan beberapa disiplin ilmu gres ke dalam kurikulumnya. Pada tahun 1950 Universitas Al-Azhar hanya mempunyai tiga fakultas yaitu Fakultas Hukum Islam, Fakultas Usluhudin, dan Fakultas Bahasa Arab. Tahun 1961 Universitas Al-Azhar membuka fakultas gres diluar studi islam menyerupai Fakultas Kedokteran, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, dan masih banyak lagi.





Universitas Al-Azhar yang kini mempunyai sistem pendidikan yang sedikit berbeda. Tidak ada ketidakhadiran dan mahasiswa dibebaskan untuk menentukan dosen yang disukai. Selain itu wanita dan pria tidak diajar dalam satu kelas yang sama.



Sumber https://phinemo.com