AsikBelajar.Com | Sepanjang rentang kehidupannya, sejak dari masa kehamilan hingga meninggal, insan selalu mengalami perubahan, baik perubahan dalam bentuk fisik maupun kemampuan mental psikologis. Perubahan perubahan tersebut terus berlangsung alasannya ialah terjadi pertumbuhan dan perkembangan pada dirinya. Pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan insan merupakan dua sisi mata uang yang menunjukkan citra yang berbeda, tetapi merupakan dua hal yang tak terpisahkan, bahkan kadang dikacaukan pengertiannya. Secara umum, pertumbuhan dan perkembangan sanggup diartikan sebagai perubahan yang bersifat progresif dan terus menerus. Untuk mempermudah pemahaman terhadap dua istilah tersebut, perlu disepakati dahulu apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan apa pengertian perkembangan serta hubungan dari keduanya.
Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan yang bersifat kuantitatit yang mengacu pada jumlah, besar, serta luas yang bersifat aktual yang biasanya menyangkut ukuran dan struktur biologis. Pertumbuhan merupakan perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses kematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal dalam perjalanan waktu tertentu. Hasil pertumbuhan berupa bertambahnya ukuran kuantitatif dari fisik anak menyerupai tinggi dan berat badan, kekuatan, ataupun proporsi sehingga secara ringkas pertumbuhan ialah proses perubahan dan kematangan fisik yang menyangkut perubahan ukuran atau perbandingan.
Perkembangan ialah proses perubahan kualitatif yang mengacu pada kualitas fungsi organ-organ jasmaniah dan bukan pada organ jasmani tersebut sehingga pemfokusan arti perkembangan terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis yang termanifestasi pada kemampuan organ fisiologis. Proses perkembangan akan berlangsung sepanjang kehidupan manusia, sedangkan proses pertumbuhan seringkali akan berhenti bila seseorang telah mencapai kematangan fisik.
Meskipun antara pertumbuhan dan perkembangan mempunyai perbedaan pengertian, tetapi selalu harus dipahami bahwa antara keduanya merupakan proses yang saling tergantung dan saling mempengaruhi. Misalnya, saat membahas perkembangan kecerdasan anak tidak akan sanggup terlepas; dari pembahasan perihal berfungsinya sel-sel otak sebagai faktor fisiologis yang menunjang manifestasi kecerdasan itu sendiri. Pertumbuhan dan perkembangan insan mengikuti teladan yang bersifat umum, tetapi irama dang tempo perkembangan bersifat individual. lrama pertumbuhan dan perkembangan menyangkut urutan dari kemampuan spesifik seseorang termasuk? sikap dalam mendapatkan perubahan tersebut, sedangkan tempo perkembangan menyangkut waktu atau satuan waktu untuk memperoleh perubahan.
Kata perkembangan seringkali digandengkan dengan pertumbuhan dan kematangan. Ketiganya memang mempunyai hubungan yang sangat erat. Pertumbuhan dan perkembangan intinya ialah perubahan, perubahan menuju ke tahap yang lebih tinggi atau lebih baik. Terdapat beberapa perbedaan antara pertumbuhan dengan perkembangan. Pertumbuhan lebih banyak berkenaan dengan aspek-aspek jasmaniah atau fisik, sedangkan perkembangan berafiliasi dengan aspek-aspek psikis atau rohaniah. Pertumbuhan menunjukkan perubahan atau penambahan secara kuantitas, yaitu penambahan dalam ukuran besar atau tinggi, sedangkan perkembangan berkenaan dengan peningkatan kualitas, yaitu peningkatan dan penyempurnaan fungsi. Dengan demikian, sanggup disimpulkan bahwa pertumbuhan berkenaan dengan penyempurnaan struktur, sedangkan perkembangan dengan penyempurnaan fungsi.
Baik pada pertumbuhan maupun pada perkembangan tersangkut pula duduk kasus kematangan yang merupakan masa yang terbaik bagi berfungsinya atau berkembangnya aspek-aspek kepribadian tertentu dengan cepat. Misalnya, usia satu tahun merupakan masa kematangan bagi bayi untuk berjalan, usia enam tahun bagi kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Terdapat perbedaan kedudukan kematangan tersebut dalam pertumbuhan dengan perkembangan. Suatu pertumbuhan aspek tertentu akan berakhir apabila telah mencapai tingkat kematangannya, sedangkan perkembangan terus berlangsung hingga selesai hidupnya. Perkembangan berisi suatu rentetan masa-masa kematangan. Dalam uraian selanjutnya, kedua istilah tersebut akan memakai satu istilah saja, yaitu perkembangan yang didalamnya juga tersangkut makna kematangan.
Susilo Windradini (1995:2) menyatakan bahwa proses pertumbuhan dan perkembangan harus berjalan seiring dan merupakan proses yang tidak bangun sendiri tetapi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu (1) hereditas, (2) lingkungan, (3) kematangan fisik dan psikis (4) serta acara anak sebagai subjek bebas yang punya otoritas untuk menciptakan pilihan, menerima, atau menolak, serta mempunyai emosi.
Perubahan dalam perkembangan bertujuan untuk memungkinkan orang beradaptasi dengan lingkungan di mana ia hidup. Irama dan tempo perkembangan insan yang tidak sama antara insan yang satu dengan yang lain tersebut sering menimbulkan ketidakseimbangan antara pertumbuhan dengan perkembangan yang pada gilirannya sering menimbulkan tidak tercapainya penyesuaian yang serasi dengan lingkungan atau orang-orang di sekitarnya. Faktor-faktor yang mensugesti sikap seseorang atau sekelompok orang terhadap perubahan dalam perkembangan adalah:
1) penampilan diri
Perubahan yang sanggup meningkatkan tampilan diri akan cenderung di terima dan diulangi lagi, sedangkan perubahan-perubahan yang sanggup mengurangi penampilan akan ditolak atau berusaha untuk ditutupi.
2) Perilaku
Perubahan sikap memalukan menyerupai yang terjadi pada masa pubertas dan usia lanjut akan kuat pada perkembangan sikap selanjutnya.
3) Stereotip Budaya
Dari banyak sekali media, orang mempelajari stereotip budaya yang seringkali dikaitkan dengan ciri khas insan pada tahap perkembangan tertentu. Stereotip budaya tersebut digunakan untuk menilai orang lain dalam usia tertentu atau pada tahapan perkembangan tertentu.
4) Nilai-nilai Budaya
Setiap budaya mempunyai nilai yang dikaitkan dengan usia-usia yang berbeda. Hal tersebut akan mensugesti penyikapan masyarakat terhadap kelompok usia tertentu lebih menyenangkan atau meremehkan dibandingkan sikap terhadap usia lainnya.
5) Perubahan Peranan
Sikap terhadap orang dari banyak sekali usia dipengaruhi oleh tugas yang mereka mainkan. Adakalanya berupa sikap yang lebih baik atau sebaliknya, contohnya sikap terhadap lanjut usia yang memasuki masa pensiun.
6) Pengalaman Pribadi
Pengalaman pribadi mempunyai imbas yang besar terhadap sikap individu dalam menghadapi perubahan dalam perkembangan. Kewenangan dan kewibawaan sanggup dipertajam dari pengalaman yang pernah diperoleh. Oleh alasannya ialah itu, orang akan cenderung meninggalkan pengalaman yang menimbulkan mereka menjadi diremehkan.
Sumber:
Dra.Hj.Sitti Hartinah DS, MM. 2011. Pengembangan Peserta Didik. Bandung: PT Refika Aditama. Hal. 23-26.
Sumber https://www.asikbelajar.com