Wednesday, August 9, 2017

√ Prinsip-Prinsip Perkembangan Manusia

AsikBelajar.Com |  Gambaran wacana referensi perkembangan secara tepat akan sanggup digunakan sebagai dasar untuk memahami anak-anak, sekaligus mempunyai nilai ilmiah yang bersifat praktis, yaitu:

1) Pengetahuan wacana referensi perkembangan akan membantu mengetahui apa yang dibutuhkan dari anak pada usia tertentu dan pada usia berapa akan muncul referensi sikap tertentu, serta kapan referensi tersebut akan diganti oleh referensi yang lain.

2) Pengetahuan wacana apa yang dibutuhkan dari anak pada usia tertentu memungkinkan disusunnya pedoman dalam bentuk skala tinggi dan berat badan, skala usia mental, dan skala perkembangan sosial atau emosional.

3) Berhasilnya suatu perkembangan membutuhkan bimbingan dan pembinaan. Oleh alasannya itu, pengetahuan wacana referensi perkembangan memungkinkan orang untuk sanggup membimbing proses berguru anak pada waktu yang tepat, yaitu pada masa peka yang merupakan masa paling tepat untuk berkembangnya kemampuan tertentu.

4) Pengetahuan wacana referensi normal dalam tahapan perkembangan tertentu sanggup digunakan sebagai dongeng untuk mengenali secara dini perkembangan anak yang mungkin menyimpang dari referensi umum.


Untuk lebih memahami perkembangan insan secara menyeluruh periu dilandasi dengan adanya pengetahuan wacana fakta dasar yang berafiliasi dengan perkembangan yang sering disebut dengan prinsipprinsip perkembangan. Prinsip perkembangan tersebut menunjuk adanya beberapa pemikiran yang periu dipedomani dalam perjuangan memahami perkembangan.


Hurlock (1997: 29) menjelaskan bahwa prinsip-prinsip perkembangan tersebut meliputi:

1) Perkembangan Melibatkan Adanya Perubahan: Perkembangan selalu ditandai adanya perubahan yang bersifat progresif yang bertujuan supaya insan sanggup mengikuti keadaan dengan tuntutan lingkungan dengan cara realisasi diri dan pencapaian kemampuan genetik alasannya pertumbuhan dan perkembangan merupakan istilah yang tidak terpisahkan. Oleh alasannya itu, perubahan dalam arti perkembangan termasuk perubahan dalam ukuran, baik tinggi, berat badan, memori, penalaran, dan sebagainya. Perubahan juga terjadi da|am proporsi, baik dalam bentuk tubuh maupun kemampuan. Perubahan juga mencakup hilangnya ciri usang untuk mendapatkan ciri baru.

2) Perkembangan Awal Lebih Kritis dari Perkembangan Selanjutnya: Perkembangan merupakan proses kontinum, di mana perkembangan sebelumnya akan mempengaruhi perkembangan selanjutnya. Oleh alasannya itu, kesalahan ataupun gangguan pada perkembangan awal akan terus mempengaruhi perkembangan-perkembangan berikutnya. Sikap, kebiasaan, referensi sikap yang dibuat pada tahun-tahun pertama akan memilih seberapa jauh individu sanggup mengikuti keadaan dalam kehidupan pada tahap-tahap berikutnya. Demikian pula kegagalan dalam kiprah perkembangan sebelumnya akan mempengaruhi pembiasaan terhadap kiprah perkembangan selanjutnya. Kondisi yang mempengaruhi perkembangan awal ialah hubungan pribadi yang menyenangkan, ke. adaan emosi, metode melatih anak, kiprah yang dini, struktur keluarga di masa kanak-kanak, serta rangsangan lingkungan.

3) Perkembangan Merupakan Hasil Proses Kematangan dan Belajar: Dalam kehidupan sering sulit dibedakan perubahan yang merupakan hasil berguru dengan perubahan alasannya kematangan. Hasil antara keduanya sering terintegrasi, hanya sanggup ditandai bahwa perubahan alasannya berguru diperoleh dengan perjuangan sadar atau latihan.


Perkembangan individu berlangsung sepanjang hayat, dimulai semenjak masa pertemuan sel ayah dengan ibu dan berakhir pada dikala kematiannya. Seperti telah disebutkan pada uraian sebelumnya, perkembangan individu insan bersifat dinamis, perubahannya kadang kala lambat tetapi bisa juga cepat, hanya berkenaan dengan salah satu aspek atau beberapa aspek berkembang serempak. Perkembangan tiap individu juga tidak selalu sama, seorang berbeda dengan yang lainnya. Meskipun demikian, para hebat terus berusaha mengadakan penelitian wacana kecenderungan-kecenderungan perkembangan.


Dari penelitian tersebut disimpulkan beberapa kecenderungan yang merupakan prinsip perkembangan.

a) Perkembangan berlangsung seumur hidup dan mencakup seluruh aspek. Perkembangan bukan hanya berkenaan dengan aspek-aspek tertentu tetapi semua aspek. Perkembangan aspek-aspek tertentu mungkin lebih terlihat dengan jelas, sedangkan aspek yang lainnya lebih tersembunyi. Perkembangan tersebut juga berlangsung terus hingga tamat hayatnya. Hanya pada dikala tertentu perkembangannya lambat, bahkan sangat lambat, sedangkan pada dikala lain sangat cepat.

b) Setiap individu mempunyai kecepatan dan kualitas perkembangan yang berbeda. Seseorang mempunyai kemampuan berpikir dan membina hubungan sosial yang sangat tinggi dan perkembangannya dalam hal tersebut sangat cepat, sedangkan kemampuannya yang lainnya kurang dan perkembangannya lambat, walaupun individu pada umumnya berada pada situasi sedang-sedang. Pada aspek lain, kualitas dan kecepatan perkembangannya juga akan lain.

c) Secara relatif, perkembangan beraturan dan mengikuti pola-pola tertentu. Perkembangan sesuatu segi didahului atau mendahului segi yang lainnya. Anak bisa merangkak sebelum berjalan, meraban sebelum bicara, dsb.

d) Perkembangan berlangsung secara berangsur-angsur, bertahap Secara normal, perkembangan tersebut berlangsung sedikit demi sedikit, tetapi dalam situasi-situasi tertentu sanggup Juga terjadi lompatan-lompatan atau bahkan kemacetan.

e) Perkembangan berlangsung dari kemampuan yang bersifat umum menuju ke yang lebih khusus, mengikuti proses diferensiasi dan integrasi. Perkembangan dimulai dengan dikuasainya kemampuan-kemampuan yang bersifat umum ibarat kemampuan memegang, dimulai dengan memegang benda besar dengan kedua tanggannya, gres kemudian memegang dengan satu tangan tetapi dengan kelima jarinya, memegang dengan beberapa jari, dan kesudahannya memakai ujung-ujung jari. Dalam proses diferensiasi atau pengkhususan tersebut terjadi pula integrasi, beberapa kemampuan khusus bergabung membentuk satu kemampuan keterampilan atau kecakapan.

f) Secara normal, perkembangan individu mengikuti seluruh fase, tetapi alasannya faktor-faktor khusus, fase tertentu dilewati dengan cepat atau sangat lambat.

g) Sampai batas-batas tertentu, perkembangan sesuatu aspek sanggup dipercepat atau diperiambat. Perkembangan dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan juga faktor lingkungan. Kondisi yang masuk akal dari pembawaan dan lingkungan sanggup mengakibatkan laju perkembangan yang masuk akal pula. Kekurangwajaran, baik yang berlebih atau berkekurangan dari faktor pembawaan dan lingkungan sanggup mengakibatkan laju perkembangan yang lebih cepat atau lebih lambat.

h) Perkembangan aspek-aspek tertentu berjalan sejajar atau berkorelasi dengan aspek lainnya. Perkembangan kemampuan sosial berkembang sejajar dengan kemampuan berbahasa, kemampuan motorik dengan pengamatan, dan seterusnya. Perkembangan aspek lainnya mungkin tidak ada hubungannya.

i) Pada dikala tertentu dan dalam bidang-bidang tertentu, perkem bangan laki-laki berbeda dengan wanita. Pada usia 12 -13 tahun anak perempuan lebih cepat kematangan sosial dan moralnya dibandingkan dengan anak laki-laki. Pertumbuhan fisik laki-Iaki umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Laki-laki lebih besar lengan berkuasa dalam kemampuan inteleknya, sedangkan perempuan lebih besar lengan berkuasa dalam kemampuan bahasa dan estetika atau keindahan.


Pengaruh hubungan antara kematangan dan berguru ialah sebagai berikut:

a) Variasi referensi perkembangan, dipengaruhi oleh lingkungan dan pengalaman anak alasannya kalau perkembangan hanya diakibatkan oleh kematangan, perkembangan antar individu akan mlnlm variasi.

b) Kematangan membatasi perkembangan. Adanya batasan kemampuan akhir kematangan atau kesiapan faktor hereditas untuk mendapatkan perubahan menciptakan perkembangan tidak sanggup mencapai lebuh dari referensi umum atau titik yang dltentukan walaupun ditunjang oleh proses berguru secara maksimal.

c) Batas kematangan jarang digunakan sehingga pencapaian tingkat perkembangan yang bersifat sementara sering disimpulkan telah mencapai batas maksimal. Akibatnya, hanya sedikit yang berusaha terus berguru untuk maju ke tingkat yang lebih tinggi.

d) Hilangnya kesempatan berguru membatasi perkembangan. Apabila lingkungan membatasi kesempatan berguru anak tidak akan mencapai prestasi maksimal.

e) Rangsangan dipadukan untuk perkembangan sempurna. Untuk menyebarkan potensi yang mereka wariskan secara tepat kemampuan bawaan anak harus dirangsang atau didorong untuk berkembang, terutama pada masa peka.

f) Ketepatan waktu memilih keefektifan belajar. Terlepas dari banyaknya perjuangan yang dilakukan dalam berguru anak tidak akan sanggup berguru hingga tahap perkembangan siap untuk belajar. Hal tersebut berkaitan dengan kematangan struktur tubuh untuk mendapatkan fungsi tertentu. Anak usia 5 bulan tentu saja belum bisa berguru berjalan alasannya kematangan organ kaki dan keseimbangan belum sampai.


4) Pola Perkembangan sanggup Diramalkan: Pola perkembangan insan mengikuti referensi umum. Oleh alasannya Itu, dengan melaksanakan pengamatan longitudinal semenjak awal perkembangan anak akan sanggup diramalkan referensi perkembangan berikutnya. baik yang menyangkut pertumbuhan fisik maupun perkembangan psikis.

5) Pola Perkembangan Mempunyai Karakteristik yang Dapat Diramalkan: Diramalkan, tidak hanya referensi perkembangan yang sanggup diramalkan, tetapi juga karakteristik tertentu dari tingkat perkembangan juga sanggup diramalkan, baik dalam hal ukuran, dan kapan kematangan atau yang sering di sebut dengan masa peka (masa yang paling tepat untuk menyebarkan kemampuan tertentu) akan muncul, perencanaan pendidikan, persiapan untuk tahapan berikutnya, serta perencanaan pekerjaan maupun untuk kepentingan adopsi.

6) Dalam Perkembangan, Ditemui Perbedaan Individual: Meskipun perkembangan insan mengikuti referensi umum, tetapi tempo dan irama perkembangan bersifat individual, dalam pengertian kecepatan. urutan perkembangan, serta kualitas kemampuan yang sanggup dicapai setiap individu tidak sama, hal tersebut menyangkut sifat insan yang unik. Pemahaman terhadap perbedaan irama dan tempo yang individual tersebut sanggup digunakan untuk landasan dalam memilih cita-cita yang berbeda, dasar individualitas (perlakuan yang berbeda), serta kemungkinan yang mengharuskan pendidikan anak harus bersifat perorangan.

7) Setiap Periode Perkembangan Mengandung Harapan Sosial: Penelitian menunjukan bahwa insan sanggup mempelajari referensi sikap dan keterampilan tertentu dengan lebih baik dan berhasil pada usia tertentu dibanding pada tingkat usia yang lain. Berdasarkan hal tersebut, kelompok sosial tertentu kemudian mengharapkan setiap individu dalam kelompoknya sanggup bersikap sama, dan mempunyai kemampuan khusus yang sama pada tahapan perkembangan tertentu, itulah yang disebut dengan ”harapan sosial”. Harapan sosial sering pula digunakan oleh kelompok masyarakat sebagai dongeng untuk menetapkan apakah perkembangan seseorang termasuk perkembangan yang normal atau tidak.

8) Setiap Bidang Perkembangan Mengandung Bahaya Sosial: Walaupun referensi perkembangan bergerak normal, selalu perlu diwaspadai adanya gangguan, baik yang berasal dari dirinya sendiri ataupun lingkungan. Gangguan akan sanggup mempengaruhi pembiasaan fisik, psikologis, maupun sosial. Akibatnya, secara tidak sengaja memungkinkan anak mengubah referensi perkembangan sehingga menghasilkan tempat mendatar atau bahkan menurun pada grafik perkembangan anak. Jika tidak diwaspadai, hal tersebut akan merugikan keseluruhan perkembangan anak.

9) Kebahagiaan Bervariasi pada Berbagai Fase Perkembangan: Kebahagiaan merupakan pengalaman subjektif yang mustahil digambarkan dengan ukuran dan mekanisme objektif. Subjektivitas rasa senang tersebut menyangkut perbedaan individual yang berbeda antara satu dengan yang lain, juga menyangkut subjektivitas pada setiap tahapan perkembangan. Sesuatu yang mengakibatkan kebahagiaan akan bergeser pada setiap tahapan perkembangan. Hal tersebut mengandung pengertian bahwa hal yang membahagiakan pada tahap perkembangan tertentu mungkin bukan lagi merupakan penyebab kebahagiaan pada periode periode perkembangan selanjutnya.


Dengan pemahaman terhadap prinsip perkembangan tersebut, baik secara eksklusif maupun tidak langsung, akan mempengaruhi penyikapan orang berakal balig cukup akal terhadap anak pada periode perkembangan tertentu, sesuai dengan ciri yang mereka miliki. Penyikapan dan pelayanan yang tepat sesuai dengan kondisi yang ada pada mereka akan sangat membantu anak dalam menuntaskan tugas-tugas perkembangannya dan mempersiapkan diri untuk menyesuaikan dengan kiprah perkembangan selanjutnya.


Sumber:

Dra.Hj.Sitti Hartinah DS, MM. 2011. Pengembangan Peserta Didik. Bandung: PT Refika Aditama. Hal. 26-32.



Sumber https://www.asikbelajar.com