Wednesday, September 6, 2017

√ Metode Penelitian: Pengertian Klarifikasi Berdasarkan Sugiyono

AsikBelajar.Com | Metode penelitian intinya merupakan cara ilmiah untuk mendapat data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan. Cara ilmiah berarti acara penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti acara penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh daypikir manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu sanggup diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain sanggup mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. (Bedakan cara yang tidak ilmiah, contohnya mencari uang yang hilang, atau provokator, atau tahanan yang melarikan diri melalui paranormal). Sistematis artinya, proses yang dipakai dalam penelitian itu memakai langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.


Data yang diperoleh melalui penelitian itu ialah data empiris (teramati) yang memiliki kriteria tertentu yaitu valid, reliabel dan obyektif. Valid menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sebetulnya terjadi pada obyek dengan data yang sanggup dikumpulkan oleh peneliti. Misalnya dalam masyarakat tertentu terdapat 5000 orang miskin, sementara peneliti melaporkan jauh di bawah atau di atas 5000 orang miskin, maka derajat validitas hasil penelitian itu rendah,. Atau contohnya dalam suatu unit kerja pemerintahan, dimana dalam unit kerja tersebut iklim kerjanya sangat bagus, sementara peneliti melaporkan iklim kerjanya tidak bagus, maka data yang dilaporkan tersebut juga tidak valid. Untuk mendapat data yang eksklusif valid dalam penelitian sering sulit dilakukan, oleh lantaran itu data yang telah terkumpul sebelum diketahui validitasnya, sanggup diuji melalui pengujian reliabililas dan obyektivitas. Pada umumnya bila data itu reliabel dan obyektif, maka terdapat kecenderungan data tersebut akan valid.


Data yang valid niscaya reliabel dan obyektif. Reliabel berkenaan derajat konsistensi/keajegan data dalam interval waktu tertentu Misalnya pada hari pertama wawancara, sumber data menyampaikan bahwa jumlah karyawan yang berdemonstrasi sebanyak 1000 orang, maka besok atau lusa pun sumber data tersebut bila ditanya akan tetap menyampaikan bahwa jumlah karyawan yang berdemonstrasi tetap sebanyak 1000 orang. Obyektivitas berkenaan dengan interpersonal agreement (kesepakatan antar banyak orang). Bila banyak orang yang menyetujui bahwa karyawan yang berdemonstrasi sebanyak 1000 orang, maka data tersebut ialah data yang obyektif (obyektif lawannya subyektif).


Data yang reliabel belum tentu valid, contohnya setiap hari seseorang karyawan perusahaan pulang malam dengan alasan ada rapat, padahal kenyataannya tidak ada rapat. Hal ini diucapkan secara konsisten tetapi berbohong, sehingga data tersebut terlihat reliabel (konsisten) tetapi tidak valid. Data yang obyektif juga belum tentu valid, contohnya 99 % dari sekelompok orang menyatakan bahwa si A ialah pencuri, dan 1% menyatakan bukan pencuri. Padahal yang benar, justru yang hanya 1% yang menyatakan bahwa A ialah bukan pencuri. Pernyataan kelompok tersebut terlihat obyektif (disepakati 99%) tetapi tidak valid.


Untuk mendapat data yang valid, reliabel dan obyektif dalam penelitian kuantitatif, maka instrument penelitiannya harus valid dan reliabel, pengumpulan data dilakukan dengan cara yang benar pada sampel yang representatif (mewakili populasi). Untuk mendapat data dalam penelitian kualitatif yang valid dan reliabel, maka peneliti harus sanggup menjadi human instrument yang baik, mengumpulkan data secara triangulasi dari banyak sekali sumber data yang tepat, dan melaksanakan pengujian keabsahan data. Untuk mendapat data yang valid, reliabel dan obyektif dalam penelitian kombinasi, maka dilakukan dengan menggabungkan cara yang dilakukan dalam metode kuantitatif dan kualitatif.


Setiap penelitian memiliki tujuan dan kegunaan tertentu. Secara umum tujuan penelitian ada tiga macam yaitu yang bersifat penemuan, pembuktian dan pengembangan. Penemuan berarti data, tindakan dan produk yang diperoleh dari penelitian itu ialah betulbetul gres yang sebelumnya belum pernah ada. Pembuktian berarti data yang diperoleh itu dipakai untuk mengambarkan adanya keraguraguan terhadap isu atau pengetahuan tertentu, dan pengembangan berarti memperdalam dan memperluas pengetahuan, tindakan dan produk yang telah ada.


Penelitian yang bersifat inovasi misalnya, menemukan cara yang paling efektif untuk memberantas korupsi, penelitian yang bersifat mengambarkan misalnya, mengambarkan apakah betul bahwa insentif sanggup meningkatkan prestasi kerja di unit tertentu atau tidak. Selanjutnya penelitian yang bersifat membuatkan misalnya, membuatkan sistem pemberdayaan masyarakat yang efektif.


Melalui penelitian insan sanggup memakai hasilnya. Secara umum data yang telah diperoleh dari penelitian sanggup dipakai untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. Memahami berarti memperjelas suatu problem atau isu yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu, memecahkan berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah, dan mengantisipasi berarti mengupayakan semoga problem tidak terjadi.


Penelitian yang akan dipakai untuk memahami problem misalnya, penelitian wacana sebab-sebab jatuhnya pesawat terbang atau sebabsebab membudayanya korupsi di Indonesia, penelitian yang bersifat memecahkan problem contohnya penelitian untuk mencari cara yang efektif untuk memberantas korupsi di Indonesia, dan penelitian yang bersifat antisipasi problem contohnya penelitian untuk mencari cara semoga korupsi tidak terj adi pada pemerintahan baru.


Sumber:

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Hal. 3-5.


Keyword:

metode penelitian kualitatif

metode penelitian kuantitatif

metode penelitian sosial

metode penelitian deskriptif

metode penelitian campuran



Sumber https://www.asikbelajar.com