Tuesday, November 7, 2017

√ Konsep Dasar Taktik Pembelajaran

Konsep dasar taktik berguru mengajar ini mencakup hal-hal: (1) menetap-kan spesifikasi dan kualifikasi perubahan sikap pebelajar; (2) menentukan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap perkara berguru mengajar, menentukan prosedur, metode dan teknik berguru mengajar; dan (3) norma dan kriteria keberhasilan acara berguru mengajar. Strategi sanggup diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam rangka mencapai sa-saran yang telah ditentukan.  Dikaitkan dengan berguru mengajar, taktik bisa diartikan sebagai pola-pola umum acara guru, murid dalam perwujudan acara berguru mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.Menurut Newman dan Mogan taktik dasar setiap perjuangan mencakup empat perkara masing-masing yakni sebagai berikut.



  1. Pengidentifikasian dan penetapan spesifiakasi dan kualifikasi hasil yang harus dicapai dan menjadi target perjuangan tersebut dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang memerlukannya.

  2. Pertimbangan dan pemilihan pendekatan utama yang ampuh untuk mencapai sasaran.

  3. Pertimbangan dan penetapan langkah-langkah yang ditempuh semenjak awal hingga akhir.

  4. Pertimbangan dan penetapan tolok ukur dan ukuran baku yang akan digu-nakan untuk menilai keberhasilan perjuangan yang dilakukan.


Kalau diterapkan dalam konteks pembelajaran, keempat taktik dasar tersebut bisa diterjemahkan menjadi: (1) mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laris kepribadian akseptor didik yang diharapkan; (2) menentukan sistem pendekatan berguru mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat; (3) menentukan dan menetapkan prosedur, metode dan teknik berguru mengajar yang dianggap paling tepat, efektif, sehingga sanggup dijadikan pegangan oleh para guru dalam menunaikan acara mengajarnya; dan (4) menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria dan standar keberhasilan sehingga sanggup dijadikan pedoman oleh guru dalam melaksanakan penilaian hasil acara berguru mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan. Dari uraian di atas tergambar bahwa ada empat perkara pokok yang sangat penting yang sanggup dan harus dijadikan pedoman dalam pelaksanaan ke-giatan berguru mengajar supaya sesuai dengan yang diharapkan.


Pertama, spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laris yang diingin-kan sebagai hasil berguru mengajar yang dilakukan. Dengan kata lain apa yang harus dijadikan target dari acara berguru mengajar tersebut. Sasaran ini harus dirumuskan secara terang dan konkrit sehingga gampang dipahami oleh akseptor didik. Perubahan sikap dan kepribadian yang kita inginkan terjadi sehabis siswa mengikuti suatu acara berguru mengajar itu harus jelas, contohnya dari tidak bisa membaca bermetamorfosis sanggup membaca. Suatu kegiat-an berguru mengajar tanpa target yang jelas, berarti acara tersebut dilakukan tanpa arah atau tujuan yang pasti. Lebih jauh suatu perjuangan atau acara yang tidak punya arah atau tujuan pasti, sanggup menjadikan terjadinya penyimpangan-penyimpangan dan tidak tercapainya hasil yang diharapkan.


Kedua, menentukan cara pendekatan berguru mengajar yang dianggap paling sempurna dan efektif untuk mencapai sasaran. Bagaimana cara kita memandang suatu persoalan, konsep, pengertian dan teori apa yang kita gunakan dalam memecahkan suatu perkara akan menghipnotis hasilnya. Suatu perkara yang dipelajari oleh dua orang dengan pendekatan berbeda, akan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang tidak sama. Norma-norma sosial menyerupai baik, benar, adil, dan sebagainya akan melahirkan kesimpulan yang berbeda bahkan mungkin bertentangan bila dalam cara pendekatannya memakai berba-gai disiplin ilmu. Pengertian-pengertian, konsep, dan teori ekonomi ihwal baik, benar, atau adil, tidak sama dengan baik, benar atau adil berdasarkan penger-tian konsep dan teori antropologi. Juga akan tidak sama apa yang dikatakan baik, benar atau adil bila kita memakai pendekatan agama alasannya yakni pengertian, konsep, dan teori agama mengenai baik, benar atau adil itu terang berbeda dengan konsep ekonomi maupun antropologi. Begitu juga halnya dengan cara pendekatan terhadap acara berguru mengajar dalam pembelajaran.


Ketiga, menentukan dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik berguru mengajar yang dianggap paling sempurna dan efektif. Metode atau teknik penyaji-an untuk memotivasi siswa biar bisa menerapkan pengetahuan dan penga-lamannya untuk memecahkan masalah, berbeda dengan cara atau supaya mu-rid-murid terdorong dan bisa berfikir bebas dan cukup keberanian untuk mengemukakan pendapatnya sendiri. Perlu dipahami bahwa suatu metode mungkin hanya cocok digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Kaprikornus dengan target yang berbeda hendaknya jangan memakai teknik penyajian yang sama.


Keempat, menetapkan norma-norma atau kriteria keberhasilan sehingga guru memiliki pegangan yang sanggup dijadikan ukuran untuk menilai sam-pai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya. Suatu jadwal gres bisa diketahui keberhasilannya sehabis dilakukan evaluasi. Sistem penilaian dalam acara berguru mengajar merupakan salah satu taktik yang tidak bisa dipisahkan dengan taktik dasar lain. Apa yang harus dinilai dan bagaimana penilaian itu harus dilakukan termasuk kemampuan yang harus dimiliki oleh guru. Seorang siswa sanggup dikategorikan sebagai murid yang berhasil bisa dilihat dari banyak sekali segi. Bisa dilihat dari segi kerajinannya mengikuti tatap muka dengan guru, sikap sehari-hari di sekolah, hasil ulangan, hubungan sosial, kepemimpinan, prestasi olah raga, keterampilan dan sebagainya atau dilihat dan banyak sekali aspek.


Keempat dasar taktik tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh antara dasar yang satu dengan dasar yang lain saling menopang dan tidak bisa dipisahkan.




Sumber https://www.asikbelajar.com