Monday, December 4, 2017

√ Teknik Menulis Dongeng Pendek (Cerpen) Yang Baik


Teknik Menulis Cerita Pendek (Cerpen) yang Baik

Cerita pendek (cerpen) ialah salah satu karya sastra yang banyak diminati oleh para dewasa alasannya mempunyai dongeng yang singkat namun sanggup membangkitkan perasaan seseorang yang membacanya. Menulis cerpen tidak menghabiskan waktu sesingkat membacanya, perlu banyak latihan semoga sanggup menghasilkan cerpen yang baik. Berikut ini ialah teknik menulis dongeng pendek (cerpen) yang baik.


1. Menulis awal dongeng dalam satu waktu


Bagian awal dalam sebuah dongeng ialah hal penting yang harus menjadi fokus utama dikala menulis sebuah cerpen. Hal ini dikarenakan bab awal dongeng akan memilih apakah para pembaca tertarik untuk membaca lebih jauh perihal ceritamu atau tidak. Untuk mendapat bab awal yang baik dan tidak terkesan kaku, kau sebaiknya menulis bab awal dongeng dalam satu waktu. Dalam satu waktu disini maksudnya ialah kau menulis bab awal dengan utuh alasannya bila terdapat jeda antar penulisanmu, kau mungkin terlupa perihal apa yang akan kau tulis. Untuk meminimalisir kejadian tersebut, kau sanggup emmbuat draft tentang poin apa saja yang kau hendak tuliskan dalam bab awal. Kamu juga sanggup mengambil inspirasi dongeng dari pengalaman pribadi-mu sehingga pada dikala kau menulis ide-mu akan mengalir dan menciptakan dongeng tidak terkesan kaku.

2. Menentukan huruf utama (protagonis)


Dalam sebuah dongeng niscaya terdapat beberapa jenis karakter, ibarat huruf protagonis, antagonis, dan huruf pembantu lain. Saat menulis dongeng pendek, huruf yang harus kau pikirkan terlebih dahulu ialah huruf protagonis. Karakter protagonis tidaklah selalu narator atau pun ‘karakter baik’ dalam cerita. Karakter protagonis dalam sebuah dongeng bermakna seseorang / huruf / tokoh dongeng yang menjadi fokus utama sehingga dongeng tersebut sanggup hidup dan menjadi seru. Dengan kata lain, protagonis ialah huruf utama yang mempunyai pengalaman hidup yang tertuang dalam cerpen yang kau tulis.

Untuk sanggup memilih huruf utama / protagonis, kau harus memahami terlebih dahulu huruf mana saja yang mempunyai tugas paling besar di dalam ceritamu. Setelah menemukan huruf tersebut, kau akan lebih gampang dalam membuatkan ceritamu.

3. Menulis paragraf yang menarik


Menulis paragraf yang menarik sanggup menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi kau yang gres memulai menulis cerpen. Kenapa sanggup begitu? Karena ketika para pembaca cerpen membaca ceritamu, mereka tidak hanya mengikuti alur dongeng saja namun juga menilai gaya bahasa yang kau gunakan dalam setiap paragrafnya. Paragraf pertama ialah paragraf yang paling krusial alasannya di paragraf pertama inilah para pembaca akan menilai tulisanmu untuk pertama kalinya, apakah mereka tertarik untuk membaca lebih lanjut atau tidak.

Advertisement
Oleh alasannya itu, semoga sanggup menulis paragraf yang menarik, terutama paragraf pertama, kau sebaiknya mempertimbangkan beberapa tips berikut ini:
·         Tambahkanlah pada bab awal dongeng sebuah pecahan adegan atau kejadian yang tidak terduga dan menciptakan para pembaca penasaran.
·         Kamu juga sanggup menambahkan beberapa deskripsi singkat perihal huruf utama (protagonis) semoga ceritamu menjadi semakin seru.
·         Buatlah seakan – akan para pembaca berada di daerah kejadian dengan memperlihatkan citra latar daerah (seperti dalam pembukaan sebuah film)
·         Usahakan kau sanggup memberitahu para pembaca perihal apakah isi cerpen yang kau tulis dalam paragraf pertama (tidak perlu terlalu panjang, cukup ringkasannya saja yang dikemas dengan menarik sehingga para pembaca akan tertarik).

4. Mengingat kejadian dalam cerita


Ketika kau menulis sebuah cerita, pastikan semoga kau ingat perihal kejadian / kejadian yang dialami oleh huruf utama (protagonis) dalam dongeng tersebut. Hal ini dikarenakan bila kau mengingat kejadian / kejadian yang telah kau tulis sebelumnya, kau akan lebih gampang untuk melanjutkan penulisan cerita-mu dan dongeng yang kau buat juga akan lebih menyatu dan berkaitan. Dalam penulisan cerpen, terdapat dua manfaat perihal perlunya mengingat kembali kejadian / kejadian pada dongeng yang kau tulis yaitu sebagai berikut:
·         Dapat memperlihatkan bab certa yang lebih membutubkan penitikberatan dalam penulisan cerpen.
·         Dapat memudahkan sang penulis cerpen untuk menyusun struktur dongeng yang ditulisnya.

Salah satu cara yang sanggup dipakai untuk sanggup mengingat kejadian dalam dongeng yang kau tulis ialah dengan menciptakan draft / outline yang berisikan poin – poin kejadian utama beserta poin – poin kejadian yang mengikuti (kejadian yang lebih kecil). Jika kau sudah mempunyai outline yang tersusun ibarat ini, kau akan lebih gampang untuk menulis dan menjabarkan cerpen-mu. Kamu juga tidak akan lupa perihal kejadian mana saja yang sudah dan/ hendak kau tuis dan kau sanggup menghindari adanya penulisan sebuah paragraf yang mempunyai inspirasi yang sama denagn yanfg lain..

5. Memeriksa hasil tulisan


Setelah kau menulis bab isi, hal lain yang harus kau lakukan ialah menyidik hasil tulisan. Tidak hanya dalam menulis cerpen, menyidik hasil goresan pena ialah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Hal ini alasannya dikala kau menyidik hasil tulisanmu, kau juga sanggup sekaligus memperlihatkan tanda perihal bab – bab mana saja yang belum tepat atau butuh detail yang lebih mendalam. Pada bab investigasi hasil goresan pena inilah kau juga sanggup megedit dan menyempurnakan hasil goresan pena yang telah kau buat sebelumnya. Jika kau merasa tulisanmu sudah ok dan tidak ada kesalahan penulisan lagi, kau sanggup membagikan tulisanmu tersebut semoga sanggup dibaca oleh para pembaca.


Demikianlah teknik menulis dongeng pendek (cerpen) yang baik. Setelah mengetahui teknik di atas, sobat – sobat tetap perlu untuk banyak berlatih menulis semoga sanggup menghasilkan karya yang diinginkan. Semoga bermanfaat!


Sumber http://www.kelasindonesia.com