Monday, January 22, 2018

√ 5 Wisata Religi Di Jawa Tengah Yang Cocok Di Kunjungi Dikala Ramadhan


Karena berada di Jalur Pantura, Jawa Tengah setiap tahunnya selalu ramai menjadi destinasi wisata para pemudik yang pulang dari perantauan. Tak sedikit yang menyempatkan berkunjung ke beberapa destinasi wisata religi mengingat berada di bulan suci Ramadhan. Jawa Tengah memang mempunyai banyak alternatif wisata religi sebab dmerupakan tempat bermulanya penyebaran Agama Islam. Hal ini dibuktikan dengan adanya keberadaan Kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.





Berikut telah dirangkum tujuh destinasi wisata religi di Jawa Tengah yang harus masuh dalam daftar wajib kunjungan ketika di bulan suci Ramadhan.





1. Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu





Kadilangu merupakan nama sebuah desa di Kabupaten Demak yang menjadi lokasi dimakamkannya salah seorang Walisongo, Sunan Kalijaga. Semasa hidupnya Sunan Kalijaga mempunyai andi besar dalam penyebaran Agama Islam di daerah kekuasaan Kerajaan Demak. Sunan Kalijaga terkenal sebagai seorang wali yang mempunyai cara unik dalam berdakwah, yaitu memakai media wayang kulit dan aneka macam kesenian jawa lainnya.





2. Kompleks Masjid Agung Demak





Tak jauh dari Kadilangu, sempurna di sentra keramaian Kabupaten Demak berdiri sebuah kompleks masjid megah yang dibangun semenjak pemerintahan Raden Patah di Kerajaan Demak. Masjid Agung Demak sekarang menjadi cagar budaya oleh pemerintah dan masih mempertahankan arsitektur aslinya. Renovasi hanya dilakukan untuk mengganti beberapa penggalan dari masjid yang lapuk oleh usia. Di belakang bangunan masjid terdapat kompleks pemakaman sultan-sultan yang pernah memerintah Kerajaan Demak menyerupai Raden Patah dan Pangeran Sabrang Lor.





3. Makam Sunan Muria





Kabupaten Kudus mempunyai dua wisata religi yang selalu ramai dipadati oleh peziarah setiap harinya yaitu makam Sunan Muria dan Sunan Kudus. Makam Sunan Muria berada di puncak Gunung Muria yang masuk dalam wilayah Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Sunan Muria semasa hidupnya memang lebih menentukan tinggal di atas gunung sebab lebih hening dan jauh dari gangguan. Menjangkau makam Sunan Muria pengunjung harus mendaki anak tangga menuju puncak Gunung Muria. Bagi lansia atau yang fisiknya tidak cukup berpengaruh sanggup memakai jasa ojek untuk mempersingkat kerikil dan tenaga.





4. Makam Sunan Kudus dan Masjid Al-Aqsha





Berbeda dengan Sunan Muria, makam Sunan Kudus berada di dataran rendah Kabupaten Kudus. Lokasi makamnya berada di tempat masjid Al-Aqsha Kudus di Jalan Kauman, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus. Masjid Al-Aqsha Kudus merupakan masjid peninggalan Sunan Kudus yang unik sebab mempunyai gapura dan menara yang menyerupai mirip pada kuil Hindu. Hal ini dilakukan biar masyarakat Kudus yang ketika itu gres saja mualaf dari agama Hindu tidak merasa abnormal jikalau masuk ke dalam masjid.





5. Makam Sunan Bonang di Rembang





Makam Sunan Bonang di Rembang tampak sangat sederhana, hanya ada bunga melati tanpa nisan atau cungkup. Lokasinya berada di Jl. Sunan Bonang No.Km.4, Bonang, Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.Mungkin banyak yang bertanya-tanya mengenai keberadaan makam Sunan Bonang di Rembang, sebab lokasi paling terkenal yang dianggap sebagai makam Sunan Bonang berada di Tuban, Jawa Timur. Makam Sunan Bonang keberadaanya masih simpang siur, setidaknya terdapat empat buah makam yang diduga milik Sunan Bonang. Diantaranya terletak di Tuban, Kediri, Rembang, dan Pulau Bawean. Hanya saja makan di Tuban ialah makam Sunan Bonang yang paling terurus sebab dibuatkan bangunan khusus, cungkup, dan dibatasi kelambu putih.



Sumber https://phinemo.com