Dandangan (Dhandhangan) merupakan pekan raya tahunan Kabupaten Kudus yang diselenggarakan menjelang awal bulan suci Ramadhan. Nama Dandangan diambil dari bunyi bedug di Masjid Sunan Kudus dikala ditabuh untuk menandai awal puasa Ramadhan. Pada mulanya Dandangan yaitu tradisi berkumpulnya para santri menunggu pengumuman dari Sunan Kudus terkait penentuan waktu pelaksanaan Puasa Ramadhan.
Kini Dandangan berubah menjadi menjadi pasar rakyat yang ramai dipadati pengunjung yang datang. Berbagai wahana bermain menyerupai tong stand, komedi putar, sampai rumah hantu turut memeriahkan pekan raya Dandangan. Beberapa pedagang juga ikut meramaikan dengan menjajakan banyak sekali jenis kuliner daerah, permainan tradisional, dan kerajinan lainnya.
Perayaan dandangan juga diisi oleh acara kirab budaya yang menampilkan potensi-potensi setiap desa yang ada di Kabupaten Kudus mulai dari batik, batil (merapikan rokok), rumah budpekerti Kudus, diorama Sunan Kudus dan Kiai Telingsing, sampai seni rebana. Kirab budaya biasanya dimulai dari Jalan Kiai telingsing sampai Jalan Sunan Kudus sejauh 3 kilometer.
Tahun ini untuk semakin menyemarakkan Ramadhan 1440 H juga diadakan pertunjukan teater yang meceritakan sejarah dimualainya perayaan Dandangan di Kabupaten Kudus. Acara ini digelar di Alun-alun Kudus, terpisah dengan lokasi pesta rakyat di Jalan Sunan Kudus. Sebelumnya, pertunjukan diawali dengan Tari Gusjigang dan penampilan artis Arie Koesmiran.
Sumber https://phinemo.com