Thursday, February 1, 2018

√ 2 Pola Enail (Surat Elektronik) Kepada Sahabat Dekat

2 Contoh Enail (Surat Elektronik) Kepada Sahabat Dekat - Dua pola email berikut ini, dapat menjadi rujukan bagi Anda yang ingin mendapat bahan pembelajaran. 

Contoh Email Pertama


To: Sugitadewi@gmail.com
Subject: Surat dari Anggota Geng Punclut 

Assalamualaikum wr wb,

Dewi tersayang..

Halo Dewi, maaf kalau subjek dari surat ini agak mengerikan. Tetapi saya rasa kata-kata tersebutlah yang paling sempurna menggambarkannya. Ya, bukankah kita anggota geng perempuan paling kompak di SMA? Hehehe..

Dewi, apa kabarmu? Aku dengar kau sudah pindah ya? Aku pikir kau akan pulang kampung, tetapi ternyata kau malah pindah ke kota yang lebih jauh. Oiya, tempo hari saya bertemu dengan Nadia (Si kepala batu), eh, ia sudah menikah lho. Suaminya tentara, sesuai dengan cita-citanya pada waktu SMA, mendapat suami seorang polisi atau tentara. Dia titip salam kepadamu. 

Dewi, hampir setiap hari, jikalau pekerjaan kantor sudah selesai dan dalam perjalanan pulang, saya selalu membayangkan, bahwa kapan kita dapat bahu-membahu lagi. Setidaknya hanya untuk satu hari. Aku ingin kita dan semua anggota Geng Punclut berkumpul untuk menikmati liburan bersama. Bercanda dan banyak mengobrol perihal masa lalu. 

Kamu tahu kan bahwa kita ialah geng paling kompak? Bahkan sewaktu kita berada di kelas yang berbeda, kita selalu menyempatkan diri untuk pergi bersama-sama. Entah itu pergi seminggu sekali atau bahkan dua hari sekali. Nah, saya ingin mengulang masa-masa itu sekali saja. 

Aku si dapat ambil cuti. Jatah cutiku selama satu tahun ini belum pernah saya ambil, dan dikala saya mengambilnya, saya ingin tujuannya hanya satu: pergi berlibur bersama kalian semua. Bersamamu, bersama Nadia, Indah, Jelita, dan Rani. Alangkah indahnya bukan jikalau kita dapat bersama lagi? Ya meskipun hanya untuk satu kesempatan saja.

Hehehe, pada pada dasarnya saya begitu merindukanmu dan kalian semua. Nadia, ia gres saja membalas emailku, dan ternyata ia dapat lho pergi berlibur. Dia akan menyempatkan waktunya bulan depan. Kalau yang lain saya belum tau, alasannya saya gres menulis email kepada mereka sehabis menulis email untukmu. Ayolah Dewi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Belum tentu kita dapat berkumpul lagi.

Terlihat memaksa ya. Hehehe, tapi kau memang terkadang harus dipaksa agar menurut. Baiklah, saya tunggu kabar darimu ya.

Assalamualaikum wr wb,

Advertisement

Contoh Email Kedua


To: Kanindaputri@gmail.com
Subject: Segera dibuka Emailnya!

Assalamualaikum wr wb,

Ninda, saya sudah menemukan dokumen yang berisi ijazah dan sertifikat-sertifikat kuliahmu. Wah, ternyata kau begitu ceroboh. Apakah kau tahu dimana saya menemukanya?

Aku ceritakan dari awal ya. Aku sudah mencari dokumen-dokumen tersebut selama beberapa hari di seluruh kamar kosan. Bahkan mbak Dwi hingga murka kepadaku alasannya saya lupa membereskan lemarinya. Ketika saya sudah merasa putus asa, saya berinisiatif untuk pergi ke tempat pembuangan sampah yang ada di ujung gang. 

Sewaktu saya hingga disana dan sudah mengorek-ngorek sampah dengan dibantu oleh petugas pembuangan sampah, balasannya saya menemukan salah satu penggalan dari sertifikatmu. Beruntungnya kau, alasannya itu bukanlah penggalan ijazah, hanya salah satu dari sertifikatmu yang begitu banyak. 

Aku kemudian tetapkan untuk terus mencarinya. Waktu itu sudah sore, sehingga saya mempercepat pencarian. Satu jam kemudian tidak lagi kutemukan potongan-potongan lainnya. Akhirnya pak petugas bilang bahwa mungkin saja sudah terangkut ke pembuangan sampah sentra yang letaknya tidak kurang dari 10 km dari gang kos-kosan kita. Untungnya bapak tersebut bersedia menemaniku. Awalnya saya sedikit curiga, tapi kutepis semua prasangka jelek yang menaungi pikiranku. 

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 20 menit, balasannya saya dan bapak Sani, ternyata namanya, datang di TPA pusat. Pak Sani mencegahku untuk eksklusif mencari ke gundukan sampah. Ia terlebih dahulu menemui temannya di tempat pengelolaan sampah yang ada di akrab TPA. Kebetulan temannya ialah kepala pengelola dan sempurna sekali apa yang ia lakukan. Tadi pagi ada seorang pemulung yang melapor kepada sahabat pak Sani, bahwa ditemukan satu kotak kardus berbungkus plastik besar yang isinya dokumen-dokumen penting. Kemudian kami segera memeriksanya, dan benar bahwa itu semua ialah ijazah serta sertifikatmu. 

Alhamdulillah balasannya ditemukan juga. Tetapi saya masih belum tahu kenapa dapat ada penggalan seritifikatmu di tempat pembuangan sampah sebelumnya. Padahal jikalau dilihat semuanya terbungkus rapi. Ah sudahlah, mungkin itu cara Allah memberi petunjuk.

Jadi, kapan kau akan mengambil semua berkas ini? Aku sarankan kau harus mengambilnya. Karena dapat berisiko apabila diantar dengan paket. Kau kan kini pindah ke tempat pedesaan, dapat saja paketnya tidak hingga alasannya alamatmu sulit dijangkau. 

Baiklah, itu saja yang ingin saya katakan. Ah kau ini, bocah ceroboh! Aku tunggu kau dikos-kosan.

Assalamualaikum wr wb,

Sumber http://www.kelasindonesia.com