Saturday, February 10, 2018

√ 5 Kota Bersejarah Hari Buruh Yang Menjadi Tujuan Wisatawan Dunia


Besok tepatnya pada 1 Mei 2019, seluruh negara-negara dunia akan merayakan hari buruh yang dikenal dengan May Day. Di Indonesia perayaan May Day sempat dihentikan oleh Presiden Soeharto. Kemudian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono May day diperingati sebagai hari libur nasional sebagai bentuk apresiasi kepada buruh yang menjadi roda penggagas perekonomian negara.





Perayaan May Day mempunyai rentetan sejarah yang panjang. Berawal dari usaha pekerja kelas bawah yang menuntut keadilan alasannya ialah diwajibkan bekerja 16 sampai 20 jam sehari dengan upah yang tidak sesuai. Terdapat beberapa kota di dunia yang menginisiasi usaha May Day yang sekarang menjadi tujuan utama wisatawan dunia. Berikut ialah ulasannya.





1. Paterson, New jersey





Dua orang yang paling berjasa atas usaha May Day yaitu Peter McGuire dan Matthew Maguire, seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey. Pada 1872 McGuire bersama 100.000 pekerja lainnya melaksanakan agresi mogok kerja menuntuk pengurangan jam kerja.





Saat ini Paterson telah berkembang menjadi menjadi kota utama yang menjadi tujuan wisatawan. Wisata di Paterson umumnya berupa wisata alam yang mengatakan pemandangan dari taman yang indah dan eksotisme taman nasional yang dikelola dengan baik. Beberapa daerah wisata yang ada di Paterson diantaranya Paterson Great Falls National Historical Park, Garretson Forge & Farm, paterson Museum, dan Lambert Castle Museum.





2. St. Louis, Missouri





Tahun 1881 Peter McGuire pindah ke St. Louis untuk mengorganisir tukang kayu disana, kemudian membentuk sebuah perkumpulan berjulukan United Brotherhood Carpenters and Joiner of America yang bertempat di Chicago. McGuire menuntu untuk diadakan hari libur khusus bagi para buruh di hari Senin pertama bulan September.





Beberapa waktu berlalu, ketika ini St. Louis menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Missouri. Beberapa lokasi wisata favorit yang sering dikunjungi diantaranya Gateway Arch Park, Missouri Botanical Garden, Forest Park, City Museum, dan Saint Louis Art Museum.





3. New York, USA





New York menjadi kota pertama yang mengadakan hari jelek pada 5 September 1882. Dengan jumlah akseptor sekitar 20.000 orang, semuanya menuntut untuk dibelakukannya sistem delapan jam kerja. Parade ini kemudian menginspirasi gerakan serupa di beberapa negara penggalan lainnya.





Setelah lebih dari satu masa berlalu, Pemerintah New York melaksanakan pengelolaan tata kota yang baik sampai membangun beberapa daerah wisata beru yang menarik. Ikon wisata New York ialah Patung Liberty yang berdiri megah ditengah pulau buatan. Lokasi wisata selain New York diantaranya Central Park, Gedung Empire State, Rockfeller Center, dan Jembatan Brooklyn.





4. Salem, Oregon





Tahun 1887 melalui mimbar di kantor pemerintahan di Salem, Oregon mengumumkan bahwa September menjadi hari libur resmi nasional. Pada 1894 Presiden Grover Cleveland menandatangani sebuah undang-undang yang mengakibatkan ahad pertama bulan September sebagai hari libur nasional.





Sebagai ibukota Oregon, Salem ialah kota utama yang menjadi tujuan wisatawan yang berkunjung. Beberapa wisata mengatakan pemandangan alam yang sangat indah menyerupai Enchanted Forest, Oregon Garden, dan Riverfront City Park. Beberapa museum juga didirikan di Salem menyerupai Gilbert House Children’s Museum dan Deepwood Museum & Garden.





5. Jenewa, Swiss





Tahun 1866 Jenewa menjadi kota daerah diselenggarakannya kongres internasional pekerja di dunia. Kongres ini dihadiri oleh pekerja dari banyak sekali belahan dunia. Dalam kongres ini mendesak ditetapkannya jam kerja perusahaan menjad delapan jam sehari.





Jenewa ialah kota yang menjadi incaran setiap wisatawan yang berkunjug ke Swiss. Beberapa daerah wisata yang menjadi andalan diantaranya Jet d’Eau, Saint Pierre Cathedral, Le Horloge Fleurle, Musee d’Art et d’Histoire, dan International Museum of Red Cross and Red Crescent.



Sumber https://phinemo.com