Monday, February 12, 2018

√ Landasan Layanan Bimbingan Dan Konseling

Landasan Layanan Bimbingan dan konseling – AsikBelajar.Com.  Bimbingan dan konseling merupakan layanan kemanusiaan. Pelaksanaannya selain harus berlandasan pada prinsip dan asas tententu, juga harus mengacu kepada landasan bimbingan dan konseling iti sendiri.  Landasan layanan bimbingan dan konseling meliputi


a.    Landasan Filosofis

Salah satu dari aneka macam problem filsafat yang harus dihadapi konselor yaitu bagaimana konselor memakai landasan filosof sehubung dengan kiprahnya sebagai orang yang membantu orang lain (klien) dalam melaksanakan pilihan atau kebebasan. Kata filosof atau filsafat yaitu bahasa arab yang berasal dari kata yunani : filosofia Dalam bahasa yunani kata filosofia itu merupakan kata beragam yang terdiri atas filo dan sofia. Filo artinya cinta dalam arti yang seluas-luasnya, yaitu ingin mengetahui segala sesuatu. Sementara sofia artinya budi atau hikmah.


b.    Landasan Religius

Pada dasarnya ingin menetapkan klien sebagai makhluk Tuhan dengan segenap kemuliaannya menjadi fokus sentral upaya bimbingan dan konseling. Landasan ini, terkait dengan upaya mengeintergrasikan nilai–nilai agama dalam proses bimbingan dan konseling. Pendekatan bimbingan dan konseling yang terintergrasikan di dalam dimensi agama, ternyata sangat disenangi oleh masyarakat Amerika.


c.    Landasan Psikologis

Peserta didik sebagai individu yang dinamis dan berada dalam proses perkembangan, mempunyai kebutuhan dan dinamika dalam interaksi dengan lingkungannya. Proses perkembangan tidak selalu berlangsung secara linier (sesuai dengan arah yang dihadapakan atau norma yang dijunjung tinggi). Dalam proses pendidikan, akseptor didik pun tidak jarang mengalami problem stagnasi perkembangan, sehingga menjadikan masalah-masalah psikologis, ibarat : dalam prilaku yang menyimpang atau bersifat kekanak-kanakan.


d.    Landasan Sosial budaya

Dari sisi lain ternyata telah melahirkan efek yang kurang menguntunngkan yaitu dengan mengejalanya aneka macam problem yang semakin kompleks, baik yang bersifat personal maupun sosial.  Sekolah tidak sanggup melepas diri dari situasi kehidupan masyarakat dan mempunyai tanggung jawab untuk membantu para siswa atau akseptor didik baik sebagai pribadi maupun sebagai calon anggota masyarakat. Oleh alasannya yaitu itu, hendaknya menawarkan santunan secara pribadi kepada siswa supaya bisa memecahkan masalahyang dihadapinya.



Sumber https://www.asikbelajar.com