Saturday, February 3, 2018

√ Pengertian Mencar Ilmu Berdasarkan Para Ahli

Pengertian Belajar Menurut Para Ahli – AsikBelajar.Com.  Di dunia ini setiap makhluk yang dilahirkan tidak ada daya dan upaya, demikian halnya manusia. Dia memerlukan derma orang lain dalam memulai hidup dan kehidupan. Kemudian sesudah tumbuh anak insan tadi bisa hidup mandiri, menciptakan karya menyerupai rumah, kendaraan beroda empat dan sebagainya. Semua yang telah dicapai oleh insan tersebut yaitu berkat adanya proses belajar.Jika bayi yang gres dilahirkan tidak menerima derma dari orang lain pasti ia akan binasa. Ia tidak bisa hidup sebagai insan yang seutuhnya, kalau tidak dididik. Bayi yang gres lahir membawa beberapa naluri/insting dan potensi-potensi yang diharapkan untuk kelangsungan hidupnya, tetapi jumlahnya terbatas sekali. Potensi bawaan ini mustahil berkembang tanpa derma dari luar atau insan lainnya.

Belajar yaitu suatu perjuangan atau perbuatan yang dilakukan secara sungguh-sungguh, dengan sistematis dengan mendayagunakan semua potensi yang dimiliki, baik fisik, mental, serta dana, panca indera, otak dan anggota badan lainnya, demikian pula aspek-aspek kejiwaan intelegensi, bakat, motivasi, minat, dan sebagainya. (Khairani, 2013 : 13)


Baca Juga: Memahami Konsep Dasar Belajar (Pengertian Belajar)


Belajar melibatkan tingkah laku, mencakup pikiran, perasaan dan tingkah laris yang nampak. Dengan adanya berguru dari yang belum tahu menjadi tahu, yang belum bisa menjadi bisa dan bertambahnya kecakapan lain. Belajar bisa dilakukan melalui guru, buku-buku, pengalaman sendiri bahkan bisa juga dari orang lain.

Belajar merupakan perubahan tingkah laris yang relatif mantap berkat latihan dan pengalaman. Belajar bergotong-royong yaitu ciri khas insan dan yang membedakannya dengan makhluk lain. Belajar yang dilaksanakan oleh insan merupakan belahan dari hidupnya berlangsung seumur hidup, kapan saja dan dimana saja baik di sekolah, di kelas, di jalanan dalam waktu yang tidak sanggup ditentukan sebelumnya. Namun demikian satu hal sudah pasti bahwa berguru yang dilakukan oleh insan senantiasa dilandasi oleh itikad dan maksud tertentu. (Hamalik,2003: 154)


Ada mata rantai antara pendidikan, berguru dan pembelajaran. Pendidikan lebih merupakan interaksi antara pendidik dan penerima didik. Pendidik melaksanakan kegiatan mendidik, sedangkan penerima didik melaksanakan kegiatan belajar. Dengan demikian pendidikan yaitu proses interaksi yang mendorong terjadinya proses belajar. Upaya pendidikan ini bertujuan biar tercapai perkembangan penerima didik kearah kemandirian dan kedewasaan, baik secara jasmani maupun secara rohani.


Baca Juga: Pengertian Belajar Menurut Teori Behavioristik


Belajar yaitu pengalaman yang universal, setiap orang harus selalu berguru sepanjang hidupnya. Balita harus berguru berbicara, berpakaian dan makan sendiri. Para remaja harus berguru melaksanakan kebiasaan-kebiasaan sosial yang sanggup diterima oleh masyarakat. Orang pandai balig cukup akal harus berguru bagaimana melaksanakan pekerjaan dan memenuhi tanggung jawab kehidupan rumah tangga. Kehidupan sehari-hari penuh dengan problem-problem yang harus dipecahkan dengan belajar. (Fauzi, 2004 : 46)


Baca Juga: Beberapa Pendapat Ahli Tentang Jenis-Jenis Belajar


Belajar merupakan proses dari perkembangan manusia. Semua kegiatan dan prestasi hidup insan yaitu hasil dari belajar. Menurut Soemanto (2006 : 104), “Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia. Dengan belajar, insan melaksanakan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berubah. Semua kegiatan dan prestasi hidup insan tidak lain yaitu hasil dari belajar”.


Ada beberapa teori belajar, di antaranya berdasarkan Aqib (2013) menyatakan di dalam bukunya ada beberapa teori belajar, yaitu :



  1. Teori behavioristic berguru diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku. Perubahan tersebut disebabkan oleh seringnya interaksi antara stimulus dan respons.

  2. Teori behavioristic berguru diartikan kemampuan seseorang melaksanakan respon terhadap stimulus yang tiba kepada dirinya.

  3. Teori kognitif diartikan proses untuk membangun persepsi seseorang dari sebuah objek yang dilihat. Oleh alasannya yaitu itu berguru berdasarkan teori ini yaitu lebih mementingkan proses dari pada hasil.

  4. Teori konstruktivisme diartikan upaya untuk membangun pemahaman atau persepsi atas dasar pengalaman yang dialami murid, oleh alasannya yaitu itu berguru berdasarkan teori ini merupakan proses untuk menawarkan pengalaman aktual bagi murid.


Belajar yaitu proses yang berlangsung antara subjek dengan lingkungannya. Sesuai dengan pendapat Khairani (2013 : 5), “Belajar yaitu suatu proses psikis yang berlangsung dalam interaksi antara subjek dengan lingkungannya dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, sikap dan kebiasaan yang bersifat relative konstan/tetap baik melalui pengalaman, latihan praktek”.


Ahli pendidikan modern merumuskan perbuatan berguru sebagai berikut : “Belajar yaitu suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laris yang gres berkat pengalaman dan latihan”. (Aqib, 2005 : 42)

Gagne dan Berliner (Khairani, 2013 : 12), menyatakan bahwa berguru merupakan proses suatu organisme mengubah perilakunya lantaran hasil pengalaman. Belajar mengandung 3 ciri yaitu :



  1. Belajar berkaitan dengan perubahan perilaku.

  2. Perubahan sikap tersebut terjadi lantaran didahului oleh pengalaman.

  3. Perubahan sikap yang disebabkan berguru bersifat relatif permanen.


Perubahan sikap yang diperoleh penerima didik sesudah mengalami kegiatan berguru itu disebut dengan hasil belajar.




Sumber https://www.asikbelajar.com