Sebagai ibukota provinsi, Semarang mempunyai sejarah panjang dalam melawan ketidakadilan penjajahan yang dilakukan oleh bangsa asing. Berbagai insiden penting terkait usaha rakyat sempat terjadi di Semarang, contohnya cerita usaha Dr. Karyadi dan pertempuran palagan Ambarawa.
Semarang merupakan kota yang sibuk pada masa penjajahan dan sempat beberapa kali menjadi basis pemerintahan di wilayah Jawa Tengah. Beberapa bangunan didirikan untuk mendukung acara pemerintahan bangsa abnormal ketika menjajah di Semarang. Sebagian kecil dari bangunan tersebut bahkan sampai kini masih berdiri dengan kokoh yang seolah menjadi saksi bisu atas semangat membara rakyat Semarang dalam melawan penjajahan.
1. Lawang Sewu

Lawang sewu dibangun pada 1904 dan selesai pada 1907. Pada masa penjajahan Belanda bangunan lawang sewu merupakan Pusat Perusahaan Kereta Api yang berjulukan Netherlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Setelah kemerdekaan Indonesia bangunan ini sempat dialihfungsikan menjadi Kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) lalu Kantor Prasarana Komando tempat Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah Kementerian Perhubungan Jawa Tengah sebelum jadinya di menjadi destinasi wisata dan museum.
2. Gereja Blenduk

Gereja blenduk yang ketika ini berjulukan GPIB Immanuel Semarang merupakan gereja kristen tertua di Semarang yang dibangun oleh masyarakat Belanda pada tahun 1753. Bangunan gereja blenduk berbentuk oktagonal dengan arsitektur interior didasarkan atas salib Yunani. Gereja blenduk bertempat di Jalan Letjen Suparapto 32.
3. Gedung Marba

Gedung marba merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan belanda yang lokasinya bersebrangan dengan gereja blenduk. Gedung marba dibangun untuk mengenang jasa Marta Bardjunet salah seorang warga Yaman. Pada masa penjajahan gedung marba difungsikan sebagai kantor usaha pelayaran dan Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL).
4. Gedung Keuangan Negara Semarang

Awalnya berjulukan Het Groot Huise, gedung keuangan negara di Kota Semarang dulunya pernah beberapa kali mengalami pergantian fungsi, mulai dari balaikota, kantor polisi, kantor karesidenan, kantor pos dan keungan, serta Ruang Sidang Raad Van Justice. Arsitekturnya yang unik sebab berbentuk kotak dan jikalau dilihat dari atas nampak menyerupai balok gedung ini lalu disebut sebagai gedung papak.
5. Kantor Pos Semarang

Berlokasi sempurna disamping gedung keungan negara, kantor pos Semarang merupakan salah satu bangunan kantor pos tertua di Indonesia. Dari awal sampai selesai pembangunannya, gedung ini konsisten difungsikan sebagai kantor pos. Sempat mengalami pemugaran pada tahun 1979. Di depan gedung ini terdapat tugu titik nol kilometer Kota Semarang.
Sumber https://phinemo.com