Kriteria Rumah Sehat Idaman – Rumah merupakan kebutuhan pokok insan selain makanan dan pakaian. Arti dari bangunan kokoh itu tidak hanya sebagai hunian melepas lelah sesudah bekerja saja. Tetapi lebih dari itu.
Rumah harus menjadi titik awal di mana kita membangun kehidupan yang layak, sehat, harmonis, dan sejahtera. Tidak harus mewah, yang penting memenuhi kriteria-kriteria rumah sehat. Maksudnya rumah sehat ialah rumah yang kondisi fisik, biologi, kimia, dan unsur-unsur yang terdapat di dalamanya …
… memungkinkan penghuni mendapat kenyamanan dan derajat kesehatan yang tinggi.
Rumah sehat mempunyai parameter standar yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 829/Menkes/SK/VII/1999 yang bisa dibaca di sini.
Inti dari Keputusan Menteri di atas yaitu, rumah sehat harus mempunyai syarat sebagai berikut.
Daftar Isi
- 1. Ventilasi yang Baik
- 2. Lantai yang Tidak Berdebu pada Musim Kemarau dan Tidak Becek pada Musim Hujan
- 3. Atap Rumah Sehat
- 4. Cahaya yang Cukup
- 5. Luas Bangunan yang Sesuai
- 6. Fasilitas-fasilitas Rumah Sehat
- 7. Jarak Septictank Ideal
- 8. Taman yang Sejuk dan Sehat
- 9. Hal-hal yang Harus Dilakukan di Rumah Sehat
1. Ventilasi yang Baik

Rumah sehat harus mempunyai ventilasi di semua ruangan. Hal ini akan menjadikan sirkulasi udara di dalam rumah lancar sehingga ruangan tetap terjaga kesegarannya, dan yang lebih penting baik bagi kesehatan seluruh penghuni rumah.
Kekurangan ventilasi akan menjadikan ketidakseimbangan kadar O2 dan CO2 di dalam rumah. Kadar CO2 yang bersifat racun hasil dari pembuangan menjadi meningkat, dan O2, gas yang diharapkan paru-paru, kadarnya menurun.
Kurangnya ventilasi juga akan meningkatkan kelembapan di dalam ruangan lantaran terjadi proses penguapan cairan dari kulit dan penyerapan.
Nah, kelembapan menjadi ‘suasana’ yang menyenangkan bagi bakteri-bakteri patogen (penyebab penyakit) menyerang manusia. Hal ini tentu tidak lolos standar yang telah ditetapkan KepMen di atas.
Sudah dibaca?
Ventilasi ada 2 macam, yaitu:
Ventilasi Buatan
Sirkulasi udara yang terjadi dengan memakai alat-alat khusus menyerupai kipas angin dan mesin penghisap udara.
Ventilasi Alamiah
Sirkulasi udara yang terjadi secara alami dari jendela, pintu, lubang angin, dan celah-celah lainnya.
2. Lantai yang Tidak Berdebu pada Musim Kemarau dan Tidak Becek pada Musim Hujan

Hari ini banyak sekali jenis lantai rumah. Ada yang dari semen, ubin, keramik, bahkan sekadar tanah yang dipadatkan. Itu tidak duduk masalah kalau syarat pentingnya terpenuhi, yaitu, tidak berdebu ketika demam isu kemarau dan tidak becek dikala demam isu hujan.
Hal ini tetap merujuk pada Keputusan Menteri di atas yang menyebutkan bahwa bubuk total dilarang lebih dari 150 µg m3.
Ada beberapa hal rekomendai untuk membuat lantai rumah yang sanggup membuat suasana sejuk untuk sebuah ruangan.
Lantai keramik
Pada umumnya lantai ini terdiri dari dua lapisan, yaitu, keramik itu sendiri dan glasur (bagian yang mengkilat) yang membentuk warna dan tekstur pada keramik. Lantai keramik menjadi favorit orang Indonesia lantaran kemudahan mendapatkannya.
Lantai Marmer
Sebuah jenis kerikil kristalin bergairah yang terbuat dari kerikil gamping atau dolomit. Lantai marmer mempunyai aksara yang khas dan bisa membuat rumah minimalis lebih berkelas. Selain itu pori-pori yang lebih besar dari lantai keramik membuatnya lebih simpel menyerap air, tapi di sisi lain agak butuh banyak perhatian dalam membersihkannya supaya marmer tidak bernoda.
Lantai Granit
Bila dibandingkan dengan lantai marmer, granit mempunyai pori-pori yang lebih rapat. Ini menjadikan daya serap terhadap cairannya kecil, hanya 0,05%. Oleh lantaran itu tidak begitu memerlukan cara mengepel lantai granit yang ‘khusus’. Sifat dari lantai granit ialah hambar dan kokoh sehingga cocok untuk menunjukkan suasana sejuk.
Lantai Tegel
Tegel terbuat dari adonan pasir dan semen yang dipoles dengan motif dan pewarnaan yang cantik. Lantai tegel berkarakteristik dingin. Lebih hambar dari keramik. Lantai tegel biasanya dipasang di rumah-rumah tradisional, sehingga cocok kalau kita menginginkan suasana sejuk dan ‘antik’.
Namun kekurangannya ialah lantai tegel ini bergairah kalau masih baru. Mungkin kita yang menginjaknya akan kurang nyaman. Tetapi ada cara untuk menghaluskannya, yaitu dengan mengepelnya dengan ampas kelapa dan solar.
3. Atap Rumah Sehat

Genteng ialah atap yang umum digunakan baik di tempat perkotaan atau pedesaan. Selain terjangkau, genteng juga cocok untuk tempat beriklim tropis menyerupai Indonesia.
Ada beberapa genteng yang bisa kita pakai. Berikut bahan-bahan genteng beserta kelebihan dan kekurangannya.
Genteng Keramik
Genteng ini terbuat dari tanah liat yang telah melewati proses pabrikasi. Oleh lantaran itu, permukaan genteng keramik ini mengkilat. (Kelebihan: menantulkan panas, presisi. Kekurangan: cukup mahal)
Genteng Terakota
Genteng tradisional yang terbuat dari tanah liat. Prosesnya dibakar secara manual. Genteng ini yang banyak digunakan oleh masyarakat. (Kelebihan: harga ekonomis. Kekurangan: ukuran dan variasi tidak beragam)
Genteng Beton
Genteng Beton diproduksi dalam bentuk datar (flat). Genteng beton belakangan sedang popular. (Kelebihan: warna bervariasi, ukuran besar. Kekurangan: Lebih berat, tidak memantulkan panas)
Genteng Metal
Terbuat dari baja lapis ringan yang merupakan adonan dari alumunium, seng, dan silikon yang bergelombang. (Kelebihan: ringan. Kekurangan: ukurannya tipis-tebal. Jika terinjak resiko pecah dan melengkung besar, daya serap panas matahari tinggi)
Genteng Fiber
Terbuat dari adonan semen, serat mineral fiber, dan materi penguat. Genteng fiber ini sekeras beton. Bentuknya lembaran yang bisa digunakan untuk konstruksi dinding, atap, dan plafon. (Kelebihan: ringan, berdimensi besar, bebas asbes. Kekurangan: kurang menyerap panas
4. Cahaya yang Cukup

Rumah yang sehat harus mempunyai pencahayaan yang cukup, artinya tidak terlalu banyak juga tidak terlalu sedikit.
Kekurangan cahaya, utamanya cahaya matahari, akan menjadikan bakteri-bakteri penyakit simpel berkembang, contohnya jamur di lemari. Atau bahkan jamur yang menyebar ke binatang peliharaan menyerupai jamur pada kucing.
Untuk itu pencahayaan ini perlu diperhatikan dengan serius biar rumah yang kita huni tergolong rumah yang sehat.
Cahaya pun terbagi menjadi 2, yaitu:
Cahaya alamiah
Cahaya matahari ialah cahaya alamiah. Tuhan tidak membuat sesuatu kecuali bermanfaat. Bakteri-bakteri patogen bisa musnah dengan cahaya matahari, contohnya basil TBC. Oleh lantaran itu rumah yang sehat harus mempunyai saluran cahaya matahari yang cukup.
Baiknya memang luas jendela ialah 15% — 20% dari luas lantai yang terdapat dalam rumah.
Perlu diperhatikan, jendela harus bisa menjadi saluran cahaya matahari selain juga berfungsi sebagai ventilasi. Usahakan cahaya matahari yang masuk tidak terhalang oleh bangunan lain.
Posisi jendela juga harus diperhatikan biar perputaran matahari dari timur ke barat searah dengan letak jendela biar sinar matahari lebih usang masuk menyinari ruangan dalam rumah.
Cahaya buatan
Menggunakan sumber listrik yang dialirkan ke alat elektronik yang bisa memancarkan cahaya, contohnya lampu TL yang mempunyai efek ultraviolet.
5. Luas Bangunan yang Sesuai

Luas bangunan rumah sehat harus sesuai dengan jumlah penghuni di dalamnya. Tetapi hal ini adakala menjadi sulit untuk dilakukan mengingat kemampuan setiap orang berbeda-beda dalam hal materi, dan tidak bisa seenaknya untuk memperluas bangunan.
Tetapi untuk referensi, perlu untuk disampaikan bahwa luas bangunan yang tidak sebanding dengan jumlah penghuninya akan menjadikan terjadinya ‘rebutan’ O2 yang itu berarti akan menjadi tidak seimbang antara ketersediaan O2 dalam rumah dengan CO2 yang dihasilkan. Ini tidak baik.
Ditambah lagi dengan penjubelan (overcrowded), kalau salah satu penghuni terkena penyakit, akan simpel untuk menular ke penghuni lainnya.
6. Fasilitas-fasilitas Rumah Sehat

Rumah sehat tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga melingkupi kesehatan rohani atau keadaan jiwa. Maka hendaknya rumah sehat itu mempunyai fasilitas-fasilitas sebagai berikut:
- Pembuangan air limbah khusus (air bekas)
- Pembungan tinja
- Pembuangan sampah
- Penyediaan air higienis yang cukup
- Dapur bersih
- Ruang berkumpul keluarga
- Perpustakaan kecil atau mushola
- Taman yang ditanami tanaman obat
7. Jarak Septictank Ideal

Septictank mutlak harus ada di rumah sehat, fungsinya untuk menampung kotoran/tinja. Hal yang harus kita perhatikan ialah jarak septictank dari sumur atau sumber air rumah kita.
Paling minimal jarak antara septictank dengan sumur rumah sehat ialah 7,5 meter. Idealnya memang antara 10 – 30 meter. Hal itu biar air yang kita konsumsi tidak bercampur dengan air serapan dari lingkungan sekitar kita.
8. Taman yang Sejuk dan Sehat

Taman bisa menjadi sumber oksigen tambahan, selain juga menambah kesegaran sekitar rumah sehat kita.
Bila tidak punya halaman, kita bisa menanamnya di dalam pot kemudian disusun sedemikian rupa biar tidak hanya sehat tetapi juga indah. Disarankan memang menanam tanaman obat yang mempunyai manfaat untuk kesehatan.
9. Hal-hal yang Harus Dilakukan di Rumah Sehat

- Bukalah jendela setiap pagi
- Pisahkan sampah kering dan basah, dan buang setiap hari.
- Bersihkan kamar mandi secara teratur minimal seminggu sekali. Kuras air di bak, sikat lantai, dll.
- Bersihkan rumah secara teratur setiap hari; nyapu, sedot debu, pel.
- Bersihkan kulkas minimal 1 bulan sekali.
***
Nah, itu ia kriteria rumah sehat idaman yang satriabajahitam rangkum dari aneka macam sumber.
Semoga bermanfaat!
Sumber https://satriabajahitam.com