Sunday, March 25, 2018

√ Gunung Agung Di Bali Erupsi, Wisatawan Diperlukan Waspada


Gunung Agung yang terletak di Karangasem, Bali mengalami erupsi pada 4 April 2019 pukul 01.31 WITA kemarin. Erupsi Gunung Agung mengeluarkan material vulkanik berupa abu, batu, dan lava pijar. Kolom bubuk vulkanik terlihat berwarna abu-abu dengan intensitas yang cukup tebal mengarah ke barat dengan ketinggian mencapai 2.000 meter dari puncak. Erupsi Gunung Agung terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 37 detik. Suara gemuruh jawaban erupsi Gunung Agung sanggup didengar dalam radius 12 Kilometer.





Sebelumnya Gunung Agung juga sempat mengalami erupsi pada 17 Maret 2019
yang lalu. Erupsi pertama terjadi pukul 08.03 WITA dengan ketinggian kolom abu
yang teramati kurang lebih 500 meter dari puncak. Sedangkan, yang kedua terjadi
pukul 10.30 WITA dengan ketinggian kolom bubuk kurang lebih 600 meter dari
puncak.





Dilansir dari detik.com, PVMBG meningkatkan status Gunung Agung menjadi
Siaga III. Masyarakat setempat dan wisatwan dihentikan memasuki tempat Gunung
Agung dalam radius 4 Km dari puncak kawah. PVMBG juga mengeluarkan dua
rekomendasi terkait erupsi Gunung Agung yang terjadi ketika ini, yakni sebagai
berikut.





  1. Masyarakat disekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan biar tidak berada, tidak melaksanakan pendakian, dan tidak melaksanakan acara apapun di Zona Perkiraan Bahaya yakni di seluruh area di dalam radius 4 Km dari Puncak Kawah Gunun Agung. Zona asumsi ancaman sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan sanggup diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Aging yang paling kasatmata dan terbaru.
  2. Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung biar meragukan potensi ancaman ancaman sekunder berupa pedoman lahar hujan yang sanggup terjadi terutama pada demam isu hujan dan kalau material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan pedoman lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.




Sempat terjadi kepanikan di Pura Besakih ketika Gunung Agung mengalami erupsi. Karena ketika itu Pura Besakih sedang dipadati pengunjung yang beribadah maupun berwisata. Saat Gunung Agung erupsi ramai bunyi pamedek yang saling bersahutan meneriakkan Gunung Agung meletus yang sontak menciptakan para pengunjung berlarian menuju mobil. Kondisi jalanan di area Pura Besakih sempat mengalami kemacetan, namun sesudah sekitar setengah jam berlalu suasana berangsur normal kembali.



Sumber https://phinemo.com