Friday, April 20, 2018

√ Faktor-Faktor Yang Mensugesti Hasil Belajar


Hasil berguru yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor kemampuan siswa dan faktor lingkungan. Menurut Slameto (2010:54), faktor-faktor tersebut secara global sanggup diuraikan dalam dua bagian, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.


a.    Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Yang termasuk kedalam faktor ini adalah:
1)    Faktor jasmani, yaitu meliputi:



  • a)    Faktor Kesehatan. Sehat berarti dalam keadaan baik segenap tubuh beserta bagian-bagiannya/bebas dari penyakit. Kesehatan yaitu keadaan atau hal sehat. Kesehatan seseorang besar lengan berkuasa terhadap belajarnya. Proses berguru seseorang akan terganggu kalau kesehatan seseorang terganggu, selain itu juga ia akan cepat lelah, kurang bersemangat.

  • b)    Cacat Tubuh. Yaitu sesuatu yang mengakibatkan kurang baik atau kurang tepat mengenai tubuh/badan.


2)    Faktor psikologis, yaitu meliputi intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan.



  • a)    Intelegensi yaitu kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapai dan menyesuaikan kedalam situasi yang gres dengan cepat dan efektif, mengetahui/menggunakan konsep-konsep yang aneh secara efektif, mengetahui korelasi dan mempelajarinya dengan cepat.

  • b)    Perhatian berdasarkan Gazali yaitu keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itu pun semata-mata tertuju kepada suatu obyek (benda/hal) atau sekumpulan objek. Untuk sanggup menjamin hasil berguru yang baik, maka siswa harus memiliki perhatian terhadap materi yang dipelajarinya, kalau materi pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka timbulah kebosanan, sehingga ia tidak lagi suka belajar.

  • c)    Minat yaitu kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, alasannya yaitu bila materi pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan berguru dengan sebaik-baiknya, alasannya yaitu tidak ada daya tarik baginya.

  • d)    Bakat yaitu kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu gres akan terlaksana menjadi kecakapan yang kasatmata sesuai berguru dan berlatih. Kaprikornus jelaslah bahwa talenta itu mempengaruhi belajar, kalau materi pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakatnya, maka hasil belajarnya lebih baik alasannya yaitu ia bahagia berguru dan pastilah selanjutnya ia lebih ulet lagi dalam belajarnya itu.

  • e)    Motif akrab sekali hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai. Di dalam memilih tujuan itu sanggup disadari atau tidak, akan tetapi untuk mencapai tujuan itu perlu berbuat, sedangkan yang menjadi penyebab berbuat yaitu motif itu sendiri sebagai daya penggerak/pendorongnya.

  • f)    Kematangan yaitu suatu tingkat atau fase dalam pertumbuhan seseorang, dimana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melakukan kecakapan baru. Kematangan belum berarti anak sanggup melakukan acara secara terus menerus, untuk itu diharapkan latihan-latihan dan pelajaran.

  • g)    Kesiapan yaitu kesediaan untuk memberi response atau bereaksi. Kesediaan itu timbul dari dalam diri seseorang dan juga bekerjasama dengan kematangan, alasannya yaitu kematangan berarti kesiapan untuk melakukan kecakapan. Kesiapan itu perlu diperhatikan dalam proses belajar, alasannya yaitu kalau siswa berguru dan padanya sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya akan lebih baik.


3)    Faktor kelelahan, yang meliputi kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan tubuh. Sedangkan kelelahan rohani sanggup dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang.


b.    Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa, yang termasuk kedalam faktor eksternal adalah:
1)    Faktor keluarga. Siswa yang berguru akan mendapatkan dampak dari keluarga berupa: cara orang renta mendidik, korelasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga.
2)    Faktor sekolah. Faktor sekolah yang mempengaruhi berguru ini meliputi metode mengajar, kurikulum, korelasi guru dengan siswa , korelasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode berguru dan kiprah rumah.
3)    Faktor Masyarakat. Masyarakat sangat besar lengan berkuasa terhadap berguru siswa alasannya yaitu keberadaannya siswa dalam masyarakat. Seperti acara siswa
dalam masyarakat, mass media yang juga besar lengan berkuasa terhadap positif dan negatifnya, dampak dari teman bergaul siswa dan kehidupan masyarakat disekitar siswa juga besar lengan berkuasa terhadap berguru siswa.



Sumber https://www.asikbelajar.com