Populasi ikan purba Coelacanth menjadi daya tarik gres bagi wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat. Sebelumnya pada pertengahan sampai simpulan tahun 2018, publik dunia maya sempat dihebohkan dengan inovasi seekor ikan aneh oleh seorang pemancing di Perairan Waigeo, Raja Ampat. Ikan tersebut ditemukan pada 2 Juli 2018, dan berhasil diidentifikasi pada 14 November 2018.
Saat ditemukan ikan tersebut mempunyai warna paduan antara bubuk dan cokelat-kehitaman. Terdapat juga bintik putih yang tersebar merata di permukaan badan ikan mulai dari tutup insang sampai pangkal ekor. Panjang total badan ikan sekitar satu meter dengan tinggi 247,66 mm.
Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (PSPL) Sorong yang bekerja sama dengan Politeknik Kelautan dan perikanan (Politenik KP) Sorong, serta UPT Kementerian Kelautan dan Perikanan Sorong melaksanakan identifikasi secara molekuler alasannya yakni kondisi ikan yang sudah tidak lagi utuh. Sebagian badan ikan di-fillet dan sebagian lagi sudah dikonsumsi. Dari hasil identifikasi tersebut, sosok ikan aneh yang ditemukan ternyata yakni ikan purba populasi gres dari golongan Coelacanth di Sulawesi.

Selama ini hanya dikenal dua spesies ikan purba Coelacanth yang tersisa di dunia, yaitu Latimeria chalumnae (Afrika) dan Latimeria menadoensis (Sulawesi). Penemuan ikan purba di Raja Ampat membagi Coelacanth menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok Afrika dan Indonesia. Kelompok Indonesia terbagi lagi dalam sub kelompok Sulawesi dan Raja Ampat. Sub kelompok Raja Ampat ini membentuk sub kelompok tersendiri dan terpisah cukup jauh dan signifikan dengan populasi sub kelompok Sulawesi.
Dahulu ikan purba ini hanya sanggup diamati dalam bentuk fosil, dan dipercaya menjadi jembatan evolusi ikan menuju amfibi berdasarkan teori Darwin. Hal ini didukung oleh adanya daging pada pangkal siripnya. Menurut para ahli, ikan coelacanth sudah ada semenjak 400 juta tahun kemudian dan tidak mengalami perubahan morfologi maupun fisiologi sampai sekarang.
Ikan purba Coelacanth sanggup hidup antara 80-100 tahun di perairan maritim dalam sampai kedalaman 700 meter. Namun terkadang juga sanggup ditemui di kedalaman 90-200 meter. Jika anda ingin melihat ikan purba ini secara pribadi anda sanggup melaksanakan aktivitas diving di perairan Raja Ampat pada kisaran kedalaman tersbut. Mungkin agak sulit untuk menemukannya, namun jikalau anda berhasil melihatnya itu akan menjadi pengalaman luar biasa yang tidak sanggup dirasakan semua orang.
Sumber https://phinemo.com