Sunday, April 15, 2018

√ Metode, Penggunaan, Teknik Bercerita Di Paud



Metode bercerita berarti penyampaian kisah dengan bertutur. Berbeda dengan bercerita, metode penyampaian kisah lebih menonjolkan aspek aspek teknis penceritaan lainnya. Metode bercerita lebih menonjolkan pada penuturan mulut bahan dibandingkan aspek teknis yang lain.


Cerita yaitu rangkaian bencana yang disampaikan, baik berasal dari bencana positif (non fiksi) ataupun bencana tidak positif (fiksi). Sedangkan dongeng yaitu sebuah kisah rekaan/tidak nyata/fiksi. Dongeng terdiri dari Fabel (binatang dan benda mati yang bisa bicara seakan-akan ibarat manusia), Sage (cerita petualangan), Hikayat (cerita rakyat), Legenda (asal-usul), Mythe (dewa-dewi, peri, roh halus), Ephos (cerita besar; mahabharata, ramayana, sapur sepuh, tutr tinular). Makara Kesimpulannya yaitu bahwa dongeng ialah cerita, namun kisah belum tentu dongeng. Atau dongeng yaitu bab dari cerita.


Metode bercerita merupakan salah satu cara dalam menunjukkan pengalaman berguru bagi Anak Usia Dini. Dengan membawa kisah kepada anak secara mulut sanggup kuat terhadap perkembangan anak.  Guru yaitu pelaksana bercerita dengan kisah yang menarik dan bisa mengundang perhatian anak. Bercerita yaitu suatu metode komunikasi univeral yang sangat kuat kepada jiwa manusia.


Penggunaan bercerita sebagai salah satu seni administrasi pembelajaran untuk anak usia dini, harus memperhatikan hal sebagai berikut:



  1. Isi kisah harus terkait dengan dunia kehidupan anak, sehingga anak memahami kisah tersebut.

  2. Kegiatan bercerita diusahakan sanggup menunjukkan perasaan gembira, lucu dan mengasyikan dengan kehidupan anak yang penuh suka cita.

  3. Kegiatan bercerita diusahakan menjadi pengalaman yang bersifat unik dan menarik bagi anak.





Untuk sanggup bercerita dengan baik, pendidik (guru) harus memperhatikan hal-hal berikut:

1. Menguasai isi kisah secara tuntas.

2. Memiliki keterampilan bercerita.

3. Berlatih dalam irama dan modulasi secara terus-menerus.

4. Menggunakan perlengkapan yang menarik sesuai dengan tuntutan cerita.


Tenik-Teknik bisa dipakai guru:

1. Membaca eksklusif dari buku cerita.

2. Bercerita dengan memakai ilustrasi gambar dari buku.

3. Meceritakan cerita.

4. Bercerita dengan papan flannel.

5. Bercerita dengan memakai media boneka.

6. Dramatisasi suatu cerita.

7. Bercerita sambil memainkan jari-jari tangan.


Sumber:

Risaldy, Sabil. 2014. Bermain, Bercerita & Menyanyi Bagi Anak Usia Dini. Jakarta: Pt.Luxima Metro Media. Hal. 64-66. Cetakan II.


Baca Juga: Manfaat dan Tujuan Cerita Bagi Anak Usia Dini / klik disini




Sumber https://www.asikbelajar.com