Friday, June 8, 2018

√ 6 Pulau Terpencil Di Makassar Yang Akan Memberimu Pengalaman Berbeda

 


1.  Bermain bersama baby shark dan melihat milky way Pulau Tinabo, Taka Bonerate



Sampai di dermaga Pulau Tinabo, kau akan disambut oleh pelangi yang melintang di atas pulau. Ini moment langka yang tidak sanggup semua orang sanggup ketika mengunjunginya. Suasana Pulau Tinabo sangat sepi, tak ada polusi dan minim cahaya. Saat malam hari, kau sanggup menikmati milky way yang begitu cantik. Deretan bintang mirip lautan terlihat terang tanpa perlu tunjangan alat apa pun. Di pulau kecil berpasir putih ini, kau akan mencicipi sedang menikmati liburan di pulau pribadi. Tak banyak memang penghuni di sini.


Bagian seru, penginapan eksklusif menghadap Pantai menciptakan sinar sunset berwarna orange sanggup menerobos jendela kamar atau gazebo. Atau ketika ingin menelanjangi sunrise bersiaplah untuk ke belakang penginapan sebelu fajar. Pergerakan sunrise itu begitu bagus dari mega merah hingga matahari meninggi di atas garis pantai lembap biru.


 



Pulau Tinabo pun menjadi pulau yang sering dikunjungi alasannya ialah keindahan bawah lautnya dan anti mainstrem, diving dan snorkeling. Selain kedua hal itu, kau sanggup mendatangi kanan kiri dermaga Tinabo. Banyak ikan warna-warni dan koral yang bagus. Pun di sini kau sanggup melihat baby shark berenang bebas tanpa akan menggigit. Bermain bersama binatang bergigi tajam ialah hal yang akan jarang kau temukan. #SaveSharks


 


2. Pulau Lanjukang, dihuni oleh insan ramah berbadan kerdil


 kau akan disambut oleh pelangi yang melintang di atas pulau √ 6 Pulau Terpencil di Makassar yang Akan Memberimu Pengalaman Berbeda

Foto dari Ardiyanta


Pulau Lanjukang, mempunyai pantai menjorok ke laut, mementuk gusung. Pulau yang dihuni sekitar 15 kepala keluarga dengan total penduduk hingga 50 orang tercatat pada akhir tahun 2014. Pulau Lanjukang dihuni oleh orang-orang dengan kondisi fisik mereka yang tidak sempurna. Berbadan kerdil, berpunggung bungkuk, dan berambut pirang dan jarang. Orang-orang menyampaikan ini akhir ijab kabul sedarah yang sering mereka lakukan. Mereka tidak mengenyam pendidikan dan benar-benar terasing dari keramaian. Anak-anak tidak bersekolah dan tiap hari hanya bermain, bermain, dan bermain. Jangan melihat mereka hanya pada fisik. Mereka bahkan ramah dan mau mengembangkan makanan.


Kamu akan menyadari, bahwa hidup dalam kesunyian bukanlah hal yang menyedihkan. Karena alam dan keramahan warga menciptakan mereka terus sanggup menikmati kehidupan walaupun tanpa teknologi.


 


3. Jinato Wall Paradise, spot terbaik menyelam di Pulau Lantigiang, Taman Nasional Taka Bonerate



Mendirikan tenda kemah di pinggiran pantai, lalu menghabiskan sore bersama secangkir kopi dengan memandang lautan lepas dikala matahari akan terbenam. Ini menjadi hal yang harus kau coba. Pulau Lantigian merupakan belahan dari pulau di Kawasan Taman Nasional Nasional Taka Borerate.

Tidak hanya sunset, dari sini sunrise pun tidak mau kehilangan kemegahannya. Pasir putih bertekstur sangat lembut di pulau ini menjadi daerah kura-kura bertelur. Jika beruntung, kau akan bertemu dengan kura-kura tersebut yang sedang mengubur calon anak-anaknya.


Jinato Wall Paradise, inilah salah satu spot paling menarik yang menjadi favorit penyelam di Pulau Lantigian di Taman Nasional Taka Bonerete. Pada spot kedalaman 15-20 meter, mempunyai arus sedang, keindahan terumbu karang yang didominasi hardcoral dan softcoral sangat cocok untuk pemula.


 


4. Pulau Langkai, pulau cermin berwarna biru muda


 kau akan disambut oleh pelangi yang melintang di atas pulau √ 6 Pulau Terpencil di Makassar yang Akan Memberimu Pengalaman Berbeda

Foto dari Ardiyanta


Tidak mirip Pulau Lanjukang yang belum mempunyai kemudahan pendidikan, Pulau Langkai ini sudah menerima suntikan pendidikan untuk bawah umur pulau ini. Pun sudah dimasuki listrik walau hanya dari generator yang mulai beroperasi dari 17.30 hingga 21.00 WITA. Memiliki 3 ruang yang dimanfaatkan untuk sarana pengonatan yang di kunjungi Mantri lokal.


Di pulau ini, masyarakatnya mempunyai kebiasaaan memancing gurita. Baik untuk dijadikan konsumsi sehari-hari ataupun untuk dijual. Dari dermaga, dasa laut terlihat dengan terang dengan terumbu karang yang sangat menggoda. Mereka melambai-lambai ke arahmu untuk dikunjungi.


 


5. Pulau Badi, keramahan ditengah kenaikan ekonomi



Semangkuk mie instan panas hanya dihargai Rp 3.000,-. Kehangatan di tepi pulau kecil ini. Pulau Badi, sering dijadikan daerah persinggahan sebelum kembali ke Makassar. Masyarakat Pulau Badi bergantung pada air hujan. Namun dikala kemarau, terpaksa air sumur yang agak payau menjadi satu-satunya air untuk bertahan. Pulau Badi bukan pulau dengan jumlah jiwa sedikit. Sekitar 2000 jiwa hidup dan menggantungkan hari-harinya di pulau ini.


 


6. Pulau Langkadea, pulau kecil untuk daerah camping


 kau akan disambut oleh pelangi yang melintang di atas pulau √ 6 Pulau Terpencil di Makassar yang Akan Memberimu Pengalaman Berbeda

Foto dari sangkarrang


Dari jauh, pulau Langkadea terlihat mirip kura-kura yang telungkup di air. Pulau tak berpenghuni yang sangat cocok untuk melaksanakan kemping. Pulau ini mempunyai daratan pasir yang memanjang. Memandang jauh ke luar pulau, akan membuatmu berpikir, jikalau saja tiba ombak besar, pulau ini benar-benar akan tersapu dan karam saking kecilnya.



Sumber https://phinemo.com