Monday, July 9, 2018

√ Tips Solo Traveling : Studi Kasus Perjalanan Menuju Pulau Weh Sabang

Pulau Weh salah satu destinasi wisata internasional di ujung barat Pulau Sumatera. Orang luar Aceh butuh biaya besar untuk melancong ke sana. Saya yang tinggal di Banda Aceh, bujet yang diharapkan tak terlalu besar.


Meski demikian perjalanan tersebut tetap membutuhkan persiapan. Saat ke Sabang pada September lalu, saya melaksanakan 7 hal berikut, mungkin sanggup menjadi tumpuan bagi perjalananmu;


 


1.Pastikan punya kenalan yang sudah niscaya menunggu


Pulau Weh salah satu destinasi wisata internasional di ujung barat Pulau Sumatera √ Tips Solo Traveling : Studi Kasus Perjalanan Menuju Pulau Weh Sabang

Siapa tidak mau menginap kalau rumah ibarat ini terletak di pinggir pantai? Foto oleh Makmur Dimila


Ini cukup vital. Saya menentukan solo traveling ke Sabang alasannya yaitu kenalan gres saya sudah menunggu. Dia pun menyambut baik. Dan saya bertindak seperti anggota keluarga gres baginya.


Tinggal di rumah sahabat setidaknya sanggup mengimbangi pengeluaran untuk penginapan dan jajan yang tidak mengecewakan tinggi. Tanpa seorang pun yang kau kenal di Pulau Weh akan kesulitan untuk tinggal lebih lama.


 


2. Alokasikan bujet lebih 1 hari dari target


Biaya fasilitas tidak saya masukkan lagi dalam daftar planning biaya perjalanan. Bahkan tidak untuk biaya makan tiga kali sehari. Saya hanya butuh biaya pergi-pulang dan uang saku selama di sana.


Namun sebaiknya, tambahkan sejumlah uang tak terduga dalam list budget. Kemungkinan kendaraan rusak, tarif tiket masuk objek wisata berubah, atau ada orang yang perlu dibantu akan selalu ada.


Sedia payung sebelum hujan.


 


3.Harus punya keahlian mekanik!


Pulau Weh salah satu destinasi wisata internasional di ujung barat Pulau Sumatera √ Tips Solo Traveling : Studi Kasus Perjalanan Menuju Pulau Weh Sabang

Tugu KM 0 tidak pernah sepi dari pose pengunjung. Pun saya dan sahabat baru. Foto oleh Makmur Dimila


Bawalah peralatan untuk membongkar kendaraan jikalau sewaktu-waktu ketimpa mogok. Akan cukup merepotkan jikakamu tidak punya keahlian khusus mekanik. Jika peralatanmu lengkap, kau sanggup minta bantu pada pengendara yang lewat, tanpa harus mendorongnya ke bengkel.


Pengalaman saya ketika itu, sepeda motor mogok ketika menanjak jalan menuju Tugu KM Nol. Selang bensin bocor. Saya tidak bawa apa-apa. Juga bukan seorang yang paham dunia bengkel. Syukur, seorang warga Sabang pun pribadi menghentikan kendaraannya dan menunjukkan bantuan. Mereka luar biasa ramah!


 


4. Buka mata, indera pendengaran dan juga mulut


Pulau Weh salah satu destinasi wisata internasional di ujung barat Pulau Sumatera √ Tips Solo Traveling : Studi Kasus Perjalanan Menuju Pulau Weh Sabang

Saya takkan pernah duduk menghadap bahari bersama laki-laki ini jikalau tak menyapa ketika berkendara di depan kebunnya. Foto oleh Makmur Dimila


Buka mata, buka telinga, dan buka mulut. Pertama untuk melihat dengan terang siapa dan apa yang sedang kau hadapi. Kedua, untuk mendengar apa saja yang dikatakan orang yang dijumpai. Ketiga, tanggapi apa yang kau lihat dan dengar. Bicaralah pada orang-orang di warung, kebun, pantai, bahkan dalam kapal penyeberangan. Selalu ada warta beterbaran dimana-mana jikalau kau mau ‘peka’.


Tinggal di rumah teman, saya mesti menyimak apa yang diceritakannya. Kadang bertukar pikiran dalam melaksanakan sesuatu. Sarannya ketika saya hendak pergi ke suatu tempat pun sangat berguna.


 


5. Bawalah tripod bila suka memotret


Pulau Weh salah satu destinasi wisata internasional di ujung barat Pulau Sumatera √ Tips Solo Traveling : Studi Kasus Perjalanan Menuju Pulau Weh Sabang

Solo traveller niscaya merindukan foto ibarat ini. Sulit terjadi bila tidak bawa tripod. Foto oleh Makmur Dimila


Sabang terlalu banyak spot untuk diambil fotonya! Ya, mungkin akan hingga membuatmu kebingungan saking banyaknya.


Jika tidak ada orang lain, kau harus siap menjadi model bagi objek fotomu sendiri. Tripod atau tongsis akan menjadi sahabat baikmu di sini.


Saya pun begitu. Tripod kecil sangat membantu untuk menunjang smartphonography saya. Tentunya dengan memakai self timer ketika merekam. Cara ini lebih baik daripada minta bantu orang lain yang kadang hasil jepretannya tidak sesuai harapan.


 


6. Update status di media sosial





Berbagi foto on the spot di akun Instagram yang dibagikan juga ke Facebook, salah satu cara saya


Jangan sepenuhnya perjalanan yang kau tempuh dinikmati sendiri. Tidak ada salahnya sekadar menyebarkan foto atau status di akun media sosial. Di malam hari, carilah warung atau cafe berfasilitas wifi yang banyak bertebaran di Kota Sabang.


Syukur kalau ada yang menanggapi statusmu kemudian kau diajak berjumpa dengannya. Tapi kali ini, mitra saya asal Sabang lainnya sedang ke luar daerah.


Setidaknya, orang-orang yang sedang butuh saya akan tahu kalau saya sedang di luar kota. Dan bagi saya, menyebarkan di medsos juga cara memberikan kabar untuk keluarga.


 


7. Pulang pada waktu yang tepat


Pulau Weh salah satu destinasi wisata internasional di ujung barat Pulau Sumatera √ Tips Solo Traveling : Studi Kasus Perjalanan Menuju Pulau Weh Sabang

Tidak pernah sesantai bersama tiga orang ini jikalau saya pulang sesuai itinerary. Foto oleh Makmur Dimila


Jangan berlama-lama menjadi “gelandangan” di kampung orang. Kamu harus pulang pada waktu yang telah ditentukan dalam itinerary. Tapi sesekali penting juga melanggarnya. Bila memang ada hal yang belum kau penuhi.


Saya dari jadwal tiga hari jadinya harus tambah dua hari lagi. Pulau Weh dengan sahabat gres saya, terlalu dini untuk ditinggalkan. Ada kisah-kisah menarik yang mungkin takkan saya alami jikalau pulang sesuai rencana.[]



Sumber https://phinemo.com