Tuesday, December 25, 2018

Masyaallah, Inilah Waktu-Waktu Mustajabnya Doa Semoga Terkabul

 Allah tidak sempat meninggalkan insan dalam kondisi apa pun Masyaallah, Inilah Waktu-Waktu Mustajabnya Doa Agar Terkabul
Waktu Mustajab Doa dikabulkan. Allah tidak sempat meninggalkan insan dalam kondisi apa pun. Dalam sulit & bahagia, Allah hanya ingin insan bergantung pada kuasa-Nya semata, tak mempercayakan kekuatan sendiri. Tuhan rutin mendengarkan setiap doa yang dilantunkan umat-Nya siang & malam dalam beberapa situasi.

Nah bagaiamana waktu yang mustajab biar doa terkabul ? Waktu doa apa yang paling terbaik biar terkabul?

Waktu-Waktu Mustajabnya Doa Ketika Allah Berkenan

Waktu yang mustajab biar doa dikabulkan dalam islam ialah ketika menciptakan Allah senang mendengarkan doa-doa umat-Nya, ucapkanlah syukur pada banyak berkat yang dibagikan Allah dalam hidup sehari-hari. Segala berkat Allah tak sanggup diukur hanya dengan bencana yang membahagiakan yang dialami sehari-hari. Kejadian yang tak membahagiakan pun merupakan berkat Allah yang tersembunyi. Sulit & senang sebaiknya dihadapi dengan rasa syukur.

Waktu mustajab dikabulkannya doa ialah untuk menciptakan Allah senang mendengarkan doa umat-Nya, lakukanlah kebaikan senantiasa terhadap sesama umat, terhadap sesama ciptaan. Menaati larangan & perintah-Nya, menimbulkan kau insan yang tawakal & tabah yang hanya bergantung pada Allah semata.

Allah senang pada umat-Nya yang tidak selingkuh Dirinya sebagai Pencipta alam semesta. Jalani kehidupan dengan nrimo dengan mempercayakan hati nurani yang higienis sebagai tuntutan berperilaku.

Baca Juga : Subhanallah, inilah 7 golongan insan yang di doa kan malaikat

Semua amalan baik yang dilakukan dalam hidup, akan menciptakan Allah sayang pada kita. Siapakah yang bakal menolak permohonan orang yang disayangi? Begitu juga Allah yang tak bakal menolak permohonan insan yang disayangi-Nya.

Terhadap insan yang tahu bersyukur & menikmati nikmatnya kasih Allah sepanjang hidupnya, bagi orang-orang semacam ini, halangan & tantangan hidup hanya ujian dogma yang menambah ketakwaan terhadap Allah. Terhadap orang-orang semacam inilah Allah selalu mengabulkannya doa-doa orang yang shaleh.

Berhati nrimo ketika memanjatkan doa pada Allah ialah syarat yang penting untuk dikabulkannya sebuah doa. Doa tidak sanggup dilepaskan dari kehidupan kau sebagai umat Allah, bahkan Allah sendiri membagikan perintah terhadap kau umat-Nya untuk berdoa. Walau sebenarnya yang menciptakan murni bukan doa, namun hati yang nrimo yang bakal memurnikan doa.

Doa yang murni dengan posisi batin yang baik ialah ketika orang tersebut sungguh-sungguh merasa tak berdaya di hadapan Allah. & hanya terhadap Allah saja dirinya bergantung sepenuhnya untuk hidupnya. Sebab ketidakberdayaannya, ia memohon terhadap Allah lantaran kemiskinannya. Ia merasa tak memiliki apa pun, tergolong memiliki dirinya sendiri.

Bila kau telah ada pada tahap ketidakberdayaan tersebut & hati kau tidak mendua untuk menginginkan siapa pun tergolong menginginkan manusia, itulah doa yang insya Allah dikabulkan Allah. Dalam posisi semacam itu, kau tidak tahu dari mana datangnya dukungan tidak hanya dari Allah semata.

Itulah posisi yang terbaik, paling mustajab untuk terkabulnya doa-doa. Justru jikalau kau merasa suci & higienis di hadapan Allah, inilah posisi yang tidak cocok kala tiba memohon terhadap Allah. Bukan ukuran duniawi yang dilihat Allah, namun yang dipandang ialah hati yang bersih, pasrah & berserah pada Allah.

Hati yang merasa tak layak menghadap Allah lantaran penuh dengan dosa & cacat cela, & hati yang rugii dosa yang dilakukan ialah hati yang menciptakan Allah berbelaskasihan pada umat-Nya. Bukan kata-kata yang merayu-rayu Allah, ataupun bukan pula bahasa sastra yang tinggi yang berkenan untuk terkabulnya doa terhadap Allah, namun hati yang jujur & menyerahkan segalanya terhadap Allah ialah hati yang dipandang Allah dengan segala doa yang dipanjatkan. Inilah waktu-waktu mustajabnya doa.

Baca Juga : Inilah Manfaat terbesar gerakan shalat bagi tubuh

Al Alquran telah membagikan petunjuk mengenai doa yang dikabulkan Allah. Yang khususnya dari doa insan ialah bukan mengenai terkabulnya doa, namun insan menjadi hamba-Nya melewati doa yang dipanjatkan. Terkabulkannya sebuah doa ialah hadiah Allah semata. & Allah juga memiliki maksud dengan mengabulkan doa, yaitu supaya dogma insan bertambah terhadap Allah.

Jangan enggan berdoa, khususnya di waktu-waktu mustajab sebuah doa, yaitu pada kala hari Arafah ketika semua jemaah haji sedang berhaji di Arafah. Di Arafah, semua jemaah haji disarankan sebanyak mungkin berdoa.

Tidak hanya itu juga doa ketika bulan Ramadhan, kala taraweh, kala sahur. Juga pada hari Jumat, waktu di antara adzan dan iqamat, kala Ba'da (seusai) shalat, tergolong doa malam terbaru seusai berakhir semua shalat harus. dan kala hujan turun. Juga kala berperang dalam jalan Allah ataupun yang lazim disebut fii sabilillah. Saat melawan musuh ialah waktu mustajab bagi terkabulnya doa terhadap Allah.

Waktu-Waktu mustajab dikabulkannya doa lainnya ialah selepas khatam Alqur'an, juga ketika bersujud & pada 1/3 pecahan malam yang terbaru. Dalam doa pada 1/3 malam terbaru itu Allah berjanji untuk mengabulkan doa terhadap siapa saja yang memohon kepada-Nya, juga membagikan ampunan terhadap yang meminta ampun kepada-Nya. Allah juga Maha Mendengar bagi mereka yang tertindas, terzalimi. Mereka yang tertindas, terzalimi menerima perhatian & kasih sayang Allah melewati pengabulan doa-doa mereka dari Allah. Doa mereka juga mustajab di hadapan Allah. Tidak hanya itu, doa yang nrimo dari orang bau tanah terhadap anaknya juga merupakan doa yang mustajab di hadapan Allah.

Nah itulah artikel mengenai waktu mustajab biar doa terkabul. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Baca Juga : 10 Manfaat dan kejaiban shalat tahajud
Sumber http://www.faktakah.com