Showing posts with label Drama. Show all posts
Showing posts with label Drama. Show all posts

Tuesday, May 15, 2018

√ Unsur-Unsur Drama (Intrinsik Dan Ekstrinsik) Lengkap

Unsur-Unsur Drama (Intrinsik dan Ekstrinsik) - Drama merupakan seni pertunjukkan yang mementaskan agresi tugas baik di atas panggung (live) atau sanggup pula non panggung (melalui media televisi, bioskop, dan lain- lain). Perkembangan dunia seni tugas kian semakin bermacam-macam seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Drama disajikan bertujuan untuk menghibur penonton serta memperlihatkan nasehat-nasehat atau pola budpekerti yang disampaikan melalui serangkaian adegan demi adegan dari sebuah drama. Drama yang dimainkan sanggup merupakan suatu kisah masa kemudian (sejarah) yang sengaja dimainkan biasaya untuk mengenang suatu bencana penting di masa lalu. Selain itu, drama sanggup berupa dongeng fiksi atau dongeng yang tidak nyata, buah hasil pemikir dari si pengarang dongeng atau sutradara. Untuk membuat suatu pertunjukkan yang apik, ada unsur- unsur penting yang harus diperhatikan dalam drama. Hal ini bertujuan untuk membuat suatu dongeng yang apik, yang bisa membawa penonton larut dalam setiap scene yang dimainkan oleh bintang film – aktrisnya. Unsur- unsur yang harus diperhatikan dalam drama yaitu:

 

1. Unsur intrinsik


Unsur instrinsik ialah unsur yang membangun suatu drama. Dapat dikatakan, unsur ini ialah komponen yang terdapat di dalam suatu drama. Bagan- potongan yang membangun suatu drama.

Adapun komponen- komponen yang membangun suatu drama yang dikatakan sebagai unsur instrinsik ialah:

a. Judul

Judul merupakan nama suatu drama, atau hal apapun. Dalam karya seni, judul mempunyai peranan penting yang sanggup memperlihatkan isi dongeng secara singkat. Selain itu, dengan melihat judul, kita akan mengetahui beberapa hal atau jalan dongeng dari suatu drama. Judul sanggup memperlihatkan siapa tokoh utama dalam drama tersebut, alur cerita, dan sebagainya.

Sebagai pola suatu drama berjudul “si manis jembatan ancol”, dari judul drama tersebut kita sanggup mengetahui tokoh utama dalam tersebut ialah “si manis” penghuni jembatan ancol.

Setidaknya, dari judul mampu  membuat ingin tau (red: rasa ketertarikan) penonton meningkat. Oleh sebab itu, judul merupakan unsur kunci dalam suatu drama atau seni ainnya (buku, novel, dan lain-lain).

b. Tema

Tema merupakan keseluruhan dari dongeng yang dibentuk tema yaitu pandangan gres pokok yang menjadi dasar atau pokok utama dari drama. Dapat dikatakan tema sebagai “akar” pada suatu drama. Dengan bertolakkan dari tema, unsur-unsur instrinsik drama dikembangkan dan dikarang sedemikian rupa mengikuti tema yang telah ditentukan, menyerupai alur, pertokohan, latar, gaya bahasa, judul, dan lainya.

c. Plot

Plot atau Alur disebut juga sebagai jalan dongeng yang disusun sedemikian rupa dari tahapan-tahaapan bencana sehingga membentuk rangkaian cerita. Tahapan-tahapan dalam alur meliputi

- tahapan awal, pada tahapan awal ini merupakan tahapan pengenalan tokoh- tokoh dongeng serta perwatakan, latar, dan lain sebaginya.
- pemunculan konflik, tahap selanjutnya penonton diajak pada pengenalan konflik. Pada tahap ini, konflik yang merupakan bumbu biar suatu drama lebih menarik akan terjadi. Konflik- konflik ini tentunya melibatkan semua pemain (tokoh). Dalam tahap ini pula penonton akan mengenal alur dari dongeng yang dibuat.
- komplikasi, tahap komplikasi atau tahap peningkatan konflik, semaki banyak insiden-insiden terjadi. Beberapa konflik pendukung akan terjadi untuk menguatkan konflik utama pada alur cerita.
- Klimaks, merupakan tahapan puncak dari konflik yang ada. Ditahapan ini merupakan tahap puncak dari ketegangan yang terjadi mulai dari awal cerita.
- Resolusi, merupakan tahap yang menujukan jalan keluar dari setiap konflik yang ada. Teka teki pada setiap konflik yang terjadi pada awal- awal dongeng akan terungkap pada tahap ini. Sering kali, perwatakan yang aseli dari setiap tokoh akan muncul di tahapan ini. 
- Akhir, pada tahap ini adalahbagian the ending of the story, dalam tahap ini semua konfiks telah terpecahkan dan merupakan final dari cerita.

Macam-macam plot dalam suatu dongeng yaitu:

- Alur maju (prograsif), set dongeng berjalan maju, mulai dari masa kini ke masa yang akan datang.
- Alur mundur (regreasif), kebalikan dari alur progresif. Set dongeng berjalan mundur, yang mana masa kini yaitu sebuah hasil dari konflik-konflik yang terjadi pada masa lalu.
- Alur campuran, alur dongeng yang mencampurkan masa kini dengan masa kemudian dan juga dengan masa depan. Di sebut juga alur bolak- balik. Cerita dengan alur ini mengungkakpakn konflik yang belum selesai dari masa lalu, masa sekarang, dan penyelesaian di masa depan. Saling terkait satu sama lain.

Advertisement
d. Tokoh cerita/ perwatakan

Tokoh dongeng meriupakan individu- individuyang memainkan peran, terlibat dalam dongeng atau konflik pada sebuah drma. Macam-macam tokoh dalam sebuah cerita:

- Berdasarkan peran: tokoh utama (central) merupakan tokoh yang dikuatkan atau tokoh utama dalam sebuah dongeng atau drama. Sedangkan tokoh pemanis (figuran) merupakan tokoh yang membantu atau mendukung cerita. Dalam cerita, sanggup mempunyai beberapa tokoh utama, yang sanggup dikenali dengan sering munculnya dalam cerita. Sedangkan tokoh figuran hanya muncul beberapa scene, kehadirannya hanya untuk menunjang dongeng dari tokoh utama.
- Berdasarkan watak, tokoh antagonis yaitu tokoh yang digambarkan sebagai sosok yang penuh keliciikan, jahat dan penyebab munculnya suatu konflik. Sedangkan tokoh protagonis, merupakan tokoh yang mengalami konflik bersama tokoh antagonis.
- Berdasarkan perkembangan, tokoh statis yaitu tokoh yang relative tetp tidak megalami perubahan dari mulai dongeng hingga akhir. Sedangkan tokoh yang berkembang ialah tokoh yang mengalami perubahan seiring dengan konflik- konflik yang terjadi pada alur cerita.

e. Dialog

Dialog merupakan serangkaian percakapan dalam cerita. Teknik obrolan amat penting bagi sebuah cerita. Masign-masing tokoh sangat dikuatkan denga obrolan yang diucapkan serta gaya atau mimik wajah.

f. Konflik

Konflik merupakan masalah, pertikaian, kontradiksi yang terjadi pada suatu drama. Konflik ini dialami oleh tokoh utama dengan dibantu oleh tokoh-tokoh penunjang. Setiap drama atau dongeng memliki konflik yang berbeda- beda. Konflik sebuah drama akan menambah ketertarikan para penonton. Bahkan sebaiknya bisa mengajak penonton seakan-akan larut dalam pertikaian yang terjadi antar tokoh (red: merasakan). Konflik antar tokoh menyimpan teka-teki yang membuat penonton semakin pensaran dengan kelanjutan dongeng dan bagaimana endingnya.

g. Latar atau setting

Merupakan daerah terjadinya setiap bencana yang berlangsung dalam alur cerita. Tak hanya itu, latar meliputi peralatan, waktu, pakaian, budaya, serta yang berafiliasi dengan kehidupan para tokoh dalam cerita. 

h. Amanat

Tentu dalam sebuah dongeng ingin memberikan sebuah pesan-pesan budpekerti kepada penonton. Amanat ini disampaikan secara tersirat artinya tidak tertulis dalam naskah namun sanggup diambil pesan yang tersirat dari alur, konflik cerita. Ini merupakan potongan amat penting dan dihentikan dilupakan dalam sebuah drama.

i. Bahasa

Bahasa yang dipakai dalam sebuah drama mempunyai kekhasan yang mengacu pada budaya, kehidupan sehari-hari, sosial budaya, serta pendidikan. Bahasa dipakai untuk menghidupkan cerita, biar dongeng senantiasa komunikatif.

 

2. Unsur ekstrinsik


Merupakan unsur yang tiba dari luar namun mensugesti sebuah dongeng yang disajikan. Artinya, unsur-unsur ekstrinsik tidak terlibat pada jalannya certa, namun keberadaan unsur ini sangat mensugesti perkembangan sebuah cerita. Oleh sebab itu, sanggup dijumpai kasus sebuah drama yang terbengkalai dikarenakan oleh faktor ini. Yang termasuk unsur ekstrinsik sebuah drama yaitu:

- Faktor ekonomi,
- Faktor politik
- Faktor sosial- budaya
- Faktor pendidikan
- Faktor kesehatan
- Faktor psikologis pemain dan kru
- Kebijakan pemerintah, dan lain sebagainya.

Sumber http://www.kelasindonesia.com

Thursday, April 19, 2018

√ Pengertian Resensi Dan Klarifikasi Lengkap

Pengertian Resensi dan Penjelasan Lengkap - Resensi merupakan kata yang berasal dari bahasa Belanda yaitu “resentie” dan juga bahasa Latin recensio yang berarti mengulas kembali. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resensi ialah mempertimbangkan, pengulasan, evaluasi sebuah buku. Seorang hebat bahasa, Gorys Keraf mendefinisikan resensi sebagai goresan pena yang berisi wacana ulasan atau evaluasi terhadap suatu karya tulis atau buku Oleh alasannya ialah itu, resensi lebih dikenal dengan istilah ulasan atau bedah buku. Hal ini alasannya ialah memang dalam resensi senantiasa mengulas sebuah buku baik buku fiksi atau nonfiksi, dari sudut pandang penilai (pembuat resensi) dengan banyak sekali norma-norma atau nilai – nilai yang ada. Resensi termasuk goresan pena ilmiah yang memaparkan baik (keunggulan) dan jelek (kelemahan) suatu buku. Melalui resensi para pembaca sanggup mengetahui isi suatu buku secara umum. Sehingga sanggup dijadikan materi pertimbangan bagi pembaca untuk mengacu bacaan. Penulisan resensi dilakukan oleh orang yang mengerti wacana hal-hal yang terkait dengan isi buku tersebut serta paham dengan nilai- nilai atau norma- norma kebenaran yang ada. 

Seperti halnya menulis karya tulis, menulis resensi mempunyai tujuan, manfaat, dan aturan- aturan. Berikut uraiannya.

1. Tujuan Menulis Resensi


Menurut Gorys Keraf, penulisan resensi bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai suatu karya tulis ditinjau dari segi keunggulan serta kelemahan. 
Dengan demikian masyarakat (pembaca) akan mengetahui isi buku tersebut dan akan mengambil keputusan untuk mengapresiasikannya atau tidak. Sedangkan berdasarkan Daniel Samad, menulis resensi bertujuan untuk:

a. Mengungkapkan gosip mengenai isi buku
b. Mengajak masyarakat (pembaca) untuk terlibat dalam menilai, merenungkan, memikirkan problematika yang ada di dalam buku
c. Memberikan pandangan kepada pembaca mengenai isi buku sehingga sanggup dijadikan materi pertimbangan dan sanggup menjawab pertanyaan – pertanyaan yang muncul mengenai buku tersebut

2. Manfaat Penulisan Resensi


Menulis resensi dapatmemberikan banyak manfaat terutama bagi pembaca. Manfaat yang sanggup diberikan antara lain:

a. Menjadi materi pertimbangan para pembaca yang sedang membutuhkanbuku tersebut
b. Bagi penulis resensi sanggup menjadi komplemen nilai ekonomi alasannya ialah biasanya yang diminta untuk menciptakan resensi buku bukan sembarang orang, dan tentunya akan menerima imbalan yang sesuai.
c. Bagi penulis buku, resensi sanggup menjadi sarana promosi buku tersebut serta menjadi sarana  pengembang kreativitas penulis untuk menghasilkan karya –karya yang lebih baik lagi. 

Resensi dibentuk untuk mengulas sebuah buku baik fiksi ataupun nonfiksi. Melalui resensi maka kita sanggup mengetahui apakah buku tersebut layak atau tidak menerima sambutan bagi pembaca. Selain itu, resensi sanggup dijadikan ajang memperkenalkan buku atau karya tulis yang gres diterbitkan. Hanya orang tertentu saja yang sanggup melaksanakan ulasan sebuah buku. Brotowijoyo menungkapkan bahwa terdapat tiga syarat utama bagi seseorang yang sanggup mengulas resensi, antara lain:

1. Memiliki pengetahuan dari sudut bidang buku yang di tulis

Seorang yang diminta meresensi buku ialah ia yang hebat dibidangnya. Misal, seorang diminta untuk merensi buku biologi terbaru maka hebat biologilah yang harusnya mengulas buku tersebut. Begitu juga apabila seseorang diminta untuk mengulas buku fiksi menyerupai novel, maka ia mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai bidang sastra. Resensi merupakan ulasan mengenai suatu karya, oleh alasannya ialah itu harus dibentuk oleh orang – orang yang mengerti di bidangnya. 

Advertisement
2. Memiliki kemampuan analisis

Kemampuan analisis juga perlu dimiliki oleh peresensi buku. Pengulasan unsur- unsur yang terdapat pada karya fiksi dinilai patut atau tidak untuk dibaca, apa yang terkandung di dalamnya dan lain- lain. 

3. Mengetahui karya sejenis

Seorang yang memang dikenal mahir dalam bidangnya tentu mengetahui perkembangan karya tulis. Sehingga dikala diminta menjadi untuk meresensi buku akan dnegan mudahnya mengulas buku tersebt dan membandingkan dengan karya- karya terdahuu yang sejenis. 

Karena resensi ialah goresan pena ilmiah, maka terdapat beberapa aturan/ sistematika penulisan yang mana mempunyai unsur- unsur berikut:

1. Judul resensi 

Menggambarkan isi ulasan buku secara umum. Pemberian judul cukup dengan kata atau kalimat yang lugas, singkat, dan tidak menimbulkan makna ganda yang memicu salah penafsiran.

2. Identitas buku, 

Pada penggalan mengungkapkan identitas buku, mencakup judul buku, penulis, penerbit, edisi, ketebalan, dan lainnya. 

3. Ikhtisar buku

Menguraikan peride pokok pada tiap-tiap penggalan secara umum. Dapat diartikan bahwa penggalan ini merupakan penggalan ringkasan buku.

4. Kepengarangan

Bagian ini mengungkapkan wacana si pengarang atau penulis, mulai dari karya apa saja yang telah dibuat, prestasi dan lain –lain.

5. Kelemahan dan keunggulan

Di ending goresan pena resensi mengungkapkan keungulan dan kelemahan buku dilihat dari banyak sekali aspek menyerupai kontent, missconseption, unsur – unsur instrinsik –ekstrinsik (buku fiksi ) dan lainnya. Dibagian ini merupakan penggalan penting, alasannya ialah penulis akan menciptakan keputusan yang sanggup dijdikn pola mengenai buku tersebut layak atau tidak menerima sambutan para pembaca. 

Sumber http://www.kelasindonesia.com

Wednesday, February 28, 2018

√ Referensi Naskah Drama Ihwal Pendidikan (Singkat)

Contoh Naskah Drama Tentang Pendidikan (Singkat) - Di bawah ini yaitu pola teks drama yang bertemakan perihal pendidikan. Tema ini diangkat dari permasalahan yang sering terjadi di kalangan masyarakat. Bagaimana kisahnya ? Silahkan dibaca dengan secama !

Drama

Judul   : Menembus Batas 
Tema  : Pendidikan

Karakter :

Afif
Bapak
Ibu
Utari
Riski
Bapak Kepala Sekolah

Alur : Maju
Latar : Rumah Afif, Kelas, Ruang Kepala Sekolah

Skenario



Scene 1 ruang keluarga 

Pagi hari itu, Afif hendak berangkat ke sekolah. Dia pun keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu dimana bapak dan ibunya tengah berbincang – bincang.

Afif     : Pak, tampaknya Afif pulang agak terlambat hari ini !

Bapak : Mau kemana kau ?

Afif     : Afif ingin berguru kelompok, Pak !

Bapak : Lantas apakah kau tidak masuk kerja hari ini ? Bapak udah tiga kali mendapat laporan dari kang Usman bahwa kau tidak masuk kerja.

Afif     : Toko sedang sepi Pak, Kaprikornus Afif rasa mang Usman tidak terlalu sibuk.

Bapak : Kamu jangan menyerupai itu. Kalau kau diberhentikan, mau bayar pakai apa biaya sekolahmu itu !

(Dengan nada yang meninggi)

Ibu      : Sudah toh Pak, biarkan Afif fokus dengan pendidikannya. Biarkan kita saja yang memikirkan duduk kasus biaya itu.

Bapak : Afif sudah besar Buk! Dia harus mandiri. Waktu bapak seusia dia, bapak sudah sanggup menghidupi orang bau tanah dan adik – adik Bapak. Dia kan anak pertama. Kita juga tidak sanggup terus - menerus membantunya. Adik – adiknya saja masih kecil – kecil dan butuh tanggungan kita.

Ibu       :Tapi Pak … (Ibu berusaha memotong pembicaraan bapak)

Afif   : Sudahlah Bu, Afif niscaya tidak akan berhenti bekerja. Tetapi Afif juga ingin berusaha mewujudkan cita – cita Afif untuk melanjutkan pendidikan di sekolah tinggi tinggi.

(Mendengar perkataan Afif, Bapak menjadi marah, dan melemparkan Koran yang ia pegang ke lantai)

Bapak : Apa kau tidak mengerti juga ? Bapak tidak oke jikalau kau kuliah. Bapak kan sudah bilang kalau kau harus bekerja sesudah lulus dari SMA.

Ibu    : Bapak kenapa sih ? Kok malah memarahi Afif begitu ?

Bapak : Sudahlah, Pokoknya Bapak tidak oke jikalau Afif kuliah!

(Dengan wajah yang kesal, Bapak meninggalkan mereka menuju kamarnya)

Ibu     : Maafkan bapak ya Nak,  bapak bertindak menyerupai itu untuk kebaikan kta. Bukannya ibu tidak mendukung cita – cita mu, tetapi keadaan kita yang tidak memungkinkan. Bapak tidak sanggup membiayai kuliah. Dia takut kau putus di tengah perjalanan.

(Ibu memeluk Afif dengan mata yang berkaca - kaca)

Afif   : Iya Bu, Afif mengerti kok apa yang ada di pikiran bapak.



Advertisement
Scene 2 ruang kelas

Kelas sedang sepi alasannya sudah waktunya istirahat. Namun, Afif hanya berdiam di kelas dengan wajah yang sendu. Sekali – sekali ia menundukan wajahnya di atas meja. Utari yang sedang melintas di depan kelas melihat Afif, Dia pun menghampiri Afif.

Utari : Ada apa denganmu Fif ? Kamu terlihat sedih hari ini.

Afif   :Aku bingung, bapakku tidak mengijinkan ku untuk melanjutkan pendidikan di Universitas. Dia lebih menentukan saya untuk bekerja sesudah lulus ini. Padahal, saya ingin sekali berguru di kampus.
Utari  : Kalau kau mempunyai cita-cita yang kuat, mengapa tidak kau teruskan saja rencanamu itu ?

Afif   :Tidak bisa, Aku tidak berani menentang orang tuaku. Lagipula, restu mereka sangat berarti untukku.

(Ketika mereka tengah berbincang, tiba – tiba Riski memanggil Afif dari luar kelas)

Riski  : Fif, kita diminta untuk menemui bapak kepala sekolah kini juga di kantornya.

Afif    : Apa kau tahu mengapa kita dipanggil olehnya ?

Riski  : Aku juga tidak tahu.

Utari : Sudahlah temui saja bapak kepsek di ruangannya.

(Kemudian, mereka pun berangkat menuju ruang kepsek)


Scene 3 ruang kepsek

Di dalam ruangannya, Bapak Kepsek sedang membaca Koran. Beliau ditemani oleh asap yang keluar dari rokok yang ada di asbaknya.

Riski      : Permisi Pak, apa Bapak memanggil kami ?

Kepsek  : Ohh, ya silahkan masuk!

Afif        : Ada apa ya Pak ? Apa kami berbuat salah ?

Kepsek  : Bapak telah mengajukan diri kalian untuk mengikuti jadwal bidik misi di Universitas Negeri Indonesia. Alhamdulilah kalian diterima di sana alasannya nilai dan prestasi kalian yang sangat bagus.

Riski      : Bidik misi itu apa ya Pak ?

Kepsek  : Bidik misi yaitu jadwal pemerintah yang menggratiskan biaya perkuliahan selama masa study kalian.

Riski      : Itu serius Pak,

(Riski melompat dari daerah duduknya)

Kepsek :Tentu saja itu serius.

Riski    : Terimakasih ya Pak, kalau begitu saya permisi sebentar untuk memberitahukan orang tuaku.

(Riski pergi meninggalkan ruangan kepsek dengan wajah yang berseri – seri. Namun, Afif masih termangu di daerah duduknya)

Kepsek  : Kamu kenapa Fif ? Apa kau tidak bahagia dengan gosip ini ?

Afifi      : Bukan begitu Pak, saya justru sangat bahagia mendengarnya. Tapi sayang, orang tuaku tidak mengijinkanku untuk melanjutkan pendidikan. Mereka memintaku untuk bekerja.
Kepsek  : Kalau begitu, Bapak akan coba berbicara dengan orang tuamu sore ini.

(Afif mohon ijin dan kembali ke kelasnya)


Scene 4 rumah afif

(Sore harinya, kepala sekolah bersama Afif mengunjungi rumah orang tuanya)

Kepsek : Maksud dari kedatangan saya ingin meminta ijin Bapak untuk membiarkan Afif meneruskan mimpinya melanjutkan pendidikannya, Pak ?

Bapak  : Maaf Pak, bukannya kami tidak mendukungnya, Tapi kami ini tidak sanggup membiayai biaya perkuliahannya. Meskipun kami paksakan kami takut nantinya ia akan berhenti di tengah jalan.

Kepsek : Kalau masalahnya menyerupai itu, Bapak tidak perlu khawatir. Afif telah mendapat jadwal pemerintah untuk berkuliah tanpa mengeluarkan uang sedikit pun.

Ibu       : Apakah itu benar Pak ?

Bapak  : Program pemerintah apa itu Pak ?

Kepsek: Bidik Misi, yaitu sebuah jadwal untuk membiayai perkuliahan bagi orang – orang yang berprestasi. Kaprikornus Afif tidak perlu lagi membayar biaya perkuliahan.

Bapak  : Alhamdulilah kalau begitu Pak, Saya akan menawarkan ijin kepada Afif.

(Bapak menangis sambil memeluk Afif, Afif pun turut menangis)

Afifi   : Terimakasih Pak, Afif komitmen tidak akan mengecewakan bapak, dan Afif akan menjadi orang yang jago untuk menciptakan bapak dan ibu bangga.

(Suasana ketika itu menjadi sangat haru, mereka pun saling berpelukan dan kepek pun ikut hanyut dalam kegembiraan tersebut). 

*Selesai*

Sumber http://www.kelasindonesia.com

Tuesday, February 27, 2018

√ Pola Naskah Drama 4 Orang (Singkat) Terbaru

Contoh Naskah Drama 4 Orang (Singkat) - Di bawah ini yaitu tumpuan naskah drama yang diperankan oleh 4 orang dengan tema persahabatan. Semoga sanggup menjadi referensi yang bermanfaat buat Anda.

Drama


Judul  : Perkelahian Antar Sahabat
Tema : Persahabatan

Karakter : 
Budi
Diah
Toni
Indra

Latar : Ruang kelas, dan kantin 
Alur   : Maju


Skenario 


Scene 1 Ruang Kelas

Di dalam kelas, dikala sedang istirahat, Budi sedang mengerjakan kiprah yang diberikan oleh gurunya sendirian. Kemudian, Toni dengan wajah yang kesal masuk ke dalam kelas dan menghampiri Budi.

Toni : Hey Budi, Aku tidak menyangka kau tega berbuat ibarat itu denganku !

(Toni memukul meja yang ada di hadapan Budi dengan keras. Lalu, Budi tersentak dan berdiri dari daerah duduknya)

Budi  : Ada apa denganmu ? Kenapa kau tiba – tiba murka ibarat itu ?

Toni  : Tidak usah berlagak tidak tahu apa – apa. Aku tahu kau mengajak Shinta jalan kemarin.

Budi  : Iya terus, apa masalahnya ?

Toni  : Aku tidak suka kau bersahabat – bersahabat dengan Shinta. Kau harus menjauhi ia !

Budi  : Loh ? Kenapa kau mengatur – ngatur saya !

Toni  : Shinta itu yaitu calon pacar aku. Teman macam apa kau ini berani menikung sahabat sendiri.

Budi  : Hey, Shinta kan belum jadi pacarmu. Jadi, saya tidak akan pergi menjauhinya !

Toni  : Dasar Kau ! Apa kau juga menyukainya ?

Budi  : Iya saya juga menyukai Shinta ! Dan saya juga berhak untuk mendekati Shinta.

(Toni yang emosinya memuncak mendorong Budi ke depan kelas)

Toni  : Tidak sanggup ! Kau harus menjauhinya !

Budi  : Tidak akan ! Aku akan terus berada di samping ia !

Toni  : Kurang asuh kau !

(Toni mendaratkan tinjunya ke wajah Budi. Lalu, Budi tersungkur ke lantai.)

Budi  : Kaprikornus kau berani memukul ku ? 

(Budi berdiri dan pribadi menerjang tubuh Anton yang berada di depannya dengan kaki. Kemudian, terjadilah perkelahian antara mereka berdua)

(Diah melintasi ruang kelas yang berada di pojok koridor itu dan melihat Budi dan Anton yang tengah berkelahi)

Diah  : Hey apa – apa kalian ini ? Hentikan !

Budi  : Kau jangan ikut campur ini duduk kasus kami berdua ! 

(Budi dan Toni saling memukul)

(Diah yang tidak sanggup menghentikan mereka berlari ke luar kelas)



Scene 2 Kantin

(Indra sedang menikmati semangkok bakso seorang diri, kemudian Diah tiba menghampirinya)

Diah  : Indra .. Indraa,, Ini gawat !

Indra : Gawat kenapa ? Bisakah kau berkata dengan terang ? kenapa kau tergesa – gesa !

Diah  : Ini gawat pokoknya ! (Diah mencoba memberi tahu Indra. Namun, nafasnya yang tersengal – sengal membuatnya tertahan)

Indra : Tenangkan dulu dirimu ! Sini duduk di sampingku !

Diah  : Tidak ada waktu untuk itu, Toni dan Budi sedang sabung sekarang.

Indra  : Apa ? dimana mereka ?
Advertisement

Diah  : Mereka sabung di kelas. Aku telah mencoba untuk menghentikannya. Tetapi mereka tidak mau mendengarkan. Apa kita harus lapor kepada guru BK ?

Indra : Jangan dulu ! Sekarang anak – anak tengah berada di lapangan dan guru – guru tengah rapat. Pasti mereka berdua akan mendapat eksekusi dari guru BK, Kita harus menghentikan mereka segera!

Diah  : Baiklah bila begitu kita harus berangkat segera !

(Dengan bergegas mereka berdua menuju ruang kelas daerah Budi dan Toni berkelahi)



Scene 3 ruang kelas

(Di dalam kelas, Budi dan Toni masih berkelahi)

Indra  : Hey kalian! Hentikan ini kini juga !

(Mereka berdua tidak mengindahkan perkataan Indra dan terus berkelahi. Namun, Indra yang berbadan besar menarik tubuh Toni dan menyenderkannya di tembok. Sementara itu, Diah memegang tubuh Budi)

Indra  : Sudah hentikan ! Ada apa dengan kalian berdua ini ? Kaliankan sahabat ? mengapa malah bertengkar ?

Budi  : Dia yang mendatangi ku dan mengajak ku sabung !

Toni  : Kau menciptakan saya kesal !

Diah  : Sudahlah ceritakan kepada kami akar dari perkelahian ini !

Toni  : Aku kesal dengan Budi ! Dia kan telah mengetahui bila saya menyukai Shinta tetapi ia malah mendekatinya juga !

Budi  : Kan sudah ku bilang saya juga berhak untuk mendekatinya !

Indra : Jadi, semua yang terjadi ini yaitu gara – gara perempuan ? dasar kalian ! Apakah kalian tidak sadar bila persahabatan kalian yang telah terjalin selama ini telah dirusak oleh seorang perempuan ?

Diah  : Lagian ! Belum tentu juga Shinta mau dengan kalian ! Shinta yaitu gadis popular di sekolah ini. Kaprikornus banyak yang mendekatinya ! Bahkan kemarin saya melihatnya di café bersama Joni.

(Budi dan Toni melongo dan menahan rasa sakit mereka)

Indra : Sudahlah lupakan duduk kasus ini ! Kembalilah berteman !

Diah  : Kalau begitu kalian berdua saling memaafkan alasannya keduanya yang salah.

(Budi dan Toni saling memandang sejenak. Lalu, Toni mendekati Budi dan memeluknya)

Toni  : Maafkan saya Budi ! Aku telah salah memukul ku!

Budi  : Aku juga minta maaf Ton, Aku juga yang salah terlalu terbawa emosi.

Diah  : Sudahlah ! mari kita ke kantin ! sebelum guru dan anak – anak yang lain mengetahui hal ini!

(Mereka berempat kemudian pergi menuju kantin)

Selesai

Sumber http://www.kelasindonesia.com

Friday, February 16, 2018

√ Pola Sinopsis Film Terbaru

Contoh Sinopsis Film Terbaru – Film merupakan salah satu bentuk karya yang menawarkan kemampuan seni tugas para pemainnya. Tak sedikit film bisa menyihir para penonton, dimana mereka turut larut dalam emosi jiwa dalam adegan-adegan yang dimainkan di dalam film. Film sanggup dibeda-bedakan menurut genre, mulai dari romantis hingga yang humoris.

Film sanggup menawarkan kisah yang diilhami dari tragedi nyata, contohnya ibarat habibi dan ainun yang terkenal dengan kisah cinta sejati, atau murni hasil imajinasi sutradara pembuat film. Sejauh pengamatan penulis, film-film buatan luar negeri senantiasa menduduki papan atas box office. Perkembangan dan kemajuan teknologi yang dikuasai hollywood ialah salah satu pendukung kreasi dan daya imajinasi sang pembuat film. Salah satu film yang  sedang terkenal dan akan mewarnai layar bioskop di kota-kota anda pada bulan Juli tahun ini yaitu Minion (penulis langsung pun menyukainya). Pada artikel kali ini penulis akan menyebarkan sinopsis perihal film tersebut. 


Minions (Sinopsis)


Masih dari rumah produksi yang sama (Universal), film besutan Illumination Entertainment ini mengambil plot mundur, yang masih ada kaitannya dengan film terdahulu, Despicable Me 1 Dan 2. Setting film ini diambil di beberapa daerah dan paling menonjolkan Kota New York pada Tahun 1968 dan juga London. Mengambil genre komedi – petualangan, jadi sanggup ditonton bersama keluarga. Film ini menceritakan masa kedatangan Minion lebih dulu ketika di bumi (42 tahun sebelum) sebelum kehadiran Gru pada film Despicable Me. Misi kedatangan  para minion ini ialah mencari majikan yang jahat untuk dilayani. Perjalanannya di bumi dalam rangka mencari majikan amatlah berliku. T-Rex majikan yang pertama kali ditemuinya, mati alasannya ialah ulah merka sendiri, begitu juga para penguasa piramid, drakula, dan  lainnya. Perjalanan mencari majikan tidaklah sulit, namun sulit untuk mempertahankannya. Sampai akhirnya, para minions ini hijrah ke antartika. Tanpa majikan, hidup para minion ini tak tentu arah, mereka merasa hampa, dan lama-kelamaan akan terancam punah. 

Advertisement
Akhirnya, Kevin, minion yang memberanikan diri untuk berpetualang mencari majikan yang layak untuk dilayani bersama dengan minion-minion teman-temannya. Kevin tak sendiri, ia ditemani oleh dua temannya, Stuart dan Bob. Bob merasa ragu dan takut akan perjalanan yang akan dilaluinya, sementara Stuart si penggila pisang senantiasa merasa lapar. Perjalanan panjang melalui darat dan lautan, menciptakan mereka hampir putus asa. Hingga kesannya mereka menemukan kota new york, semangat mereka kembali mencuat. Di kota inilah petualangan mereka mencari seorang majikan yang paling keji dan layak untuk dilayani dimulai.  

Tindakan-tindakan konyol ketiga minion di tengah kota New york ini akan menciptakan Anda tertawa. Di kota New York, terdapat seorang penjahat perempuan pertama yang senantiasa dipuja, Scarlet Overkill yang dimainkan oleh Sandra Bullock. Ketiga minion ini berhasil terpilih menjadi antek Scarlet Overkill, perempuan paling jahat yang ingin menguasai dunia melalui suatu ajang konvensi pencarian talenta penjahat berbakat. Petualangan-petualangan seru ketiga minion ini menjalankan misi-misi jahat dari Overkill penuh dengan hal-hal konyol.

Hingga akhirnya, misi jahat Overkill menghantarkan ketiga minion ini ke London. Misi yang mereka bawa ialah untuk menjatuhkan dan mengambil alih kerajaan Inggris. Petualangan seru ketiga Minion di lingkup kerajaan Inggris diwarnai dengan tantangan dan tetap mereka hadapi dengan hal-hal konyol yang memancing canda tawa. Petualangan merekan tak berhenti seketika mereka sanggup mengambil ambil kerajaan Inggris, konflik internal terjadi antara ketiga minion dengan Scarlet Overkill. Bagaimanakah kelanjutan kisah ketiga minion dalam menyelamatkan populasinya dari kepunahan melawan Scarlet Overkill??? Jangan lewatkan untuk menonton film ini Bulan Juli mendatang. 

Sumber http://www.kelasindonesia.com

Sunday, January 7, 2018

√ Pola Naskah Drama Sangkuriang

Contoh Naskah Drama Sangkuriang - Sangkuriang ialah salah satu dongeng penting dalam dunia legenda Indonesia, berikut ini naskah dramanya. 

Part 1

Dahulu Kala , di sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja berjulukan Prabu Sungging Perbangkara, hidup seorang gadis yang anggun jelita berjulukan Dayang Sumbi. Dayang Sumbi ialah anak dari Prabu Sungging Perbangkara. Karena kecantikannya, Dayang Sumbi banyak menerima lamaran dari para raja dan pangeran dari negeri seberang. Namun Dayang Sumbi tidak mendapatkan satu pun lamaran karena tidak ingin terjadi pertumpahan darah di antara para raja dan pangeran tersebut. Ia kemudian meminta izin pada Ayahnya untuk mengasingkan diri ke hutan. Prabu Sungging pun mengizinkannya. Ia berbagi Dayang Sumbi sebuah pondok di pinggir hutan dan alat tenun untuk Dayang Sumbi. Dayang Sumbi pun tinggal di pondok tersebut.

Suatu malam, ketika Dayang Sumbi sibuk menenun kain, ada suatu hal yang mengganggunya.

Dayang Sumbi : Hmm, malam ini nampaknya tidak ibarat malam-malam biasanya. Aku merasa sangat lelah, padahal kain yang kukerjakan gres selesai setengah. Mungkin saya harus istirahat lebih cepat, tapi akan kukerjakan dulu tenunan ini semampuku.

(Dayang Sumbi menenun sambil terkantuk-kantuk. Tiba-tiba sebuah gulungan benang terjatuh dan menggelinding ke luar pondok)

Dayang Sumbi: Aduh gulungan benangku! Kenapa harus menggelinding ke luar di ketika yang tidak sempurna begini sih. Benang itu niscaya sudah menggelinding jauh ke bawah.

(Dayang Sumbi melongok ke luar pintu untuk memastikan dugaannya)

Dayang Sumbi: Benar, tidak ada di depan rumah. Pasti sudah jauh di bawah. Bagaimana ini ya? Aku ingin mengambilnya, tapi saya sangat lelah. Aku juga takut keluar malam-malam begini.

Dayang Sumbi yang terlihat lemas kemudian duduk di dipan erat alat tenunnya. Tanpa disadari ia bergumam dan mengucapkan sumpah.

Dayang Sumbi: Aku sangat membutuhkan benang itu. Siapapun yang mengambilkan dan memperlihatkan benang itu padaku, apabila perempuan akan saya jadikan saudara, apabila laki-laki akan saya jadikan suami.

Tak usang sesudah Dayang Sumbi mengucapkan sumpahnya, muncul seekor anjing, Anjing itu membawa gulungan benang milik Dayang Sumbi.

Dayang Sumbi: Wah, ini kan benangku. Terima kasih anjing yang baik.

(Dayang Sumbi kemudian teringat sumpahnya)

Dayang Sumbi: Ah, saya telah bersumpah, jadi meskipun kau seekor anjing, saya akan menepati sumpahku.

(Dayang Sumbi memperhatikan anjing itu baik-baik)

Dayang Sumbi: Err... Karena kau laki-laki maka saya akan mengangkatmu menjadi suamiku.

Tiba-tiba muncul keajaiban. Anjing tersebut berubah menjadi seorang laki-laki tampan. Dayang Sumbi yang menyaksikan insiden tersebut sambil terheran-heran.

Dayang Sumbi: Ka..ka..kamu siapa? Kenapa kau bisa muncul dari wujud seekor anjing?

Pria Tampan: Maafkan saya yang mengejutkanmu tuan putri. Aku ialah titisan dewa. Karena malam ini ialah malam purnama, saya sanggup berubah ke wujud asliku.

Dayang Sumbi dan Pria Tampan jelmaan seekor anjing tersebut kemudian memadu kasih. Dayang Sumbi memanggil kekasihnya dengan nama Tumang. Mereka hidup bersama tanpa diketahui oleh siapa pun, termasuk Prabu Sungging Perbangkara. Dari hubungan mereka berdua, lahirlah seorang anak yang diberi nama Sangkuriang.

Part 2

Sangkuriang tumbuh menjadi anak laki-laki ganteng yang rajin dan lincah. Setiap hari ia selalu membantu ibunya dengan berburu rusa, ikan, dan binatang lainnya untuk dimakan. Ia selalu ditemani oleh si Tumang yang berwujud seekor anjing ketika berburu. Sangkuriang tidak mengetahui kalau Tumang ialah ayahnya.

Suatu hari Sangkuriang dan Tumang pergi berburu rusa. Sangkuriang ingin sekali memperlihatkan hati rusa yang nikmat kepada ibunya. Ia dan Tumang berburu seharian, tetapi tidak satu pun rusa yang sanggup ia tangkap hari ini.

(Sangkuriang berhenti berlari dan nafasnya tersengal-sengal kelelahan)

Sangkuriang: Sudah dari pagi hingga siang kita berburu, tapi tidak ada satu pun rusa yang sanggup kita tangkap. 

(Sangkuriang melirik Tumang yang terlihat kelelahan)

Sangkuriang: Kelihatannya kau sudah capek ya, Tumang. Kamu sudah banyak berlari hari ini. Aku juga sudah lelah. Yuk kita pulang.

Tiba-tiba di tengah perjalanan pulang, Sangkuriang melihat seekor rusa. Ia berusaha memburunya.

(Sangkuriang melepaskan anak panah)

Sangkuriang: Ah, kena. Pasti bisa tertangkap kalau dikejar. Ayo Tumang, kejar rusa itu.

(Tumang kelelahan. Ia tak mengejar rusa itu)

Sangkuriang: Tumang! Kenapa kau membisu saja?! Cepat kejar rusa itu biar kita bisa makan malam ini!

(Tumang hanya bergeming, membisu tak bergerak)

Sangkuriang: Tumang! Kalau kau tak mengejar rusa itu, saya akan memanahmu.

Sangkuriang menakut-nakuti Tumang dengan panahnya biar Tumang mau mengejar rusa. Namun sebab Sangkuriang sudah lelah, tak sengaja tangan yang menahan anak panahnya terlepas dan anak panah itu mengenai Tumang. Tumang pun tewas.

Sangkuriang: Aduh, saya tidak berniat membunuhnya, tapi malah begini jadinya.

(Sangkuriang sedikit panik, namun ia berusaha hening dan mengambil keputusan terbaik menurutnya)

Sangkuriang: Hmm, saya tidak berhasil berburu rusa hari ini, jadi saya akan pulang dengan tangan hampa. Tapi  ada Tumang yang tak sengaja terkena panahku. Aku pikir, daripada saya dan ibu tidak makan hari ini, Aku bawa saja daging Tumang. Hati Tumang juga akan kuberikan pada ibu.

Sangkuriang pun membawa daging Tumang ke rumahnya.

Part 3

Sangkuriang hingga di rumah dan menyerahkan daging dan hati si Tumang kepada ibunya. Dayang Sumbi tidak menyadari kalau hasil buruan yang diserahkan anaknya ialah si Tumang.

Sangkuriang: Ibu, ini saya bawa hasil buruan hari ini. Aku sudah memotong-motong dagingnya. Ini juga ada hati kesukaan ibu.

Dayang Sumbi: Wah, anak pintar. Kita akan makan yummy malam ini. Baiklah, Ibu akan memasak.

Sangkuriang: Iya Bu. Aku akan menunggu kuliner ibu yang enak.

Setelah memasak, Dayang Sumbi menyantap masakannya dengan Sangkuriang. Sambil menyantap kuliner yang disajikan, Dayang Sumbi bertanya pada Sangkuriang perihal perburuan hari ini.

Dayang Sumbi: Nak, bagaimana perburuanmu tadi? Menyenangkan?

Sangkuriang: Tidak menyenangkan ibarat biasanya, Bu. Perburuan hari ini sulit. Aku berburu rusa dari pagi tapi sangat sulit menangkap rusa-rusa itu. Aku hingga sangat kelelahan.

Dayang Sumbi: Tapi karenanya kau mendapatkan rusa juga kan. Kamu juga bahkan memperlihatkan hati rusa kesukaan Ibu. Tapi rasanya sedikit berbeda ya.

(Sangkuriang tidak menanggapi sambil terus makan)

Advertisement
Dayang Sumbi: Lalu ke mana Tumang? Biasanya pada ketika makan malam beliau masuk ke dalam rumah. Terakhir beliau berburu denganmu kan Nak?

Sangkuriang : Err... bahwasanya saya tidak menerima seekor rusa pun hari ini, Bu. Aku dan Tumang gagal mengejar rusa untuk kita makan. Saat mengejar rusa, saya tak sengaja memanah Tumang. Lalu saya pikir tidak ada salahnya mengganti daging rusa dengan daging si Tumang biar kita bisa makan hari ini. Toh beliau juga sudah mati.

(Dayang Sumbi kaget mendengar perkataan Sangkuriang)

Dayang Sumbi: Apa kau bilang?! Ja.. jadi yang kita makan ini Tumang?! Dasar anak durhaka! Tumang itu Ayahmu!

(Dayang Sumbi mengambil centong kayu dan memukul pelipis kanan Sangkuriang keras-keras)

Sangkuriang: Aaah sakit Bu!

(Dayang Sumbi menangis dan memukul Sangkuriang lagi di pelipis kirinya dan Sangkuriang jatuh tersungkur)

Dayang Sumbi: Kamu anak durhaka. Kamu membunuh Ayahmu sendiri. Pergi kau dari sini!

Dengan kepala yang terluka dan rasa pusing yang teramat sangat, Sangkuriang pergi dari rumahnya menuju hutan yang gelap di malam gulita. Ia pergi sambil terus menangis. Dayang Sumbi melihatnya sambil menangis. Ia murung melihat anaknya pergi, namun rasa kecewa  menahan dirinya untuk menghentikan Sangkuriang.

Setelah amarahnya reda, Dayang Sumbi memohon suatu hal pada Dewata.

Dayang Sumbi: Wahai Dewa yang Agung, hamba telah menciptakan anak hamba meninggalkan hamba dan hamba tak tahu kapan ia akan kembali. Untuk itu hamba mohon biar rupa hamba tidak berubah hingga hamba bertemu dengan anak hamba sehingga ia sanggup mengenali hamba.

Part 4

Beberapa tahun berlalu. Permohonan Dayang Sumbi dikabulkan oleh Dewata. Walau tahun-tahun sudah berganti, rupa Dayang Sumbi tetap cantik, sama persis ibarat ketika ia mengajukan permohonan dulu. Selama itu pula Dayang Sumbi hidup sebatang kara dan hidup dari menenun.

Suatu hari, seorang cowok berparas ganteng tiba ke rumah Dayang Sumbi. Ia terlihat lelah.

Pemuda Tampan : Jauh juga hutan ini. Aku hingga kelelahan menelusurinya. Perbekalanku juga sudah habis. Eh, ada sebuah pondok kecil. Mungkin saya bisa beristirahat sejenak di situ.

(Pemuda Tampan menghampiri rumah Dayang Sumbi)

Pemuda Tampan: Permisi, apa ada orang di sini? Aku seorang pengembara meminta izin untuk beristirahat sebentar di . . . .

(Dayang Sumbi keluar rumah. Pemuda Tampan tertegun melihat kecantikannya)

Dayang Sumbi: Ah, iya, saya pemilik pondok ini. Kalau tuan pengembara ingin melepas lelah sejenak, tuan boleh singgah sejenak. Silahkan duduk.

(Dayang Sumbi dan Pemuda Tampan duduk di serambi rumah Dayang Sumbi)

Pemuda Tampan: Terima kasih atas kebaikan nona. Sebelumnya perkenalkan, namaku Jaka. Aku sedang mengembara untuk mencari asal-usulku.

Dayang Sumbi: Namaku Dayang Sumbi. Wah, tuan Jaka mengembara hingga ke hutan ini. Apakah dulu keluarga tuan tinggal di sekitar hutan ini?

Jaka : Aku tidak ingat perihal keluargaku. Aku bahkan tidak ingat namaku sendiri ketika ditemukan oleh guruku, Ki Ageng. Ki Ageng yang memberiku nama. Ia juga mengajariku aneka macam macam ilmu. Sampai pada suatu hari, ada perasaan yang mendorongku untuk  mencari asal-usulku. Lalu Ki Ageng menyampaikan padaku untuk melaksanakan perjalanan ke hutan ini biar saya menemukan asal usulku. 

Dayang Sumbi: Semoga tuan Jaka sanggup menemukan asal usul tuan. Aku bahagia bisa membantu dengan memperlihatkan daerah istirahat bagi tuan.

Jaka : Sekali lagi terima kasih nona. Saat ini perbekalanku juga sudah habis. Aku mungkin akan bermalam beberapa hari sambil berburu untuk mengisi perbekalanku. Aku juga akan membantu pekerjaan sehari-hari nona dan memperlihatkan binatang buruan untuk membalas kebijaksanaan nona. 

Dayang Sumbi: Oh, ya, tuan bisa menginap di rumahku ini. Kebetulan ada satu kamar kosong. Itu ialah kamar anak saya, tetapi sudah usang ia tidak pulang. Tuan bisa memakainya.

Jaka : Ah iya, terima kasih atas tumpangannya, nona Dayang Sumbi.

Sejak hari itu, Dayang Sumbi dan Jaka sering bertegur dan melaksanakan acara bersama. Rasa percaya dan perasaan erat di antara keduanya menjadikan benih-benih cinta. Jaka pun menetap lebih lama.

Part 5

Suatu siang, sesudah Jaka selesai berburu, ia dan Dayang Sumbi berbincang-bincang di serambi rumah. 

Dayang Sumbi: Bagaimana perburuan hari ini? Kau sanggup banyak buruan?

Jaka : Cukup banyak. Aku bahkan menerima seekor rusa besar. Sedang kuasapi dagingnya kini biar bisa kita simpan untuk persediaan beberapa hari. Kau tahu? Rusa itu begitu lincah, saya hingga kewalahan menangkapnya. Lihat saja rambutku yang awut-awutan ini. Aku harus bergumul dengannya dulu hingga ia menyerah.

Dayang Sumbi: Hahaha, ibarat seru sekali perburuanmu kali ini. Sini, saya rapihkan rambutmu.

(Jaka tidur di pangkuan Dayang Sumbi. Dayang Sumbi mengambil sisir dan merapikan rambut Jaka)

Saat merapikan rambut Jaka, Dayang Sumbi melihat bekas luka di pelipis kanan Jaka. Ia pikir itu mungkin hanya luka biasa. Namun alangkah terkejutnya Dayang Sumbi ketika menyisir serpihan kiri rambut Jaka. Ia melihat luka yang hampir sama di situ. Dayang Sumbi tertegun. Luka itu niscaya bukan luka biasa. Ia kemudian teringat dengan Sangkuriang anaknya. Ya, luka itu tak salah lagi niscaya milik Sangkuriang. Dayang Sumbi pun tersadar bahwa Jaka bahwasanya ialah anaknya yang telah usang menghilang, Sangkuriang.

Jaka/ Sangkuriang: Kenapa kau berhenti? Rambutku sudah rapih? Kau memang baik. Selain itu kau begitu anggun dan lembut. Dayang Sumbi, sudah usang saya menyukaimu. Aku pun tahu kalau kau menyukaiku. Oleh sebab itu, saya mempunyai satu niat. Aku ingin menikah denganmu.

(Dayang Sumbi yang belum pulih dari rasa terkejut tanggapan mengetahui bahwa Jaka ialah anaknya, kembali terkejut mendengar perkataan Jaka)

Dayang Sumbi: Ah, eh, apa kau bilang? Ingin menikahiku? Err... sebentar dulu Jaka. Aku gres menyadari sesuatu.

(Jaka/Sangkuriang bangun dari tidurnya dan menghadap Dayang Sumbi).

Jaka/ Sangkuriang: Ada apa? Apakah perkataanku aneh? Ya, saya serius ingin menikahimu.

Dayang Sumbi: Tungu dulu Jaka. Begini, dulu saya pernah bertengkar dengan anakku. Aku memukulnya dengan centong kayu. Aku memukul sempurna di kedua pelipisnya. Dan ketika saya menyisir rambutmu tadi, saya gres menyadari kalau kau mempunyai bekas luka yang sama di kedua pelipismu. Aku yakin kalau kau ialah anakku, Sangkuriang. Karena kau anakku, kau tidak sanggup menikahiku.

Jaka/ Sangkuriang: Apa? Aku anakmu? Kau niscaya bercanda. Kalau kau ibuku, kau niscaya sudah menjadi sorang perempuan tua. Namun kau seumuran denganku. Bahkan kau terlihat lebih muda. Kau hanya mencari alasan untuk menolak lamaranku kan?

Dayang Sumbi: Benar. Aku tidak bohong. Lihat saja bekas luka di kedua pelipismu.

Jaka/ Sangkuriang: Aku tidak percaya. Semua orang bisa mempunyai bekas luka ibarat ini.

(Dayang Sumbi berpikir untuk menghindari ijab kabul dengan anaknya. Ia kemudian mempunyai sebuah ide)

Dayang Sumbi: Baiklah kalau kau tetap bersikeras mau menikahiku. Aku mempunyai dua syarat untukmu. Pertama, buatkan sebuah danau dan sebuah bahtera sebagai hadiah ijab kabul kita. Kedua, kau harus menuntaskan danau dan bahtera tersebut sebelum fajar esok hari.

Jaka/Sangkuriang: Membuat danau dan bahtera dalam waktu semalam untukmu? Apa pun syaratnya akan ku kerjakan. Baiklah, saya pergi dulu kini untuk memenuhi syaratmu.

Dayang Sumbi terkejut dengan tindakan Jaka/Sangkuriang yang menyanggupi tantangannya. Ia hingga tak bisa berkata-kata dan melihat Jaka/Sangkuriang pergi sambil terdiam.

Part 6

Jaka/Sangkuriang berhenti dan bertapa di pinggir Sungai Citarum. Dengan ilmu dan kesaktiannya yang diajarkan oleh Ki Ageng, ia sanggup berkomunikasi dengan para jin. Ia meminta proteksi para jin untuk membendung Sungai Citarum sehingga membentuk suatu danau dan menciptakan sebuah kapal yang megah.

Jaka/Sangkuriang: Wahai para jin, saya bertapa ingin meminta proteksi padamu

Pemimpin jin: Apa yang mau kau minta pada kami anak muda?

Jaka/Sangkuriang: Aku ingin meminta proteksi untuk menciptakan sebuah danau dan sebuah kapal yang megah dalam satu malam.

Pemimpin jin: Hanya itu? Hahahaha, seruan yang tidak sulit. Baiklah saya akan menyuruh anak buahku membantumu. Tapi anak buahku hanya membantumu hingga batas terperinci di langit. Ketika langit mulai terperinci dan fajar mulai naik, anak buahku akan pribadi pergi.

Jaka/Sangkuriang: Ya,tidak apa. Terima kasih atas bantuanmu.

Jin-jin yang dimintai proteksi Jaka/Sangkuriang bekerja dengan cepat. Dalam sekejap saja mereka sudah menyusun dinding-dinding untuk membendung Sungai Citarum. Dayang Sumbi yang melihat dari kejauhan mulai khawatir. Ia kemudian memikirkan cara untuk menggagalkan pekerjaan Jaka/Sangkuriang.

Dayang Sumbi: Alangkah saktinya ia. Kalau begini ia bisa memenuhi syarat yang kuajukan dengan mudah. Aku harus menggagalkannya, tapi dengan apa ya?

(Dayang Sumbi melihat kain boeh rangrang hasil tenunannya. Kain itu berwarna putih dan berkilau, persis ibarat matahari terbit.)

Dayang Sumbi: Ah, ya, saya akan mengelabui ia dengan kain itu. Aku akan menciptakan solah-olah fajar telah terbit. Kebetulan saya mempunyai kain tenunan itu dalam jumlah banyak. Aku akan meminta proteksi penduduk desa untuk menebarkannya.

Dayang Sumbi kemudian pergi menuju desa di pinggir hutan. Ia meminta proteksi para penduduk untuk menebarkan kain. Penduduk yang sudah usang mengenal Dayang Sumbi bersedia membantunya.

Part 7

Pekerjaan Jaka/Sangkuriang sudah hampir selesai. Bendungan danau hampir rampung. Kapal sedikit lagi selesai. Namu, ketika tiang pancang kapal akan dipasang, jin-jin yang membantu Jaka/Sangkuriang menghilang.

Jaka/Sangkuriang: Hah?! Kenapa jin-jin itu menghilang? Sedikit lagi bahtera itu selesai. Aku juga yakin kini belum waktunya fajar. Aku sudah menghitungnya.

(Jaka/Sangkuriang melihat ke arah timur. Dari kejauhan ia melihat kaki langit yang berwarna putih dan bersinar)

Jaka/Sangkuriang: Itu..? Benarkah itu fajar? Tidak mungkin. Aku sudah memperhitungkan waktunya. Sekarang seharusnya fajar belum datang.

Tak berapa lama, sinar di timur menghilang. Langit kembali menjadi gelap. Jaka/Sangkuriang yang menyadarinya menjadi geram.

Jaka/Sangkuriang: Argh! Ya, sudah kuduga kalau itu hanya tipuan. Perempuan itu menipuku. Argh!

(Jaka/Sangkuriang menendang bahtera besar yang hampir selesai. Perahu besar tersebut jatuh tertangkub.)

Jaka/Sangkuriang: Aku harus mengejar dan menemuinya.

Jaka/Sangkuriang dengan cepart berlari menuju pondok Dayang Sumbi. Sementara itu, Dayang Sumbi yang melihat Jaka/Sangkuriang mengejarnya dari kejauhan lari, Ia lari menuju Gunung Putri

Dayang Sumbi: Aku harus lari untuk menghindari amarah Sangkuriang. Dewata tolong lindungi hamba dan biarkan Sangkuriang tidak sanggup menemui hamba.

(Dayang Sumbi yang tiba di Gunung Putri seketika bermetamorfosis menjadi setangkai bunga, yaitu Bunga Jaksi)

Jaka/Sangkuriang: Di mana dia?! Aku tadi melihatnya lari menuju daerah ini?! Argh.

Jaka/Sangkuriang terus berlari mencari Dayang Sumbi hingga ia hingga di daerah yang berjulukan Ujung Berung dan menghilang ke alam gaib.

Itulah kisah perihal legenda tangkuban perahu. Kisah perihal ibu dan anak yang terlibat konflik dan hubungan terlarang. Sang Ibu, Dayang Sumbi, berubah menjadi setangkai bunga, dan sang anak, Sangkuriang, hilang tertelan ke alam gaib. Perahu yang jatuh tertangkub tanggapan ditendang oleh Sangkuriang pun berubah menjadi sebuah gunung yang kini dikenal sebagai Gunung Tangkuban Perahu. 

Sumber http://www.kelasindonesia.com

Wednesday, December 6, 2017

√ Cara Menulis Naskah Drama Yang Baik (Bagian 1)

Cara Menulis Naskah Drama yang Baik (Bagian 1) - Sebelum memulai sebuah pertunjukkan drama, biasanya para pemain akan membaca naskah drama terlebih dahulu. Naskah drama ialah kertas yang berisi uraian dongeng yang akan dimainkan/ ditampilkan oleh seluruh pemain drama. Menulis naskah drama bukanlah sebuah hal yang mudah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisannya. Berikut ini ialah cara menulis naskah drama yang baik.

Bagian 1: Buatlah kerangka ceritamu


Dalam menciptakan kerangka cerita, ada beberapa hal yang harus teman – teman perhatikan sebagai berikut.

1) Pilihlah jenis dongeng apa yang akan kau ceritakan


Meskipun setiap dongeng sanggup berbeda, banyak drama terbagi menjadi beberapa kategori yang membantu memudahkan para penonton untuk memahami antara hubungan antar kategori dengan insiden yang mereka lihat. Pikirkanlah ihwal huruf dongeng yang akan kau tulis, kemudian pikirkan bagaimana kau akan mengungkapkan dongeng tersebut. Apakah para huruf tersebut

1. harus memecahkan misteri?
2. melewati beberapa insiden sulit untuk menjadi langsung yang lebih kuat?
3. ihwal pertumbuhan, mulai dari anak kecil yang polos sampai menjadi seseorang yang berpengalaman?
4. pergi melalui sebuah perjalanan?
5. menegakkan keadilan?
6. mengatasi aneka macam problem untuk mencapai sebuah tujuan?

2) Buatlah kerangka bab dari ceritamu


Kerangka bab berbentuk menyerupai alur cerita, mulai dari awal, tengah dan final cerita. Istilah untuk bab – bab tersebut ialah exposition (awal cerita), rising action (tengah dongeng berisi konflik), dan resolution (bagian final berisi solusi). Ketiga bab tersebut pastilah selalu berurutan dan selalu ada dalam drama tidak peduli seberapa usang waktu sebuah drama atau seberapa banyak agresi yang ditampilkan dalam drama. Pikirkanlah bagaimana setiap bab dari ceritamu akan berkembang.

3) Pastikan kau menulis apa saja yang harus ada dalam bab awal dongeng (exposition)


Exposition ialah bab awal dongeng yang memperlihatkan para penonton isu dasar ihwal dongeng yang akan mereka tonton. Informasi dasar tersebut terdiri dari tanggapan dari pertanyaan berikut:

• Kapan dan dimana dongeng tersebut terjadi?
• Siapa pemain/ huruf utama dalam dongeng tersebut?
• Siapa pemain/ huruf lain dalam dongeng tersebut (termasuk pemain antagonis)?
• Apakah permasalahan/ konflik utama yang akan dihadapi oleh para pemain/ karakter?
• Apakah jenis drama tersebut (komedi, romantis, tragedi, dll)?

4) Perhatikan penghubung antara bab awal dongeng yang menuju ke konflik cerita


Pada bab konflik cerita, para huruf akan mengalami insiden – insiden sulit. Konflik utama tiba dikala insiden dimana konflik tersebut terjadi mulai menaikkan emosi penonton. Konflik ini sanggup dialami oleh pemeran utama, pemeran antagonis. Konflik juga sanggup terjadi di sebuah kondisi (seperti perang, kemiskinan, terpisah dari orang yang dicintai), atau konflik dalam diri (seperti mengatasi problem pribadi). Konflik dongeng niscaya mempunyai bab puncaknya, yaitu bab dimana ketegangan memuncak dan emosi penonton dibawa lebih tinggi.

Advertisement

5) Pahamilah perbedaan antara alur dan isi cerita


Cerita dari drama yang kau tulis terdiri dari alur dongeng dan isi cerita. Dua bab inilah yang harus dikembangkan secara baik untuk menarik minat para penonton. Isi dongeng ialah apa yang terjadi di dalam sebuah dongeng drama (berupa insiden / insiden secara kronologis). Sementara itu, alur (plot) ialah jalan dongeng dari awal sampai final yang masuk nalar sehingga mempunyai kekuatan untuk menarik minat penonton untuk menonton drama tersebut. Perhatikan kedua teladan berikut ini ihwal perbedaan antara isi dongeng dan alur cerita:

• Isi cerita:

Pacar dari pemeran utama tetapkan hubungan dengannya. Lalu, pemeran utama tersebut juga kehilangan pekerjaannya alasannya ia terlalu larut dalam kesedihan sehingga jarang masuk kerja dan pekerjaan di kantor terbengkalai.

• Alur cerita:

Pacar dari pemeran utama tetapkan hubungan dengannya. Ia kemudian patah hati dan keadaan psikologi nya kurang baik yang mengakibatkan pekerjaan di kantornya terbengkalai dan ia diharuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. 

Dalam menulis sebuah naskah drama, kau harus menyebarkan sebuah dongeng yang mempunyai isi dongeng yang berpengaruh dan mewujudkan pergerakan dongeng drama (dari awal, bab tengah, dan akhir) yang cepat sehingga ketertarikan penonton untuk tetap melihat drama tersebut akan meningkat. Pada waktu yang sama, kau sebagai penulis sebuah naskah drama harus sanggup memperlihatkan bagaimana insiden / peristia terjadi secara urut dan dengan alur yang tepat. Dengan menyebarkan isi ceriat dan alur dongeng yang tepat, dongeng dramamu akan berjalan dengan baik. Oleh alasannya itulah insiden yang terjadi di antara bab peralihan antara satu bab dengan bab lainnya dalam alur dongeng sangatlah penting.

6) Kembangkan ceritamu


Sebuah dongeng yang baik tidak akan sanggup menarik perhatian para penonton jikalau tidak mempunyai alur yang baik pula. Sebelum menyebarkan cerita, ada baiknya jikalau teman – teman mengetahui ihwal bab – bab dasar dari sebuah cerita. Sebuah dongeng yang baik hendaknya mengandung tanggapan dari pertanyaan berikut ini:

• Dimanakah dongeng tersebut terjadi?
• Siapakah pemeran protagonis (pemeran utama), dan siapakah pemeran kedua (pemeran protagonis) dalam dongeng tersebut?
• Apakah konflik utama yang akan dihadapi oleh pemeran utama dalam dongeng tersebut?
• Apakah insiden / insiden yang mengundang / mengawali terjadinya sebuah konflik utama?
• Apa yang terjadi pada para pemain, terutama pemeran utama, dikala beliau / mereka menghadapi konflik tersebut?
• Bagaimanakah konflik tersebut diselesaikan pada final cerita? Bagaimanakah bab konflik dari dongeng tersebut mensugesti huruf / sikap dari pemeran ddalam cerita?

7) Perdalam ceritamu dengan menyebarkan alur cerita


Saat kau akan menyebarkan sebuah alur dongeng (plot), hendaknya kau mengetahui beberapa pertanyaan sebagai berikut:

• Apakah hubungan antar pemain/ huruf dalam cerita?
• Bagaimana sikap huruf terhadap konflik utama? Karakter yang manakah yang sangat terpengaruh dan bagaimakah bentuk pengaruhnya?
• Bagaimanakah kau menyusun bab dongeng sehingga pemeran/ huruf akan menghadapi konflik utama?

(Cara Menulis Naskah Drama yang Baik (Bagian 2))

Demikianlah cara menulis naskah drama yang baik. Semoga beberapa hal tersebut sanggup membantu memudahkan teman – teman dalam menulis naskah drama. Terima kasih.


Sumber http://www.kelasindonesia.com