Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Tuesday, July 24, 2018

√ Dongeng Motivasi Wacana Keberuntungan

*"Keberuntungan"* kadang memainkan kiprahnya dalam kehidupan manusia, sekalipun kerap tidak masuk akal.
Karena itulah takdir mereka.

Boleh jadi *keterlambatanmu* dari suatu perjalanan yaitu *keselamatanmu*

Boleh jadi *tertundanya pernikahanmu* yaitu suatu *keberkahan*

Boleh jadi engkau *membenci sesuatu* tapi ternyata itu *baik untukmu*, alasannya yaitu *Allah Maha Mengetahui* Sedangkan engkau tidak mengetahui.

Sebab itu, *jangan engkau merasa gundah* terhadap segala sesuatu yang terjadi padamu, alasannya yaitu *semuanya sudah atas izin Allah*

Jangan *banyak mengeluh* alasannya yaitu hanya akan *menambah kegelisahan*.

*Perbanyaklah Alhamdulillah*,  itu yang akan *mendatangkan kebahagiaan.*
*Terus ucap alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah*, hingga engkau tak bisa lagi mengucapkannya.

*Selama kita masih bisa tidur tanpa obat tidur, kita masih bisa bangkit tidur hanya dengan satu bunyi suara, kita terbangun tanpa melihat adanya alat-alat medis yang melekat di badan kita, itu menunjukan bahwa kita hidup sejahtera.*

*Alhamdulillah,* *Alhamdulillah,* *Alhamdulillah,* ucapkan hingga engkau tak bisa lagi mengucapkannya.

*Jangan selalu melihat ke belakang alasannya yaitu disana ada masa kemudian yang menghantuimu.*

*Jangan selalu melihat ke depan alasannya yaitu terkadang ada masa depan yang membuatmu gelisah.*

*Namun lihatlah ke atas alasannya yaitu di sana ada Allah yang membuatmu bahagia.*

Tidak harus banyak teman supaya engkau menjadi populer, *singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian.* Tapi kawanan domba selalu bergerombol.

*Jari-jari juga demikian; kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan kecuali jari jempol beliau yang paling jauh diantara keempat itu.*

Namun perhatikan engkau akan terkejut jikalau semua jari-jari itu *tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya jempol yang sendiri*, yang jauh dari mereka.

Karena itu, bergotong-royong yang diperhitungkan *bukanlah jumlah teman yang ada di sekelilingmu* akan tetapi banyaknya *cinta dan manfaat* yang ada di sekitarmu, sekalipun engkau jauh dari mereka.

Menyibukkan diri dalam amalan/pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari tiga masalah; yaitu *kebosanan, kehinaan, dan kemiskinan*

*Teman itu ibarat anak tangga*, boleh jadi ia *membawamu ke atas* atau ternyata sebaliknya *membawamu ke bawah*, maka *hati-hatilah anak tangga mana yang sedang engkau lalui.*

Hidup ini akan terus berlanjut baik itu engkau tertawa ataupun menangis, alasannya yaitu itu jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat sama sekali.

*Berlapang dadalah*, *maafkanlah*, dan *serahkan urusan insan kepada Tuhan*, alasannya yaitu engkau, mereka, dan kita semua, semuanya *akan berpulang kepadaNya.*

*Jangan tinggalkan sholatmu sekali pun*. Karena di sana, jutaan insan yang berada di bawah tanah, sedang berharap sekiranya mereka diperbolehkan kembali hidup mereka akan bersujud kepada Allah walau sekali sujud.

*Jangan selalu bersandar pada cinta, alasannya yaitu itu jarang terjadi.*

*Jangan bersandar kepada insan alasannya yaitu ia akan pergi*.

*Tapi bersandarlah kepada Allah alasannya yaitu Dialah yang memilih segala sesuatu.*

*Subhanallah wa bihamdihi subhanallah hiladzim.*


Sumber http://es-saga.blogspot.com

√ Pesan Indah Dari Ust. Arifin Ilham

*PESAN INDAH dari Ust. Arifin Ilham* :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.. Cerdasnya orang yg beriman adalah, beliau yg bisa mengolah hidupnya yg sesaat & yg sekejap untuk hidup yg panjang.. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati yakni pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah simpulan dongeng dalam hidup, tapi mati yakni awal
dongeng sebenarnya, maka sambutlah simpulan hidup dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:
.
.
●Pertama,
Tahajjud alasannya yakni kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.
.
●Kedua,
Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.
.
●Ketiga,
Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, alasannya yakni masjid merupakan sentra keberkahan, bukan alasannya yakni panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yg memanggil orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.
.
●Keempat,
Jaga Shalat Dhuha alasannya yakni kunci rezeki terletak pada shalat dhuha
.
●Kelima,
Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yg suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yg berinfak setiap hari.
.
●Keenam
Jaga wudhu terus menerus alasannya yakni Allah mencintai hamba yg berwudhu.
Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Orang yg selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, "ampuni dosa dan sayangi beliau Ya Allah”.
.
●Ketujuh,
Amalkan istighfar setiap saat.
Dengan istighfar dilema yg terjadi alasannya yakni dosa kita akan dijauhkan oleh Allah. *Tiga doa yang janganlah kamu lupakan dalam sujud*

*1. Mintalah diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah :*
Allahumma inni as'aluka husnal khotimah
Artinya : " Ya Allah saya meminta kepada-MU husnul khotimah "

*2. Mintalah semoga kita diberikan kesempatan Taubat sebelum wafat :*
Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut
Artinya: " Ya Allah berilah saya rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat "

*3. Mintalah semoga hati kita ditetapkan di atas Agamanya :*
Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi 'ala diinika
Artinya: " Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU "

Kemudian saya sampaikan,
kalau kamu sebarkan perkataan ini, & kamu berniat baik maka kami doakan mengakibatkan akomodasi urusan urusanmu di dunia & akhirat.

*Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, alasannya yakni tidaklah kamu ketahui amal kebaikan apakah yang sanggup menghantarkanmu ke syurga*

*SELAMAT MENGAMALKAN*


Sumber http://es-saga.blogspot.com

√ { _Semua Yang Ada Di Langit Dan Di Bumi Selalu Meminta Pada-Nya._ _Setiap Waktu Ia Dalam Kesibukan._}

������ *Oase Pagiku* ��������
*Ya Allah!*

{ _Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-Nya._ _Setiap waktu Dia dalam kesibukan._} 

(QS. Ar-Rahman: 29) 

Ketika maritim bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: *"Ya Allah!"* 

Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah galau memilih arah perjalanannya, mereka akan menyeru: *"Ya Allah!"* 

Ketika bencana alam menimpa, bencana melanda, dan peristiwa terjadi,mereka yang tertimpa akan selalu berseru: *"Ya Allah!"* 

Ketika pintu-pintu undangan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah: *"Ya Allah!"* 

Ketika semua cara tak bisa menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, keinginan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru: *"Ya Allah!"* 

Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan duduk masalah hidup, dan jiwa serasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus Anda pikul,menyerulah: *"Ya Allah!"* 

_Kuingat Engkau ketika alam begitu gelap gulita, dan wajah zaman berlumuran bubuk hitam_

_Kusebut nama-Mu dengan lantang di ketika fajar menjelang, dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah_ 

Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati yakni hanya pantas ditujukan ke hadirat-Nya. 

Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arah-Nya untuk memohon pertolongan! Ketika pengecap bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya. Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan kepercayaan kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-Nya, keyakinan akan semakin kokoh. Karena, _{Allah Maha Lembut terhadap hamba-hambaNya._} (QS. Asy-Syura: 19)  

_Allah: nama yang paling bagus, susunan abjad yang paling indah, ungkapan yang paling tulus, dan kata yang sangat berharga. {Apakah kau tahu ada seseorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?}_ (QS. Maryam: 65)

_Allah: milik-Nya semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, kemampuan, dan hikmah. {Milik siapakah kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa lagi  Maha Maha Mengalahkan.}_ (QS. Ghafir: 16) 

Allah: dari-Nya semua kasih sayang, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta dan kebaikan.  { _Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lab. (datangnya)_.}  (QS. An-Nahl: 53) 

Allah: pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan.  

������
_Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan formasi huruf, Kekudusan-Mu tetap mencakup semua arwah._

_Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna, akan lebur, mencair, di tengah keagungan-Mu, wahai Rabku_

_Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan  kesedihan itu awal kebahagian, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan._

_Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak sanggup terpejam ini rasa kantuk dari-Mu yang menentramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata. Wahai Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu. Bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-Mu yang lurus. Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat ke hidayah-Mu._ 

_Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang niscaya tiba dan memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua kecerdikan kancil setan dengan proteksi bala tentara-Mu_.  

_Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua_. 

_Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, alasannya Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong_.
*Aamiin*
������������


Sumber http://es-saga.blogspot.com

Monday, July 23, 2018

√ Inspiratorquran-Inspirasi Menghafal Al-Quran-

*TRUE STORY*

Kisah positif penggugah jiwa.

Inspiratorquran
-Inspirasi Menghafal Al-Qur'an-

Inspirasi 7⃣

Dulu sewaktu saya masih kecil, saya selalu menerima peringkat 1 baik di tingkat SD, SMP, SMA

Semua merasa senang, ibu dan ayah pun selalu memeluk saya dengan bangga. Memeluk dan mencium saya. Keluarga sangat senang melihat anaknya yang berilmu dan berprestasi.

Begitupun ketika saya masuk sekolah tinggi tinggi ternama, tanpa pemanis test.

Orang renta ku bangga, teman-teman ku pun merasa gembira dengan diriku.

Tatkala saya menjalani masa kuliah IPK ku selalu 4 dan saya lulus dari sekolah tinggi tinggi yang bergengsi itu dengan predikat cumlaude.

Semua bahagia, para rektor menyalami ku dan merasa gembira mempunyai mahasiswa ibarat diriku, jangan kau tanya wacana orang renta ku, tentunya mereka orang yang paling bangga, gembira melihat anaknya lulus dengan predikat cum laude. Teman-temanku seperjuangan pun gembira, semua masuk akal memancarkan kebahagiaan.

Lulus dari sekolah tinggi tinggi sekarang ku memasuki perusahan bonafit. Karirku sangat melejit tinggi.

Semua pun merasa gembira dengan diriku, semua kolega-kolega bisnisku selalu menjabat tanganku, semua hormat dan menghargai diriku, teman-teman usang pun selalu menyebut namaku sebagai salah satu orang sukses. Semua orang puji saya.

Namun ketika saya berikrar untuk berjuang bersama barisan pembela rasulullah saw, dan ku buang segala title keduniaan ku, kutinggalkan dunia ku untuk mengejar darul abadi dan ridhanya. Seketika itu pula dunia terasa berbalik. Yaa... Dunia ibarat berbalik. Ku putuskan untuk merantau dan menentukan mempelajari ilmu al-qur'an dan sunnah rasulullah saw, dan kuhafalkan Al-Qur'an 30 juz.

Semua orang mencemooh dan memaki diri saya. Tak ada lagi pujian, tak ada lagi senyum kebanggan, tak ada lagi peluk hangat. Yang ada hanyalah cacian.

Terkadang, orang memaki diriku, buat apa sekolah tinggi-tinggi jikalau masuk pesantren.
Dia itu orang bodoh! Udah punya pekerjaan enak-enak ditinggalin.
Berbagai caci dan maki tertuju untuk diriku, bahkan dari keluarga yang tak jarang menciptakan diriku sedih.

"Apa ada lulusan sekolah tinggi tinggi populer masuk pondok tahfidz? Enggak sayang apa udah dapet kerja enak-enak? Mau makan dari mana?

Kata mereka..

Ya, pertanyaan-pertanyaan itu yang terus menyerang dan menyudutkan diriku.

Hingga suatu ketika..

Ketika fajar mulai muncul.

Aku ajak ibuku pergi untuk shalat berjamaah di masjid. Dimasjid daerah biasa saya menjadi imam.

Itu yaitu shalat subuh yang akan selalu ku kenang.
Ku angkat tangan seraya mengucapkan takbir. " Allaaahuu akbaar" ku agungkan Allah dengan seagung-agungnya.

Ku baca iftitah dalam hati ku, berdesir rasanya.

Kulanjutkan membaca Al-Fatihah, ku lantunkan al-fatihah.

Bismillahirrahmaanirrahiiim, (sampai disini hati ku begetar) ku sebut namanya yang maha pengasih lagi maha penyayang terhadap hambanya.

Alhamdulillahirabbil alamiin... Ku panjatkan puji-pujian untuk rabb semesta alam..

Kulanjutkan bacaan lamat-lamat, ku hayati surah al-fatihah dengan seindah-indahnya tadabbur, tanpa terasa air mata jatuh membasahi wajahku.

Berat pengecap ku untuk melanjutkan ayat, ar-rahmaanirrahiim, ku lanjutkan ayat dengan nada yang mulai bergetar..

Malikiyaumiddin, kali ini saya sudah tak kuasa menahan tangisku.

Iyyaka na'budu wa iyyaka nastaiin, yaa Allah hanya kepadamulah kami menyembah dan hanya kepadamulah kami meminta pertolongan. Hati ku terasa tercabik-cabik seringkali diri ini menuntut kepada Allah untuk memenuhi kebutuhan ku, tapi saya lalai menjalankan kewajiban-kewajiban ku kepada Allah.

Sampailah kepada simpulan ayat dalam surah Al-Fatihah. Ku seka air mata ku, dan ku tenangkan sejenak diriku.

Selanjutnya subuh itu saya putuskan untuk membaca surah 'Abasa. Ku hanyut dalam bacaan ku, terasa syahdu, hingga terdengar isak tangis jamaah sesekali.
Bacaan terus mengalun, sehingga sampailah pada ayat 34.
Tangisku membuncah sejadi-jadinya.

Yauma yafirrul mar'u min akhii, wa ummihii wa abiih, wa shaahibatihi wa baniih, likullimriim minhum yauma idzin sya'nuy yughniih...

Tangisku pun membuncah, tak bisa ku lanjutkan ayat, tubuhku terasa lemas.

Hingga sehabis shalat subuh selesai dalam perjalanan pulang. Ibuku menanyakan kepadaku, "mengapa kau menangis dikala membaca ayat tadi, apa artinya?"

Aku hentikan langkahku dan saya jelaskan pada ibuku. Kutatap wajahnya dalam-dalam. Wahai ibu..

Ayat itu menjelaskan wacana huru hara padang mahsyar dikala simpulan zaman nanti, semua akan lari meninggalkan sudaranya.

Ibunya...

Bapaknya..

Istri dan anaknya..

Semuanya sibuk pada urusan masing-masing.
Bila kita kaya orang akan memuji kita dengan sebutan orang yang berjaya.

Namun ketika simpulan zaman terjadi apalah gunanya segala puji-pujian insan itu.

Semua akan meninggalkan kita. Bahkan ibupun akan meninggalkan saya..

Ibu pun meneteskan air mata, ku seka air mata ibu.

Ku lanjutkan ceritanya, ku pun takut bu bila dimahsyar bekal yang ku bawa sedikit.

Pujian oran yang ramai selama bertahun-tahun pun sekarang tak mempunyai kegunaan lagi.

Lalu kenapa orang beramai ramai menginginkan kebanggaan dan takut menerima celaan. Merekapun tak menghiraukan kehidupan akhiratnya kelak.

Ibu kembali memeluk saya dan tersenyum. Ibu mengatakan, betapa bahagianya punya anak ibarat dirimu.
Baru kali ini saya merasa bahagia, sebab ibuku gembira terhadap diriku.

Berbagai pencapaian yang saya sanggup dulu, walaupun ibu sama memeluk ku namun gres kali ini pelukan itu sangat membekas dalam jiwaku.

Wahai insan sebetulnya apa yang kalian kejar?

Dan apa pula yang mngejar kalian?

Bukankah janjkematian semakin hari semakin mendekat?

Dunia yang menipu jangan hingga menipu dan menciptakan mu lupa pada negeri darul abadi kelak.

Wahai saudaraku, apakah kalian sadar nafas kalian hanya beberapa dikala lagi?

Sebelum lubang kubur kalian akan digali?

Apa yang saya dan kalian banggakan dihadapan Allah dan Rasul?

#InspiratorQuran
-Inspirasi Menghafal Quran-


Sumber http://es-saga.blogspot.com

Sunday, July 22, 2018

√ Inspiratorquran-Inspirasi Menghafal Al-Quran-

*TRUE STORY*

Kisah positif penggugah jiwa.

Inspiratorquran
-Inspirasi Menghafal Al-Qur'an-

Inspirasi 7⃣

Dulu sewaktu saya masih kecil, saya selalu menerima peringkat 1 baik di tingkat SD, SMP, SMA

Semua merasa senang, ibu dan ayah pun selalu memeluk saya dengan bangga. Memeluk dan mencium saya. Keluarga sangat senang melihat anaknya yang berilmu dan berprestasi.

Begitupun ketika saya masuk sekolah tinggi tinggi ternama, tanpa pelengkap test.

Orang renta ku bangga, teman-teman ku pun merasa gembira dengan diriku.

Tatkala saya menjalani masa kuliah IPK ku selalu 4 dan saya lulus dari sekolah tinggi tinggi yang bergengsi itu dengan predikat cumlaude.

Semua bahagia, para rektor menyalami ku dan merasa gembira mempunyai mahasiswa menyerupai diriku, jangan kau tanya ihwal orang renta ku, tentunya mereka orang yang paling bangga, gembira melihat anaknya lulus dengan predikat cum laude. Teman-temanku seperjuangan pun gembira, semua masuk akal memancarkan kebahagiaan.

Lulus dari sekolah tinggi tinggi sekarang ku memasuki perusahan bonafit. Karirku sangat melejit tinggi.

Semua pun merasa gembira dengan diriku, semua kolega-kolega bisnisku selalu menjabat tanganku, semua hormat dan menghargai diriku, teman-teman usang pun selalu menyebut namaku sebagai salah satu orang sukses. Semua orang puji saya.

Namun ketika saya berikrar untuk berjuang bersama barisan pembela rasulullah saw, dan ku buang segala title keduniaan ku, kutinggalkan dunia ku untuk mengejar alam abadi dan ridhanya. Seketika itu pula dunia terasa berbalik. Yaa... Dunia menyerupai berbalik. Ku putuskan untuk merantau dan menentukan mempelajari ilmu al-qur'an dan sunnah rasulullah saw, dan kuhafalkan Al-Qur'an 30 juz.

Semua orang mencemooh dan memaki diri saya. Tak ada lagi pujian, tak ada lagi senyum kebanggan, tak ada lagi peluk hangat. Yang ada hanyalah cacian.

Terkadang, orang memaki diriku, buat apa sekolah tinggi-tinggi jikalau masuk pesantren.
Dia itu orang bodoh! Udah punya pekerjaan enak-enak ditinggalin.
Berbagai caci dan maki tertuju untuk diriku, bahkan dari keluarga yang tak jarang menciptakan diriku sedih.

"Apa ada lulusan sekolah tinggi tinggi populer masuk pondok tahfidz? Enggak sayang apa udah dapet kerja enak-enak? Mau makan dari mana?

Kata mereka..

Ya, pertanyaan-pertanyaan itu yang terus menyerang dan menyudutkan diriku.

Hingga suatu ketika..

Ketika fajar mulai muncul.

Aku ajak ibuku pergi untuk shalat berjamaah di masjid. Dimasjid kawasan biasa saya menjadi imam.

Itu yaitu shalat subuh yang akan selalu ku kenang.
Ku angkat tangan seraya mengucapkan takbir. " Allaaahuu akbaar" ku agungkan Allah dengan seagung-agungnya.

Ku baca iftitah dalam hati ku, berdesir rasanya.

Kulanjutkan membaca Al-Fatihah, ku lantunkan al-fatihah.

Bismillahirrahmaanirrahiiim, (sampai disini hati ku begetar) ku sebut namanya yang maha pengasih lagi maha penyayang terhadap hambanya.

Alhamdulillahirabbil alamiin... Ku panjatkan puji-pujian untuk rabb semesta alam..

Kulanjutkan bacaan lamat-lamat, ku hayati surah al-fatihah dengan seindah-indahnya tadabbur, tanpa terasa air mata jatuh membasahi wajahku.

Berat pengecap ku untuk melanjutkan ayat, ar-rahmaanirrahiim, ku lanjutkan ayat dengan nada yang mulai bergetar..

Malikiyaumiddin, kali ini saya sudah tak kuasa menahan tangisku.

Iyyaka na'budu wa iyyaka nastaiin, yaa Allah hanya kepadamulah kami menyembah dan hanya kepadamulah kami meminta pertolongan. Hati ku terasa tercabik-cabik seringkali diri ini menuntut kepada Allah untuk memenuhi kebutuhan ku, tapi saya lalai menjalankan kewajiban-kewajiban ku kepada Allah.

Sampailah kepada selesai ayat dalam surah Al-Fatihah. Ku seka air mata ku, dan ku tenangkan sejenak diriku.

Selanjutnya subuh itu saya putuskan untuk membaca surah 'Abasa. Ku hanyut dalam bacaan ku, terasa syahdu, hingga terdengar isak tangis jamaah sesekali.
Bacaan terus mengalun, sehingga sampailah pada ayat 34.
Tangisku membuncah sejadi-jadinya.

Yauma yafirrul mar'u min akhii, wa ummihii wa abiih, wa shaahibatihi wa baniih, likullimriim minhum yauma idzin sya'nuy yughniih...

Tangisku pun membuncah, tak bisa ku lanjutkan ayat, tubuhku terasa lemas.

Hingga sehabis shalat subuh selesai dalam perjalanan pulang. Ibuku menanyakan kepadaku, "mengapa kau menangis ketika membaca ayat tadi, apa artinya?"

Aku hentikan langkahku dan saya jelaskan pada ibuku. Kutatap wajahnya dalam-dalam. Wahai ibu..

Ayat itu menjelaskan ihwal huru hara padang mahsyar ketika selesai zaman nanti, semua akan lari meninggalkan sudaranya.

Ibunya...

Bapaknya..

Istri dan anaknya..

Semuanya sibuk pada urusan masing-masing.
Bila kita kaya orang akan memuji kita dengan sebutan orang yang berjaya.

Namun ketika selesai zaman terjadi apalah gunanya segala puji-pujian insan itu.

Semua akan meninggalkan kita. Bahkan ibupun akan meninggalkan saya..

Ibu pun meneteskan air mata, ku seka air mata ibu.

Ku lanjutkan ceritanya, ku pun takut bu bila dimahsyar bekal yang ku bawa sedikit.

Pujian oran yang ramai selama bertahun-tahun pun sekarang tak mempunyai kegunaan lagi.

Lalu kenapa orang beramai ramai menginginkan kebanggaan dan takut menerima celaan. Merekapun tak menghiraukan kehidupan akhiratnya kelak.

Ibu kembali memeluk saya dan tersenyum. Ibu mengatakan, betapa bahagianya punya anak menyerupai dirimu.
Baru kali ini saya merasa bahagia, alasannya yaitu ibuku gembira terhadap diriku.

Berbagai pencapaian yang saya sanggup dulu, walaupun ibu sama memeluk ku namun gres kali ini pelukan itu sangat membekas dalam jiwaku.

Wahai insan bahu-membahu apa yang kalian kejar?

Dan apa pula yang mngejar kalian?

Bukankah ajal semakin hari semakin mendekat?

Dunia yang menipu jangan hingga menipu dan menciptakan mu lupa pada negeri alam abadi kelak.

Wahai saudaraku, apakah kalian sadar nafas kalian hanya beberapa ketika lagi?

Sebelum lubang kubur kalian akan digali?

Apa yang saya dan kalian banggakan dihadapan Allah dan Rasul?

#InspiratorQuran
-Inspirasi Menghafal Quran-


Sumber http://es-saga.blogspot.com

√ Waspadai 5 Langkah Liberalisasi Agama Islam

*WASPADAI 5 LANGKAH LIBERALISASI AGAMA ISLAM*

Kaum liberalis dan Sekuler telah gencar berbagi propaganda yang nampak Islami.
Berikut aneka PROPAGANDA LIBERAL dan balasan kontra-logika sesat terkait :

*1. PROPAGANDA SHALAT*

“Buat apa SHALAT jikalau riya’ tidak ikhlas, alasannya yakni tidak diterima oleh ALLAH SAW. Lebih baik bersihkan hati dulu, nanti jikalau sudah tulus tidak riya’, maka gres shalat biar diterima oleh ALLAH SWT.”

TARGET :

Kalimat ini bertujuan untuk pembenaran meninggalkan shalat dengan “dalih” pencucian hati dulu.

JAWAB :

Wajib shalat walau masih riya’ belum ikhlas, alasannya yakni shalat yakni KEWAJIBAN AGAMA. Setiap muslim, tulus ataupun riya’, rela atau pun terpaksa, tetap WAJIB mendirikan Shalat.

Dan Shalat yakni BENTENG dari segala perbuatan KEJI dan MUNKAR, termasuk riya’, sebagaimana firman ALLAH SWT dalam QS. Al-‘Ankabuut ayat 45.

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat ALLAH (shalat) yakni lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan ALLAH mengetahui apa yang kau kerjakan.”

Justru : Shalat yakni OBAT HATI yang bisa menyembuhkan dan menghilangkan penyakit hati ibarat riya’ dan ‘ujub.
Bagaimana penyakit hati bisa sembuh tanpa mendirikan Shalat?!

*2. PROPAGANDA JILBAB*

“Lebih baik tidak pakai JILBAB, tapi hatinya baik, daripada pakai Jilbab tapi hatinya busuk." Dan kalimat rancu ini, "Lebih baik jilbabkan (jaga) hati dulu spy baik. Baru menjilbab (jaga) fisik kemudian."

TARGET :

Kalimat ini bertujuan untuk membenarkan pelepasan Jilbab dengan “dalih” yang penting hatinya baik.

JAWAB :

Jilbab yakni KEWAJIBAN AGAMA, baik si pemakai berhati baik maupun buruk, maka Jilbab tetap WAJIB dikenakan oleh para Wanita Muslimah sesuai dengan ketentuan Syariat, sebagaimana firman ALLAH SWT :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, bawah umur perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh badan mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih gampang untuk dikenal, alasannya yakni itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah yakni Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Ahzab : 59).

Justru : Jilbab juga termasuk OBAT HATI yang akan ikut merangsang penyembuhan penyakit hati, sekaligus identitas muslimah yang jadi benteng dari segala gangguan.

Karenanya, lebih baik menggunakan jilbab dan berhati baik, daripada berhati baik tanpa jilbab, apalagi berhati busuk tanpa jilbab.

*3. PROPAGANDA KEPEMIMPINAN*

“Lebih baik PEMIMPIN KAFIR asal jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, daripada PEMIMPIN MUSLIM yang khianat, jahat, bejat, ndeso dan pemalas.” Dan kalimat rancu ini, "Lebih baik golput daripada menentukan Pemimpin Muslim yg 'kurang' Islami."

TARGET :

Kalimat ini bertujuan untuk membolehkan orang Kafir memimpin umat Islam di wilayah dominan muslim. Dan meniadakan pemimpin muslim.

JAWAB :

Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta Al-Ijma’ tolong-menolong Orang Kafir HARAM memimpin umat Islam di negeri Islam atau di wilayah dominan muslim.

Kepemimpinan dalam pandangan Al-Qur’an bukan sekadar kontrak sosial antara sang pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi merupakan ikatan perjanjian antara ia dengan Allah SWT, sebagaimana termaktub dalam firmanNya :

وَ إِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيْمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِيْن

“Dan (ingatlah) tatkala telah diuji Ibrahim oleh TuhanNya dengan beberapa kalimat, maka telah dipenuhinya semuanya. Diapun berfirman : Sesungguhnya Aku hendak mengakibatkan engkau Imam bagi manusia. Dia berkata : Dan juga dari antara anak-cucuku. Berfirman Dia : Tidaklah akan mencapai perjanjianKu itu kepada orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-Baqoroh : 2).

Karenanya, lebih baik Pemimpin Muslim yang jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, daripada Pemimpin Kafir yang jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, apalagi Pemimpin Kafir yang khianat, jahat, bejat, ndeso dan pemalas.

*4. PROPAGANDA POLITIK*

“Islam itu suci dan ulama itu mulia, sedang POLITIK kotor. Karenanya, jangan bawa Islam dan ulama ke dalam politik.”  Dan kalimat rancu, "Islam Yes, Politik No." Serta kalimat rancu, "Islam Yes, Demokrasi No."

TARGET :

Kalimat ini bertujuan untuk menjauhkan Islam dan ulama dari politik biar orang orang yg tidak bertanggung jawab bebas dan leluasa mengatur Negara dan Bangsa sesuai “Syahwat Syaithooniyyah”-nya.

JAWAB :

Islam itu suci dan ulama itu mulia, sedang politik (سياسي) itu PENTING untuk mengurus negara dan bangsa. Karenanya, hanya Islam yang suci dan ulama mulia yang boleh masuk ke dalam politik biar tidak dikotori oleh orang orang yg tidak bertanggung jawab

Karenanya, Islam mengakibatkan Kekhilafahan menjadi salah satu Bab penting dalam Fiqih Islam. Dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersama Khulafa Rasyidin Radhiallahu anhum, telah mempraktekkan POLITIK ISLAM yang benar lagi higienis untuk menjadi suri tauladan bagi segenap umat Islam.

*5. PROPAGANDA TATHBIQ SYARIAH*

“SYARIAT ISLAM yakni aturan aturan yang bagus, ketika diterapkan di zaman Generasi Terbaik “shahabat”, maka alhasil bagus.
Sedang zaman kini generasi umat Islam sangat lemah dan tidak bagus, sehingga tak bisa menjalankan Syariah yang begitu paripurna. Karenanya, umat Islam ketika ini jangan sibuk dengan usaha TATHBIQ SYARIAH (penerapan syariah) dulu, tapi harus fokus kepada perbaikan diri sendiri dulu.”

TARGET :

Kalimat ini bertujuan biar umat Islam tidak lagi menperjuangkan Tathbiq Syariah dengan “dalih” memperbaiki diri dulu.

JAWAB :

Syariat Islam yakni aturan aturan yang bagus, dan selalu oleh para shahabat, sehingga menjadi Generasi Terbaik.

Nah, generasi zaman kini yang lemah dan kurang bagus, justru alasannya yakni tidak jalankan Syariat Islam dengan baik.

Karenanya, generasi kini wajib mencontoh para shahabat dalam menjalankan Syariah yang begitu paripurna, sehingga bisa menjadi generasi yang elok juga.

INGAT : Dahulu para shahabat sebelum masuk Islam merupakan Generasi Jahiliyah yang buruk, kemudian masuk Islam dan menjalankan Syariah Islam, sehingga menjadi Generasi Terbaik sebagaimana dipuji oleh ALLAH SWT dalam firmanNya :

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu yakni umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada ALLAH. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka yakni orang-orang yang fasik.”
(QS. Al-Imron : 110).

Kesimpulannya, siapa yang ingin menjadi Generasi Terbaik, maka wajib perjuangkan Tathbiq Syariah, alasannya yakni Syariah lah yang bisa mengubah langsung dan masyarakat menjadi Generasi Terbaik.
* *
�� Silakan dishare sebanyak banyaknya. Semoga menjadi ladang amal jariyah bagi kita. Aamiin

*_“Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala ibarat pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.”_*
[HR. Muslim]
═══════════                   Copas dari tetangga


Sumber http://es-saga.blogspot.com

Sunday, July 15, 2018

√ Hafalkan Meski Tidak Hafal-Hafal

*Hafalkan Meski Tidak Hafal-hafal*

Tetap "ISTIQAMAH" menghafal, meskipun TAK HAFAL-HAFAL, barangkali lewat pintu itu, Allah Ingin menunjukkan banyak karunia-Nya...

Satu aksara Al-Qur'an satu kebaikan, dan satu kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan, satu hurufnya dua kebaikan. Berarti setiap hurufnya 20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan dengan jumlah pengulangan anda.

Al-Qur'an, seluruhnya, ialah kebaikan. Menghafal tak hafal-hafal berarti Anda berlama-lama dalam kebaikan. Semakin usang semakin baik. Bukankah anda menghafal untuk mencari kebaikan.

Ketika Anda menghafal Al-Qur'an, berarti Anda sudah punya niat yang kuat. Rasulullah shallallahu alaihi wa salam menyebut 70 syuhada' dalam peristiwa sumur Ma'unah sebagai qari (hafizh), padahal hafalan mereka belum semua. Ini alasannya ialah seandainya mereka masih hidup, mereka akan terus menghafal. Jadi, meski Anda menghafal tak hafal-hafal, Anda ialah hafizh selama tak berhenti menghafal. Bukankah hafizh yang sebetulnya di akhirat?

Menghafal Al-Qur'an menyerupai masuk ke sebuah taman yang indah. Mestinya anda betah, bukan ingin buru-buru keluar. Menghafal tak hafal-hafal ialah cara Allah memuaskan anda menikmati taman itu. Terseyumlah.

Ketika anda menghafal Al-Quran, meski tak hafal-hafal, maka sanggup dipastikan, paling tidak, selama menghafal, mata Anda, indera pendengaran Anda, dan verbal Anda tidak sedang melaksanakan maksiat. Semakin usang durasinya, semakin bersih.

Memegang mushaf ialah kemuliaan, dan melihatnya ialah kesejukan. Anda sudah mendapat hal itu ketika menghafal kendati tak hafal-hafal.

Adakalanya kita banyak dosa. Baik yang terasa maupun tak terasa. Dan menghafal tak hafal-hafal ialah kifaratnya, di mana, barangkali, tidak ada kifarat lain kecuali itu.

Tak hafal-hafal adakalanya alasannya ialah Allah sangat cinta kepada kita. Allah tak menunjukkan ayat-ayat-Nya hingga kita benar-benar layak dicintai-Nya. Jika kita tidak bahagia dengan keadaan mirip ini, maka kepada siapa sebetulnya selama ini kita mencintai. Ini yang disebut: Dikangenin ayat.

Menghafal tak hafal-hafal tentu melelahkan. Inilah lelah yang memuaskan, alasannya ialah setiap lelahnya dicatat sebagai amal sholeh. Semakin lelah semakin sholeh.

Menghafal tak hafal-hafal, tandanya anda di pintu hidayah. Tandanya jauh dari nafsu. Jauh dari nafsu tandanya bersahabat dengan ikhlas. Dan nrimo lahirkan mujahadah yang hebat.                                                             
Istiqamah... Istiqamah dan terus ISTIQAMAH... Itulah jalan kemuliaan.

_Baarakallahu fiikum.._


Note: sumber gambar punyatya.files.wordpress.com


Sumber http://es-saga.blogspot.com

√ Seruuu... Outbond Di Kemah Final Tahun Smk Negeri 1 Gantiwarno

Banyak yang mengeluh, dikala mereka harus pulang sore, bahkan pulan malam alasannya yaitu banyak aktivitas extrakulikuller di sekolah. Banyak yang bilang capek, males.. tetapi banyak diatara mereka yang bertahan dengan tanggung jawab mereka, mereka yg terpilih menjadi DA, ato panitia ato pengurus suatu organisasi baik di OSIS, Pramuka ato di ROHIS mereka bertahan dengan tanggung jawab yang berat. Dan aktivitas inilah yang mereka natikan, yaitu outbond dilapangan terbuka, mereka menemuka hal - hal baru, semangat baru, pengalaman baru, tanggung jawab baru..

Jangan pernah bosan teman- sahabat teruslah berkreasi dan berorganisasi, kalian ada generasi gres yang akan memegang kendali negeri ini..

#tkjgantiwarno
#kemahakhirtahun
#osis
#pramukaindonesia


Sumber http://es-saga.blogspot.com

Saturday, July 14, 2018

√ Cara Islami Ulang Tahunadalah Tidak Merayakannya

CARA ISLAMI "ULANG TAHUN"
ADALAH TIDAK MERAYAKANNYA
-------------------------------------------------------

Ya Ayyuhal Ikhwah..!
Telah berlalu beberapa “Birthday Reminder” kalian di facebook saya.
Di suatu bulan muncul pula “Birthday Reminder” saya di facebook kalian. Begitu seterusnya. Lalu ikut-ikutan, padahal jikalau kita mau merenung apa yang harus dirayakan atau disyukuri dengan BERKURANGNYA usia kita..?
Semakin dekatnya kita dengan KUBUR..? SUDAH SIAPKAH kita untuk itu...? Akankah kita sanggup merayakannya tahun depan?

Indahnya persahabatan, tidaklah diukur dari siapa yang lebih dulu mengetik ucapan-ucapan selamat di wall ketika ulang tahun, akan tetapi yang jauh lebih penting dari hal itu ialah siapa yang paling tulus mendoakan.

Semoga Allah memberi kita hati yang tulus dan lapang dada untuk saling mendoakan, bukan lantaran momen ulang tahun, tapi setiap ketika sebagai manifestasi ukhuwah sesama muslim. Insyaa Allah...!

● Tinjauan - Sejarah Ulang Tahun

Perlu rasanya meninjau apa sih  ULANG TAHUN...!? Dan darimana asal program tersebut. Agar jangan hanya ikut-ikutan, lantaran tidak mengerti ihwal sesuatu perkara. Latah ikut-ikutan memperingati Ulang Tahun, tanpa mengerti darimana asal perayaan tersebut.

Ternyata :
Acara Ulang Tahun ada disebut Dalam INJIL MATIUS 14 : 6 dan INJIL MARKUS 6 : 21

Pada masa-masa awal Nashrani generasi pertama (Ahlul Kitab / kaum khawariyyun / pengikut nabi Isa) mereka tidak merayakan Upacara UlangTahun, lantaran mereka menganggap bahwa pesta ulang tahun itu ialah pesta yang mungkar dan hanya pekerjaan orang kafir Paganisme.

Pada masa Herodeslah program ulang tahun dimeriahkan sebagaimana tertulis dalam Alkitab :

Injil Matius 14 : 6
Tetapi pada HARI ULANG TAHUN Herodes, menarilah anak Herodes yang perempuan, Herodiaz, ditengah-tengah meraka akan menyukakan hati Herodes. (Matius14 : 6)

Injil Markus 6 : 21
Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada HARI ULANG TAHUNNYA mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
(Markus 6 : 21)

Orang Kristen yang pertama kali mengadakan pesta ulang tahun ialah orang Kristen Romawi. Beberapa batang lilin dinyalakan sesuai dengan usia orang yang berulang tahun. Sebuah masakan ringan manis ulang tahun dibuatnya dan dalam pesta itu, masakan ringan manis besar dipotong dan lilinpun ditiup.
(Dalam buku : Parasit Aqidah. A.D. El. Marzdedeq, Penerbit Syaamil, hal. 298)

-------------------------

● Sudah Tradisi...!?

Sudah menjadi kebiasaan ditengah ummat Islam mengucapkan selamat ulang tahun kepada keluarga maupun teman, sahabat pada hari ULTAHnya. Bahkan tidak sedikit yang aktif dakwah (ustadz dan ustadzah) pun turut larut dalam tradisi jahiliyah ini.

Sedangkan kita sama-sama tahu bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh Nabi kita yang mulia MUHAMMAD Shalallahu Alaihi Wasallam, dan kita ketahui bahwa :

- Rasulullah ialah orang yang paling mengerti cara bermasyarakat, bersosialisasi, paling tahu bagaimana cara menggembirakan para sahabat-sahabatnya.

- Rasulullah paling mengerti bagaimana cara mensyukuri hidup dan kenikmatannya.

- Rasulullah paling mengerti bagaimana cara menghibur orang yang sedang bersedih.

- Rasulullah ialah orang yang paling mengerti CARA BERSYUKUR.

● Selisihilah Orang Kafir

Adapun tradisi ULANG TAHUN ini merupakan tradisi orang-orang Yahudi, Kristen dan kaum paganisme, maka Rasulullah memerintahkan untuk menyelisihinya. Apakah Rasulullah pernah melakukannya ? Padahal Herodes sudah hidup pada jaman Nabi Isa. Apakah Rasulullah mengikuti tradisi ini ?

Rasulullah pernah bersabda :

"Kamu akan mengkuti cara hidup orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jikalau mereka masuk kedalam lobang biawak kau niscaya akan memasukinya juga".
Para sahabat bertanya,"Apakah yang engkau maksud ialah kaum Yahudi dan Kristen wahai Rasulullah?"
Rasulullah menjawab :"Siapa lagi jikalau bukan mereka?!".

Rasulullah bersabda :

“ Man tasabbaha biqaumin fahua minhum”
"Barang siapa yang mirip suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka."
(HR. Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu Umar).

Allah berfirman :

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

Orang-orang Yahudi dan Kristen tidak akan bahagia kepada kau hingga kau mengikuti agama mereka.
(QS. Al Baqarah : 120)

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

Dan janganlah kau mengikuti apa yang kau tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya indera pendengaran , pengelihatan, dan hati, semuannya itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Isra’ : 36)

"... dan kau menyampaikan dengan mulutmu apa yang tidak kau ketahui sedikitpun juga, dan kau menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah ialah besar."
(QS. an-Nuur : 15)

Ini klarifikasi Nabi ihwal sebagian ummatnya yang akan meninggalkan tuntunan dia dan lebih menentukan tuntunan dan cara hidup diluar Islam. Termasuk juga diantaranya ialah peringatan perayaan ULTAH, meskipun diperhalus dan ditutupi dengan label SYUKURAN atau ucapan selamat MILAD.

Seorang muslim dituntut untuk MUHASABAH setiap hari, lantaran setiap detik yang dilaluinya TIDAK akan pernah kembali lagi hingga nanti dipertemukan oleh ALLAH pada hari penghisaban , yang tidak ada yang bermanfaat pada hari itu baik anak maupun harta kecuali orang yang menghadap ALLAH dengan membawa hati yang lapang dada dan amal yang soleh.

Jadi, alangkah baiknya jikalau tradisi jahiliyah ini kita buang jauh-jauh dari diri kita, keluarga dan bawah umur kita dan menggantinya dengan tuntunan yang mulia yang diajarkan oleh Rasulullah.

● Perayaan Ummat Islam

Dalam hadits riwayat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu :
Nabi shallallahu alaihi wasallam tiba ke Madinah dan ketika itu penduduk Madinah mempunyai dua hari raya yang mereka sanggup bersenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyyah, maka dia bersabda :

“Aku tiba pada kalian dalam keadaan kalian mempunyai dua hari raya yang kalian bersenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyyah. Dan sungguh Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari tersebut dengan yang lebih baik yaitu hari Nahr (Iedul Adha) dan Iedul Fitri.”
(HR Ahmad, Abu Daud, Nasa’i dan Baghawi)

Apabila perayaan yang diada-adakan tersebut berasal dari perayaan orang-orang kafir, maka ini berarti dosa di atas dosa, lantaran mirip mereka, dan itu merupakan bentuk loyalitasnya kepada mereka. Dan sungguh Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah melarang Kaum Mukminin mirip mereka dan bersikap loyal kepada mereka dalam kitab-Nya yang agung.
Dan telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa dia bersabda :

من تشبه بقوم فهو منهم

” Barangsiapa yang mirip satu kaum, maka dia termasuk mereka “.
(HR.Abu Dawud dari Abdullah bin Umar)

Islam hadir dengan solusi mu’amalah (interaksi sosial) yang jauh lebih baik yakni do’a.

Ya, mendoakan kebaikan bagi mitra atau siapapun orang yang kita sayangi, sebagai bentuk perhatian kita pada orang tersebut.

Al-Imam Muslim rahimahullah meletakkan beberapa hadits dalam kitab Shahih-nya, yang kemudian diberi judul oleh Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah :

“Keutamaan doa untuk kaum muslimin dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran mereka.”

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda dalam hadits dari shahabiyah Ummud Darda`radhiyallahu ‘anha :

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ
عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Doa seorang muslim kepada saudaranya secara diam-diam dan tidak hadir di hadapannya ialah sangat dikabulkan. Di sisinya ada seorang malaikat yang ditunjuk oleh Allah. Setiap kali ia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut berkata (kepadanya): “Ya Allah, kabulkanlah, dan (semoga) bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.”
(HR. Muslim)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan :

“Bahwasanya jikalau seseorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran saudaranya di hadapannya. Seorang malaikat berkata, ‘Amin (Ya Allah, kabulkanlah), dan bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.’ Maka malaikat akan mengaminkan atas doamu jikalau engkau mendoakan bagi saudaramu tanpa sepengetahuan dan kehadirannya.”

Subhanallah…
Demikianlah salah satu dari sekian banyak keindahan islam, keagungan sunnah,
ketika kita mendoakan orang lain TANPA SEPENGETAHUAN orang tersebut,
maka malaikat akan meng-amin-kan doa kita, ditambah mendoakan kebaikan yang serupa pula untuk diri kita.

Dan semoga Allah ‘Azza wa Jalla,
Mengijabah doa-doa kita semua
Aamiin.
______________________
Doaku Untuk Sahabat
Dimana Saja Berada..!
.
Hukum Puasa Hari Kelahiran

❌Tidak ada dalil yang memerintahkan atau menganjurkan puasa hari kelahiran.

Adapun puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Senin, BUKAN lantaran hari Senin ialah hari kelahiran beliau.

❗Akan tetapi, dia berpuasa pada hari Senin lantaran di hari itulah amal setiap hamba dilaporkan kepada Allah, dan dia ingin biar ketika amal dia dilaporkan, dia dalam keadaan berpuasa.

❕Hanya saja, hari Senin ini bertepatan dengan hari kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalilnya, dari Usamah bin Zaid, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya ihwal alasan dia sering berpuasa di hari Senin dan Kamis. Beliau menjawab,“Sesungguhnya, amal setiap hamba dilaporkan pada setiap Senin dan Kamis ….” (HR. Abu Daud; dinilaisahih oleh Al-Albani)

✒Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits, dari Dewan Pembina Konsultasi Syariah.
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Copas and  Posted by: 
BC WA Info Dakwah Islamic Center

Note: sumber gambar 3.gp.blogspot.com


Sumber http://es-saga.blogspot.com

Monday, July 9, 2018

√ Merinding .. !!Kisah Konkret : Marbot Masjid Atta’Awun - Cisarua Puncak Bogor.

*Merinding .. !!*
*Kisah Nyata :  Marbot Masjid Atta’awun - Cisarua Puncak Bogor.*
.
Cerita ini kasatmata yang mengisahkan dua sahabat yg terpisah cukup lama; Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini pandai sekali. Cerdas. Tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zaenal yakni sahabat yg biasa2 saja. Namun keadaan orang tuanya mendukung karir dan masa depan Zaenal.
.
Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu. Bertemu di daerah yg istimewa; di koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid megah dengan arsitektur yg cantik, yg mempunyai view pegunungan dengan kebun teh yg terhampar hijau di bawahnya. Mesjid tersebut yakni mesjid At-Ta’awun yang berada di puncak Bogor.
Adalah Zaenal, sudah bermetamorfosis menjadi seorang manager kelas menengah. Necis. Parlente. Tapi tetap menjaga kesalehannya.
Ia punya kebiasaan. Setiap keluar kota, ia sempatkan singgah di masjid di kota yg ia singgahi. Untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. Syukur-syukur masih sanggup waktu yg diperbolehkan shalat sunnah, maka ia shalat sunnah juga sebagai tambahan.
Seperti biasa, ia datang di Puncak Pas, Bogor. Ia mencari masjid. Ia pinggirkan mobilnya, dan bergegas masuk ke masjid yg ia temukan.
.
Di sanalah ia menemukan Ahmad. Cukup terperangah Zaenal ini. Ia tahu sahabatnya ini meski berasal dari keluarga tak punya, tapi pintarnya minta ampun.
.
Zaenal tidak menyangka bila berpuluh tahun lalu ia menemukan Ahmad sebagai merbot masjid..!
“Maaf,” katanya menegor sang merbot. “Kamu Ahmad kan? Ahmad mitra Sekolah Menengah Pertama aku dulu?”.
Yang ditegor tidak kalah mengenali. Lalu keduanya berpelukan, Ahmad berucap
“Keren sekali Kamu ya Mas… Manteb…”. Zaenal terlihat masih dlm keadaan menggunakan dasi. Lengan yg digulungnya untuk persiapan wudhu, menjadikan jam bermerknya terlihat oleh Ahmad. “Ah, biasa saja…”.
.
Zaenal menaruh iba. Ahmad dilihatnya sedang memegang kain pel. Khas merbot sekali. Celana digulung, dan peci didongakkan sehingga jidatnya yg lebar terlihat jelas.
“Mad… Ini kartu nama saya…”.
Ahmad melihat. “Manager Area…”. Wuah, bener-bener keren.”
“Mad, nanti habis aku shalat, kita ngobrol ya. Maaf, kalau kau berminat, di kantor aku ada pekerjaan yang lebih baik dari sekedar merbot di masjid ini. Maaf…”.
Ahmad tersenyum. Ia mengangguk. “Terima kasih ya… Nanti kita ngobrol. Selesaikan saja dulu shalatnya. Saya pun menuntaskan pekerjaan bersih2 dulu… Silahkan ya. Yang nyaman”.
Sambil wudhu, Zaenal tidak habis pikir. Mengapa Ahmad yg pintar, lalu harus terlempar darik kehidupan normal. Ya, meskipun tidak ada yang salah dengan pekerjaan sebagai merbot, tapi merbot… ah, pikirannya tidak bisa membenarkan.
Zaenal menyesalkan kondisi negerinya ini yg tidak berpihak kepada orang-orang yang bekerjsama mempunyai bakat dan kecerdasan, namun miskin.
.
Air wudhu membasahi wajahnya…
Sekali lagi Zaenal melewati Ahmad yang sedang bersih-bersih. Andai saja Ahmad mengerjakan pekerjaannya ini di perkantoran, maka sebutannya bukan merbot. Melainkan “office boy”.
Tanpa sadar, ada yang shalat di belakang Zaenal. Sama-sama shalat sunnah sepertinya.
Setelah menuntaskan shalatnya Zaenal sempat melirik. “Barangkali ini kawannya Ahmad…”, gumamnya.
Zaenal menuntaskan doanya secara singkat. Ia ingin segera bicara dengan Ahmad.
“Pak,” tiba2 anak muda yg shalat di belakangnya menegur.
“Iya Mas..?”
“Pak, Bapak kenal emangnya sama bapak Insinyur Haji Ahmad…?”
“Insinyur Haji Ahmad…?”
“Ya, insinyur Haji Ahmad…”
“Insinyur Haji Ahmad yang mana…?”
“Itu, yang barusan ngobrol sama Bapak…”
“Oh… Ahmad… Iya. Kenal. Kawan aku dulu di SMP. Emangnya udah haji dia?”
“Dari dulu udah haji Pak. Dari sebelum dia bangkit ini masjid…”.
.
Kalimat itu begitu datar. Tapi cukup menampar hatinya Zaenal… Dari dulu sudah haji… Dari sebelum dia bangkit masjid ini…
Anak muda ini lalu menambahkan, “Beliau orang mahir Pak. Tawadhu’. Saya lah yg merbot orisinil masjid ini. Saya karyawannya beliau. Beliau yang bangkit masjid ini Pak. Di atas tanah wakafnya sendiri. Beliau biayai sendiri pembangunan masjid indah ini, sebagai masjid transit mereka yg mau shalat. Bapak lihat hotel indah di sebelah sana? … Itu semua milik beliau… Tapi dia lebih suka menghabiskan waktunya di sini. Bahkan salah satu kesukaannya, aneh. Yaitu senangnya menggantikan posisi saya. Karena bunyi aku bagus, kadang aku disuruh mengaji saja dan azan…”.
Zaenal tertegun, entah apa yang ada di hati dan di pikiran Zaenal ketika itu
.
*****
Ada pelajaran dari dongeng pertemuan Zaenal dan Ahmad. Jika Ahmad itu yakni kita, mungkin begitu bertemu mitra usang yang sedang melihat kita membersihkan toilet, segera kita beritahu posisi kita yang sebenarnya.
.
Dan jikalau lalu mitra usang kita ini menyangka kita merbot masjid, maka kita akan menyangkal dan lalu menjelaskan secara detail begini dan begitu. Sehingga tahulah mitra kita bahwa kita inilah pewakaf dan yang membangun masjid ini.
Tapi kita bukan Haji Ahmad. Dan Haji Ahmad bukannya kita. Semoga ia selamat dari rusaknya nilai amal, lantaran ia tetap damai dan tidak risih dengan evaluasi manusia. Haji Ahmad merasa tidak perlu menjelaskan apa-apa. Dan lalu Allah yg memberitahu siapa dia sebenarnya…
.
*"Al mukhlishu, man yaktumu hasanaatihi kamaa yaktumu sayyi-aatihi”* Orang yang tulus itu yakni orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya, menyerupai ia menyembunyikan keburukan-keburukan dirinya. [Ya’qub YahimaHullah, dalam kitab Tazkiyatun Nafs].
.
Jangan Lupa Klik -SHARE- Bagikan ke teman2 biar jadi renungan inspiratif pagi kita buat kaum muslimin-muslimat nusantara.
��


Sumber http://es-saga.blogspot.com

Sunday, July 8, 2018

√ Merinding .. !!Kisah Kasatmata : Marbot Masjid Atta’Awun - Cisarua Puncak Bogor.

*Merinding .. !!*
*Kisah Nyata :  Marbot Masjid Atta’awun - Cisarua Puncak Bogor.*
.
Cerita ini kasatmata yang mengisahkan dua sahabat yg terpisah cukup lama; Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini cerdik sekali. Cerdas. Tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zaenal yakni sahabat yg biasa2 saja. Namun keadaan orang tuanya mendukung karir dan masa depan Zaenal.
.
Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu. Bertemu di daerah yg istimewa; di koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid megah dengan arsitektur yg cantik, yg mempunyai view pegunungan dengan kebun teh yg terhampar hijau di bawahnya. Mesjid tersebut yakni mesjid At-Ta’awun yang berada di puncak Bogor.
Adalah Zaenal, sudah bermetamorfosis menjadi seorang manager kelas menengah. Necis. Parlente. Tapi tetap menjaga kesalehannya.
Ia punya kebiasaan. Setiap keluar kota, ia sempatkan singgah di masjid di kota yg ia singgahi. Untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. Syukur-syukur masih sanggup waktu yg diperbolehkan shalat sunnah, maka ia shalat sunnah juga sebagai tambahan.
Seperti biasa, ia datang di Puncak Pas, Bogor. Ia mencari masjid. Ia pinggirkan mobilnya, dan bergegas masuk ke masjid yg ia temukan.
.
Di sanalah ia menemukan Ahmad. Cukup terperangah Zaenal ini. Ia tahu sahabatnya ini meski berasal dari keluarga tak punya, tapi pintarnya minta ampun.
.
Zaenal tidak menyangka bila berpuluh tahun lalu ia menemukan Ahmad sebagai merbot masjid..!
“Maaf,” katanya menegor sang merbot. “Kamu Ahmad kan? Ahmad mitra Sekolah Menengah Pertama aku dulu?”.
Yang ditegor tidak kalah mengenali. Lalu keduanya berpelukan, Ahmad berucap
“Keren sekali Kamu ya Mas… Manteb…”. Zaenal terlihat masih dlm keadaan menggunakan dasi. Lengan yg digulungnya untuk persiapan wudhu, mengakibatkan jam bermerknya terlihat oleh Ahmad. “Ah, biasa saja…”.
.
Zaenal menaruh iba. Ahmad dilihatnya sedang memegang kain pel. Khas merbot sekali. Celana digulung, dan peci didongakkan sehingga jidatnya yg lebar terlihat jelas.
“Mad… Ini kartu nama saya…”.
Ahmad melihat. “Manager Area…”. Wuah, bener-bener keren.”
“Mad, nanti habis aku shalat, kita ngobrol ya. Maaf, kalau kau berminat, di kantor aku ada pekerjaan yang lebih baik dari sekedar merbot di masjid ini. Maaf…”.
Ahmad tersenyum. Ia mengangguk. “Terima kasih ya… Nanti kita ngobrol. Selesaikan saja dulu shalatnya. Saya pun menuntaskan pekerjaan bersih2 dulu… Silahkan ya. Yang nyaman”.
Sambil wudhu, Zaenal tidak habis pikir. Mengapa Ahmad yg pintar, lalu harus terlempar darik kehidupan normal. Ya, meskipun tidak ada yang salah dengan pekerjaan sebagai merbot, tapi merbot… ah, pikirannya tidak bisa membenarkan.
Zaenal menyesalkan kondisi negerinya ini yg tidak berpihak kepada orang-orang yang bahwasanya mempunyai bakat dan kecerdasan, namun miskin.
.
Air wudhu membasahi wajahnya…
Sekali lagi Zaenal melewati Ahmad yang sedang bersih-bersih. Andai saja Ahmad mengerjakan pekerjaannya ini di perkantoran, maka sebutannya bukan merbot. Melainkan “office boy”.
Tanpa sadar, ada yang shalat di belakang Zaenal. Sama-sama shalat sunnah sepertinya.
Setelah menuntaskan shalatnya Zaenal sempat melirik. “Barangkali ini kawannya Ahmad…”, gumamnya.
Zaenal menuntaskan doanya secara singkat. Ia ingin segera bicara dengan Ahmad.
“Pak,” tiba2 anak muda yg shalat di belakangnya menegur.
“Iya Mas..?”
“Pak, Bapak kenal emangnya sama bapak Insinyur Haji Ahmad…?”
“Insinyur Haji Ahmad…?”
“Ya, insinyur Haji Ahmad…”
“Insinyur Haji Ahmad yang mana…?”
“Itu, yang barusan ngobrol sama Bapak…”
“Oh… Ahmad… Iya. Kenal. Kawan aku dulu di SMP. Emangnya udah haji dia?”
“Dari dulu udah haji Pak. Dari sebelum ia bangkit ini masjid…”.
.
Kalimat itu begitu datar. Tapi cukup menampar hatinya Zaenal… Dari dulu sudah haji… Dari sebelum ia bangkit masjid ini…
Anak muda ini lalu menambahkan, “Beliau orang andal Pak. Tawadhu’. Saya lah yg merbot orisinil masjid ini. Saya karyawannya beliau. Beliau yang bangkit masjid ini Pak. Di atas tanah wakafnya sendiri. Beliau biayai sendiri pembangunan masjid indah ini, sebagai masjid transit mereka yg mau shalat. Bapak lihat hotel indah di sebelah sana? … Itu semua milik beliau… Tapi ia lebih suka menghabiskan waktunya di sini. Bahkan salah satu kesukaannya, aneh. Yaitu senangnya menggantikan posisi saya. Karena bunyi aku bagus, kadang aku disuruh mengaji saja dan azan…”.
Zaenal tertegun, entah apa yang ada di hati dan di pikiran Zaenal ketika itu
.
*****
Ada pelajaran dari dongeng pertemuan Zaenal dan Ahmad. Jika Ahmad itu yakni kita, mungkin begitu bertemu mitra usang yang sedang melihat kita membersihkan toilet, segera kita beritahu posisi kita yang sebenarnya.
.
Dan bila lalu mitra usang kita ini menyangka kita merbot masjid, maka kita akan menyangkal dan lalu menjelaskan secara detail begini dan begitu. Sehingga tahulah mitra kita bahwa kita inilah pewakaf dan yang membangun masjid ini.
Tapi kita bukan Haji Ahmad. Dan Haji Ahmad bukannya kita. Semoga ia selamat dari rusaknya nilai amal, lantaran ia tetap damai dan tidak risih dengan evaluasi manusia. Haji Ahmad merasa tidak perlu menjelaskan apa-apa. Dan lalu Allah yg memberitahu siapa dia sebenarnya…
.
*"Al mukhlishu, man yaktumu hasanaatihi kamaa yaktumu sayyi-aatihi”* Orang yang nrimo itu yakni orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya, menyerupai ia menyembunyikan keburukan-keburukan dirinya. [Ya’qub YahimaHullah, dalam kitab Tazkiyatun Nafs].
.
Jangan Lupa Klik -SHARE- Bagikan ke teman2 biar jadi renungan inspiratif pagi kita buat kaum muslimin-muslimat nusantara.
��


Sumber http://es-saga.blogspot.com

√ Aaaahhhh..!!!! Tidaaakk..!!! Isyarat Dari Bos Besar

KODE DARI BOS BESAR

Oleh : Ustad Felix Siauw

Udah dikasih kode, kok engga peka......

Kode apa sih?

Jadi gini, pernah gak temen-temen Lagi enak-enaknya tidur, eh Tiba - tiba banyak nyamuk yang menggigit kita, jadinya terbangun dari tidur. Lihat jam ternyata jam 02.00
Lalu ambil obat nyamuk, terus tidur lagi

������

Setengah jam lalu terbangun lagi alasannya yaitu kebelet buang air kecil. Setelah buang air, lihat jam ternyata masih jam 02.30 Ya udah deh, tidur lagi.

������

Lalu Udara hirau taacuh banget, berdiri terus ambil selimut. Ternyata masih jam 03.00, Pasang selimut terus tidur lagi, dengan kehangatan selimut.

������

������
"AAAAHHHH..!!!! TIDAAAKK..!!!"

Terbangun...
Huft.. Ternyata tadi mimpi buruk. Lihat jam masih jam 03.30
"Tidur lagi ah, tidak mengecewakan masih shubuh masih usang nih"

������ ������

Sering kali kita tidak peka terhadap hal menyerupai itu, tidakkah kita merasa itu yaitu arahan dari Allah bahwa Allah sedang kangen sama kita?

❓❓❓

Allah ingin kita sholat malam, ingin mendengar doa - doa kita dan curhat kita. Allah lagi rindu kita

#PekaDong ������

Di sepertiga malam Allah turun dari 'Arsy menuju langit bumi.
Allah datang, eh kita malah tidur..

������

☝ ☝ ☝

Katanya pengen hidup berubah, sukses, pengen meng-hajikan orang tua, pengen punya rumah, pengen punya kendaraan beroda empat dan motor, Terus katanya pengen sanggup jodoh *ehh...

������

Ketika insan memberi arahan kepada orang lain, terus orang tersebut nggak peka, niscaya sakit hatikan ??
Terus bilang deh, "Kenapa sih kau enggak peka sama aku?

❓❓❓

Coba bayangkan sudah berapa kali kita abaikan arahan - arahan dari Allah??

❓❓❓
☝ ☝ ☝

Nanti malam kalau sanggup arahan dari Allah, peka yaaa ��...

Terus curhat deh pengen apa aja ��

Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa =D

Rasulallah SAW bersabda :
_"Barang siapa yang memberikan 1 (satu) ilmu saja_
_dan ada orang yang mengamalkannya,_
_maka walaupun yang memberikan sudah tiada (meninggal dunia),_
_dia akan tetap memperoleh pahala."_
(HR. Al-Bukhari)

Silahkan Bagikan di halamanmu biar kau dan teman-temanmu
*senantiasa istiqomah dan sanggup meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.*

Aamiin ya Rabbal'alamin��


Sumber http://es-saga.blogspot.com

√ Tangisan Rasulullah, Malam Isra, Siksa Wanita.(Cerita Pendek Menyentuh Hati)

TANGISAN RASULULLAH, MALAM ISRA', "SIKSA WANITA".
(CERITA PENDEK MENYENTUH HATI)

Pada suatu hari Ali bin Abi Thalib r.a. bersama istri tercinta , Fatimah Az Zahra r.a menemukan rasulullah Muhammad SAW tengah menangis di rumahnya. Beliau sesunggukan, tersedu-sedu dengan tetesan airmata mengalir deras dari kedua matanya. Hal ini menandakan ada satu kesedihan yang teramat dalam dan mengusik ketenteraman batinnya, menyentuh sanubari kemanusiaannya yang jauh terpendam.

Melihat pemandangan yang mengharukan tersebut , Sayyidina Ali r.a berusaha menghibur. Ia berkata kepada Rasulullah SAW, yang juga ayah mertua, sahabat, dan kekasihnya:
“Hentikan tangismu wahai Rasulullah! Biar ayah dan bundaku menjadi tebusan atas ratap tangismu.
Wahai kekasihku , apa gerangan yang menyebabkan airmata harus menetes dari sumbernya? ceritakanlah wahai junjungan seluruh alam!”

Dengan sedikit terbata-bata dan disela tangis yang belum reda , Rasulullah menceritakan alasannya tangisnya:

“Wahai Ali , saya menangis lantaran teringat dengan pengalaman yang saya alami pada malam isra’. Yaitu dikala Allah memperlihatkan kepadaku beberapa citra kaum perempuan dari umatku. Pada malam isra’ tersebut saya lihat mereka tengah disiksa dalam neraka jahanam dengan majemuk azab / siksa yang ditimpakan . Aku menangis lantaran azab itu demikian dahsyat dan pedih dan tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Aku melihat perempuan yang digantung dengan rambutnya, sementara otaknya mendidih dan meleleh.
Aku juga melihat perempuan digantung lidahnya dan air mendidih , dituangkan kedalam mulutnya.
Kemudian perempuan yang diikat kedua kaki ke buah dadanya.
Adapula perempuan diikat kedua tangan hingga tengkuk/ubun-ubunnya. Wanita tersebut diserahkan oleh Allah kepada sekawanan ular dan kalajengking untuk memangsanya. Adapula perempuan yang digantung dengan kedua payudaranya.

Ada juga perempuan berkepala babi, berbadan keledai dengan sejuta macam siksa neraka yang harus diterimanya.
Terakhir saya melihat perempuan berwajah anjing dan serigala dengan api neraka dijejalkan dari ekspresi dan tembus hingga duburnya.
Sementara malaikat-malaikat penyiksa , menghantam mereka dengan kapak yang terbuat dari api neraka.
Demikian kisah sang nabi mengabarkan keadaan kaum perempuan yang dilihatnya berada di dalam neraka.

Bulu kuduk sayyidah Fatimah Azzahra berdiri merinding.
Mendengar penuturan ayahandanya soal nasib kaum perempuan .
Keringat hambar keluar dari sekujur tubuhnya. Tanpa sadar kedua pipinya telah berair air mata.

Dia berdiri dan bertanya:
” Wahai ayahanda tersayang, pelipur laraku, kegembiraan mata hatiku. Amal apa yang telah dilakukan wanita-wanita tersebut , sehingga demikian berat dan dahsyat siksa yang mereka terima sebagai balasan?“

Perlahan -lahan Rasulullah SAW menjelaskan penyebab dari siksa perempuan yang ada di neraka jahannam itu. Katanya:” Fatimah, putriku !
Wanita yang digantung rambutnya yakni perempuan yang tidak menutup aurat dan rambutnya diperlihatkan ( dengan tidak berbusana muslimah/ berjilbab) dari laki-laki lain, yang bukan muhrimnya. Membiarkan rambutnya terurai dipermainkan angin dan merelakannya dipandang siapapun.

Wanita yang digantung lidahnya yakni perempuan yang menyakiti hati suaminya dengan kata-kata kasar. Mulutnya keji dengan kata-kata yang keluar tanpa kontrol logika dan hati nurani

Wanita yang digantung payudaranya , yaitu perempuan yang selingkuh, mengotori ranjang suaminya, mengkhianati kepercayaan suami, menodai noktah perjanjian Ilahi

Adapun perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya dengan ular dan kalajengking di sekujur tubuhnya yakni perempuan yang tidak mandi junub/ mandi besar dari haidnya dan meremehkan shalat

Wanita dengan wujud kepala babi dan berbadan keledai ialah perempuan pendusta , perayu, pengumpat dan penggunjing.

Sementara perempuan yang berbentuk anjing dengan api yang dijejelkan lewat ekspresi dan keluar melalui dubur yakni perempuan -wanita yang suka mengungkit ungkit kebaikan maupun dukungan dan penghasut/ provokator .

Dimanapun ia hembuskan angin fitnah dan sabung domba. Membuat keresahan di masyarakat dengan mencampuri urusan orang lain.

“Wahai putriku , celakalah wanita-wanita yang durhaka/ maksiat terhadap suaminya. Didunia ia akan mendapat laknat dari malaikat-malaikat langit , malaikat-malaikat bumi, dan juga laknat dari benda-benda yang terkena sinar matahari.
Diakhirat ia mendapat siksa neraka.
Pada karenanya seluruh amalnya menjadi sia- sia , tidak berguna.
Naudzubillahi mindzalik…
Astaghfirullah… subhanallah… Ya Allah… Ampunilah kami kaum wanita, lindungilah kami dari azab api neraka…Dan tuntunlah langkah kami semoga selalau di jalanmu…

Amin… Amin Ya Allah… amin Ya Rabb…

( KH.Drs. Syaikh Misbahul Anam, Mt. "menjaga Cinta dan Ridha Allah yang Abadi”)

… Semoga goresan pena ini sanggup membuka pintu hati kita yang telah usang terkunci …aamiin
Allahumma sholli a'la sayyidina Muhammad...


Sumber http://es-saga.blogspot.com

Thursday, July 5, 2018

√ Ambilah Sebanyak Banyaknya..

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pada suatu masa, Raja Iskandar Zulkarnain beserta pasukannya hendak berangkat menaklukkan nsuatu daerah. Pagi hari sebelum berangkat, Iskandar Zulkarnain berpesan kepada pasukannya:

"Dalam perjalanan, nanti malam kita akan melintasi sungai. Ambillah apa pun yang terinjak yang ada di sungai itu."

Ketika malam datang dan pasukan Iskandar Zulkarnain melintasi sungai, ada 3 golongan prajurit. Golongan  yang pertama tidak mengambil apa pun yang terinjak di sungai alasannya ialah yakin itu hanya batu. Golongan yang kedua mengambil alakadarnya yang terinjak di sungai, sekedar mengikuti perintah raja. Yang ketiga mengambil sebanyak-banyaknya yang terinjak di sungai sehingga tasnya penuh dan kepayahan meneruskan perjalanan alasannya ialah penuhnya bawaan.

Setelah melanjutkan perjalanan dan datang pagi hari, Iskandar Zulkarnain bertanya kepada pasukannya, apa yang kalian dapatkan semalam? Ketika para prajurit menyelidiki tasnya, ternyata isinya intan berlian. Prajurit yang tidak mengambil apa-apa sangat menyesalinya. Prajurit yang mengambil ala kadarnya ada perasaan senang bercampur penyesalan. Prajurit yang sungguh-sungguh mengambil merasa sangat bahagia.

Cerita tersebut dikutip dari buku Tasawuf Modern karya Buya Hamka.

Tidak usang lagi kita akan melewati Ramadhan.
Di dalamnya berbagai keberkahan.
Dan kita mempunyai 3 pilihan.
Melewati Ramadhan tanpa mengambil keberkahannya sedikit pun.
Atau melewati Ramadhan dengan mengambil keberkahan ala kadarnya.
Atau melewati Ramadhan dengan bersungguh-sungguh mengambil keberkahannya, dengan cara memperbanyak ibadah dan amal kebaikan lainnya.

Ramadhan Kariim, biar kita termasuk golongan yg menerima magfirah, rahmah dan keberkahan Ramadhan 1438 H.

Aamiin ya Allah YRA
Mohon Maaf lahir dan batin����


Sumber http://es-saga.blogspot.com

Tuesday, July 3, 2018

√ Dasyaaat.!! Ini Keutamaan Membayar Zakat

Keutamaan Membayar Zakat

1. Menyempurnakan Keislaman seorang Hamba.

Zakat merupakan belahan dari rukun Islam yang lima. Apabila seseorang melakukannya, maka keislamannya akan menjadi sempurna. Hal ini tidak diragukan lagi merupakan suatu tujuan/hikmah yang amat agung dan setiap muslim niscaya selalu berusaha biar keislamannya menjadi sempurna.


2. Menunjukkan Benarnya Iman Seseorang

Sesungguhnya harta yaitu sesuatu yang sangat dicintai oleh jiwa. Sesuatu yang dicintai itu tidaklah dikeluarkan kecuali dengan mengharap akibat yang semisal atau bahkan lebih dari yang dikeluarkan.

Oleh alasannya yaitu itu, zakat disebut juga shodaqoh (yang berasal dari kata shidiq yang berarti benar) alasannya yaitu zakat akan menawarkan benarnya kepercayaan muzakki yang mengharapkan ridha Allah dengan zakatnya tersebut.


3. Membuat Keimanan Seseorang Menjadi Sempurna

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,
لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidak tepat kepercayaan seseorang di antara kalian sehingga ia mengasihi saudaranya sebagaimana ia mengasihi dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45). Wahai saudaraku, sebagaimana engkau mengasihi bila ada saudaramu meringankan kesusahanmu, begitu juga seharusnya engkau suka untuk meringankan kesusahan saudaramu.

Maka santunan ibarat ini merupakan tanda kesempurnaan kepercayaan Anda.


4. Sebab Masuk Surga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ».
“Sesungguhnya di nirwana terdapat kamar yang luarnya sanggup terlihat dari dalamnya dan dalamnya sanggup terlihat dari luarnya.” Kemudian ada seorang badui bangun lantas bertanya, “Kepada siapa (kamar tersebut) wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Bagi orang yang berkata baik, memberi makan (di antaranya lewat zakat, pen), rajin berpuasa, shalat alasannya yaitu Allah di malam hari di ketika insan sedang terlelap tidur.” (HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani menyampaikan bahwa hadits ini hasan). Setiap kita tentu saja ingin masuk surga.


5. Menjadikan Masyarakat Islam Seperti Keluarga Besar (satu kesatuan)

Karena dengan zakat, berarti yang kaya menolong yang miskin dan orang yang berkecukupan akan menolong orang yang kesulitan. Akhirnya setiap orang merasa ibarat satu saudara. Allah Ta’ala berfirman,
وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ
“Dan berbuat sepakat (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (QS. Al Qoshosh: 77)


Sumber http://es-saga.blogspot.com

Monday, July 2, 2018

√ Penting.. !, Sedekah Pada Orang Miskin Atau Pada Karib Kerabat?

.
*MANA YANG LEBIH UTAMA ?*

*_Sedekah Pada Orang Miskin Atau Pada Karib Kerabat?_*

*Karib Kerabat ialah semua yang mempunyai korelasi darah dengan kita mulai dari ibu bapak, saudara kandung, paman, bibi, keponakan dan saudara sepupu.*

Pertanyaan diatas mungkin dirasa sepele namun kenyataannya, kebanyakan muslim yang belum tahu lebih menentukan untuk bederma pada fakir miskin daripada bederma terhadap keluarga atau kerabatnya sendiri.

Padahal,
*_Setiap perintah sedekah dan infak di dalam al Qur’an, selalu yang pertama kali disebutkan adalah  karib kerabat_*

Seperti yang termaktub dalam ayat berikut ini:

وءاتى المال على حبه ذوى القربى

“….dan memperlihatkan harta yang ia cintai kepada karib-kerabat…..”
(QS. Al-Baqarah 177)

وءات ذى القربى حقه والمسكين

“Dan berikanlah kepada karib-kerabat akan haknya dan orang miskin….”
(QS. Al-Isra 26)

Dan banyak lagi ayat lain yang senada dengan itu.

*Jika kita cermati, ada satu pesan yang sangat penting untuk kita amalkan. Yaitu mendahulukan karib kerabat atau orang terdekat untuk mendapatkan infak atau apapun bentuk kebaikan. Sebelum kita memberi kepada orang lain, kita harus perhatikan apakah ada di antara orang terdekat yang masih membutuhkan atau semua sudah makmur, tidak perlu disantuni lagi.*

Amat disayangkan jika seseorang mempunyai kekayaan yang menciptakan ia bisa menyantuni orang lain, dan sangat peduli  dengan persoalan sosial di lingkungannya sehingga ia gampang memberi kepada fakir miskin, anak yatim dan banyak sekali bentuk amal sosial lainnya.
Namun sayang beribu sayang ia sangat hirau taacuh dan pelit kepada karib kerabatnya sendiri.
Barangkali ia merasa pemberian kepada keluarga terdekat tidak mendapatkan pahala.
Padahal justru itulah yang lebih besar pahalanya di sisi Allah. Oleh alasannya ialah itu pemahaman yang salah ini perlu diluruskan.

Tidakkah memilukan, jika seseorang tinggal di rumah yang bagaikan istana, sementara saudara kandungnya tinggal di rumah RSSS (rumah sangat sederhana sekali). Tidakkah kita mengangkat alis jika seseorang mempunyai kekayaan besar, turun dari satu kendaraan beroda empat glamor dengan dibukakan pintu oleh para ajudan, berpindah dari satu gedung glamor ke gedung glamor berikutnya,
Namun saudara kandungnya menjadi kuli atau babu yang siap diperintah-perintah dengan bunyi tinggi sambil diacungi telunjuk kiri, wajahnya penuh ketakutan dengan kepala tertunduk serta tubuh yang membungkuk.

Ingatlah.. !!
Rasulullah SAW bersabda:

….يا أمة محمد، والذي بعثني بالحق لا يقبل الله صدقة من رجل وله قرابة محتاجون إلى صلته ويصرفها إلى غيرهم. والذي نفسي بيده، لا ينظر الله إليه يوم القيامة

“….Wahai umat Muhammad, demi Allah yang telah mengutusku dengan kebenaran, *_Allah tidak akan mendapatkan sedekah seseorang yang mempunyai kerabat yang membutuhkan bantuannya, sementara ia memperlihatkan sedekah atau tunjangan itu kepada orang lain_*.
Dan demi Allah yang jiwaku berada dalam genggamannya, Allah tidak akan memandangnya di hari final zaman nanti”.
(HR. Thabrani)

Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

الصدقة على المسكين صدقة، وعلى القريب صدقتان، صدقة وصلة

*“Sedekah kepada orang miskin dinilai SATU sedekah, sedangkan kepada karib kerabat nilainya sama dengan DUA, yakni nilai _sedekah_  dan nilai _silaturrahim”_.*

Pesan penting yang sangat terang disini:

*“Jika anda dijinkan Allah menjadi orang yang kaya, jadikanlah orang terdekat anda juga mencicipi keberkahan yg dilebihkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada anda itu. Jangan hingga masyarakat memuji kedermawanan anda, sementara karib kerabat anda sendiri, dalam keadaan kekurangan”*
Na'udzubillahi mindzaliik..
��salam hormat saya yg masih fakir ilmu��


Sumber http://es-saga.blogspot.com

√ Cerita Inspiratif, Anakku Ranking Ke-23

Copas dari Bu Ia Rizkyanti

Anakku ranking ke-23 ...

Di kelasnya ada 25 orang murid,setiap kenaikan kelas,anak perempuanku selalu menerima ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua,kami merasa panggilan ini kurang lezat didengar,namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.

Pada sebuah program keluarga besar,kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang yaitu wacana hero mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa impian mereka jika sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter,pilot,arsitek bahkan presiden. Semua orang pun bertepuk tangan. Tapi anak wanita kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat jika hanya beliau yang belum mengutarakan cita-citanya.

Didesak orang banyak,akhirnya beliau menjawab ,,,
"Saat saya dewasa,cita-citaku yang pertama yaitu menjadi seorang guru TK,memandu belum dewasa menyanyi,menari kemudian bermain-main".

Demi memperlihatkan kesopanan,semua orang tetap menawarkan pujian,kemudian menanyakan apa cita-citanya yang kedua.
Dia pun menjawab ,,,
"Saya ingin menjadi seorang ibu,mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur,kemudian membacakan kisah untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang."

Semua sanak keluarga saling pandang tanpa tahu harus berkata apa. Nampak raut muka isteriku pun terlihat canggung sekali.

Sepulangnya kami kembali ke rumah,isteriku mengeluhkan ke padaku,apakah saya akan membiarkan anak wanita kami kelak hanya
menjadi seorang guru TK?

Anak kami sangat penurut,dia tidak lagi membaca komik,tidak lagi menciptakan origami,tidak lagi banyak
bermain. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan,dia ikut les berguru sambung menyambung,buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Sampai kesudahannya badan kecilnya tidak sanggup bertahan
lagi terjangkit flu berat dan radang paru-paru. Akan tetapi hasil ujian semesternya menciptakan kami tidak
tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23.
Kami memang sangat sayang pada anak kami ini,namun kami sungguh tidak memahami akan nilai di
sekolahnya.

Pada suatu minggu,teman-teman sekantor mengajak pergi rekreasi bersama. Semua orang membawa serta keluarga mereka. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa,ada anak yang bernyanyi,ada juga yang memperagakan kebolehannya.
Anak kami tidak punya keahlian khusus,hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira. Dia seringkali lari ke belakang untuk mengawasi materi makanan,merapikan kembali kotak masakan yang terlihat sedikit miring,mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang meluap ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.

Ketika makan,ada satu tragedi tak terduga. Dua orang anak lelaki sahabat kami,satunya si jenius matematika,satunya lagi mahir bahasa Inggris berebut sebuah kue. Tiada seorang pun yang mau melepaskannya,juga tidak mau saling membaginya. Para orang bau tanah membujuk mereka,namun tak berhasil. Terakhir anak kamilah yang berhasil melerainya dengan merayu mereka untuk berdamai.

Ketika pulang,jalanan macet. Anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku menciptakan guyonan dan terus menciptakan orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti,dia mengguntingkan banyak sekali bentuk binatang kecil dari kotak bekas daerah makanan. Sampai ketika turun dari kendaraan beroda empat bus,setiap orang
mendapatkan guntingan kertas berbentuk binatang masing-masing,dan mereka terlihat begitu gembira.

Selepas ujian semester,aku mendapatkan telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar jika rangking sekolah anakku tetap 23. Namun beliau menyampaikan ada satu hal absurd yang terjadi. Hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan. Dalam soal itu tertera: SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI DAN APA ALASANNYA?
Dan balasan dari semua sahabat sekelasnya sama,tak ada satu pun yang beda. Mereka serentak menuliskan nama anakku.

Mereka bilang sebab anakku sangat bahagia membantu orang,selalu memberi semangat,selalu
menghibur,selalu lezat diajak berteman,dan banyak lagi.

Si wali kelas memberi kebanggaan ,,,
"Anak bapak ini jika bertingkah laris terhadap orang,benar-benar nomor satu".

Tak berselang usang saya mencandai anakku dan berkata padanya ,,,
"Suatu ketika kau akan jadi pahlawan".

Anakku yang sedang merajut selendang leher tiba-tiba menjawab ,,,
"Bu guru pernah menyampaikan sebuah pepatah,ketika pahlawan lewat,harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan."

Dia kemudian melanjutkan ,,,
"Ayah... Aku tidak mau jadi pahlawan. Aku mau jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan saja."

Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah oleh anak perempuanku. Di dunia ini banyak orang yang bercita-cita ingin
menjadi seorang pahlawan,jadi orang-orang hebat,atau orang terkenal. Namun anakku menentukan untuk menjadi orang yang tidak 'terlihat'. Seperti akar sebuah tanaman,tidak terlihat,tapi dialah yang mengokohkan,dialah yang memberi makan dan dialah yang memelihara kehidupan yang lain.

   

Sahabatku,,,
Hidup itu bukan semata-mata untuk menandakan siapa yang paling penting,siapa yang paling berperan,atau siapa yang paling hebat,tapi sederhana saja,siapa yang paling bermanfaat bagi yang lain ...


Sumber http://es-saga.blogspot.com