Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Sunday, July 21, 2019

√ Selamat Tiba Tahun 2011!!!

banyak jadwal, rencana, sasaran dan keinginan untuk tahun 2011. tentu setiap orang menginkan hal yang baik-baik di tahun 2011.

rencana untuk mencapai keinginan itu hanya akan menjadi bualan kosong jikalau tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Karena kita hidup di alam tindakan, bukan di alam rencana.

memang, mewujudkan planning biar keinginan sanggup tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Setiap planning butuh tindakan, bertindak butuh perjuangan, usaha tanpa rasa lelah dan pantang menyerah!

MARI KITA HIASI TAHUN 2011 DENGAN KESUKSESAN!
BISMILLAH...

Sumber http://rahmahuda.blogspot.com

Saturday, July 20, 2019

√ Ingat Mati, Dan Berbahagialah!

Setiap hembusan nafas mendekatkan kita pada simpulan hayat √ Ingat Mati, dan Berbahagialah!
Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, kita lalui. Seiring berjalannya waktu, semakin renta kita, semakin erat simpulan hayat kita.
Setiap hembusan nafas mendekatkan kita pada kematian. Pada hakikatnya kita berlari menjauh dari dunia ini dan berlari mendekat menuju akhirat.

Hari-hari kita di dunia, kita gunakan untuk mengejar harta dunia yang tidaklah kekal. Mobil, rumah, uang, itulah yang dicari oleh hampir semua insan di bumi. Apakah mereka tahu, jikalau semua harta dunia itu tidaklah dibawa ke liang kubur? Di kubur kita dihimpit oleh sempitnya liang kubur, gelap tak ada cahaya yang masuk alasannya yaitu tertutup tanah. Di dalam kubur sendirian, tiada seorangpun yang menemani. Ya, hanya amal perbuatan di dunia yang menemani. Mobil, rumah dan uang berlimpah tak kan ada guna. Dunia itu fana. Akhirat itu kekal.

Setelah mati, semua amal perbuatan akan dibalas oleh-Nya. Perbuatan baik, akan mendapat tanggapan yang baik. Amal perbuatan jelek sewaktu di dunia akan dibalas dengan siksa yang pedih di akhirat.

Duh, seandainya semua insan tahu bahwa harta dan kekayaan dunia tidak ada gunanya di alam abadi kelak. Berbuatlah baik wahai, manusia! Ingat, setiap perbuatan sekecil apapun akan mendapat balasan.

Berbuat sepakat terhadap sesama, alasannya yaitu akan menjadi hadiah yang indah di alam abadi kelak. Janganlah bermaksiat, alasannya yaitu siksa atas maksiat itu sungguh pedih. Beramallah dengan penuh harap! Jauhilah maksiat alasannya yaitu takut akan siksa-Nya! Laluilah hidup ini dengan penuh semangat, ingat mati maka engkau akan senang di dunia!

photo from: santrimudimesra.blogspot.com
Sumber http://rahmahuda.blogspot.com

Friday, July 19, 2019

√ Ujian Final Semester Yakni Peperangan

 Ujian selesai semester menurutku sama dengan perang √ Ujian Akhir Semester Adalah Peperangan

Ujian selesai semester menurutku sama dengan perang. Perang membutuhkan kesungguhan untuk memenangkannya. Agar sanggup menang, segala sesuatu harus dipersiapkan. Persiapan matang dan usaha ketika perang berlangsung memilih hasil peperangan.

Ada beberapa faktor teknis yang harus dipersiapkan:
1. Persenjataan
Persenjataan disini mencakup catatan, buku, alat tulis dan lain-lain yang sekiranya berkhasiat untuk mengerjakan soal.
2. Harus tahu musuh yang dihadapi
Musuh disini diartikan sebagai soal-soal yang harus dikerjakan. Kita harus tahu materi-materi semoga mngetahui musuh yang dihadapi
3. Strategi peperangan
Setelah kita mngetahui benar karakteristik soal yang akan dihadapi, langkah selanjutnya yakni memilih cara untuk mengalahkan musuh tersebut.

Adapun faktor-faktor nonteknisnya adalah:
1. Menghadirkan semangat jihad
Jihad mempunyai arti bersungguh-sungguh. Ini memperlihatkan bahwa kita harus bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan dan menjalani proses peperangan.
2. Menikmati proses peperangan
Bagaimanapun wujud musuh kita, bagaimanapun beratnya menghadapi musuh kita. Kita harus menikmati proses peprangan. Nikmati detik demi detik menit demi menit, jam demi jam, yakinlah anda sanggup mengalahkannya.nikmati prosesnya jangan berorientasi pada hasil.
3. Senantiasa mengoreksi niat
Berniat alasannya yakni Allah baik diawal di tengah maupun di akhir. Niat sanggup memperlihatkan energi luar biasa bagi kita. Apalagi niat alasannya yakni Allah, insyaAllah peperangan akan berlangsung gampang dan berakhir indah.

Ingat! Jangan Nyontek! lebih baik kesannya jelek tanpa menyontek daripada berhasil baik tapi hasil dari menyontek...
Sumber http://rahmahuda.blogspot.com

Wednesday, July 17, 2019

√ Kenapa Harus Mendukung Indonesian Premiere Leguae (Ipl)?

 Ada beberapa hal yang melatar belakangi mengapa aku pro √ Kenapa Harus Mendukung Indonesian Premiere Leguae (IPL)?

Ada beberapa hal yang melatar belakangi mengapa aku pro/ mendukung IPL, karena:
1. Tim tim yang berlaga di IPL tidak memakai APBD
2. Sebagai wadah gres untuk menyalurkan talenta dan minat anak bangsa
3. Bila berjalan seiringan dengan ISL, maka dapat:
- persepakbolaan di Indonesia lebih kompetitif
- meningkatkan perekonomian rakyat
- membuka lapangan perkerjaan baru

Salah satu tujuan PSSI ialah untuk memajukan persepakbolaan di Indonesia. Kalo memang itu tujuannya, kenapa PSSI melarang IPL bergulir????
Sumber http://rahmahuda.blogspot.com

√ Tips Menciptakan Video

Adapun beberapa tips yang insyaAllah berkhasiat dalam pembuatan video.
Yang pertama memilih tujuan, Membentuk crew dan merencanakan tahapan produksi.

Crew
Terdiri dari:
1. Kepala Produksi
2. Sutradara
3. Aktor
4. Editor
5. Presenter
6. Penyunting naskah
7. Kostum
8. Kameramen

Tahapan pembuatan video
1. Pra-produksi
a. Penentuan Tema dan judul
b. Pengembangan skenario
c. Pembuatan naskah
2. Produksi
a. Proses pengambilan gambar
3. Paska-produksi
a. Pengolahan video
b. Distribusi file+cd
c. Laporan tertulis
Sumber http://rahmahuda.blogspot.com

Tuesday, July 16, 2019

√ Perubahan Itu...

sebelum merubah dunia, rubahlah negaramu dahulu, sebelum merubah negara, ubahlah daerahmu, sebelum merubah daerahmu, ubahlah desamu, sebelum merubah desamu ubahlah keluargamu. sebelum merubah keluargamu, ubahlah dirimu!!!
Memang, sebelum merubah orang lain, kita harus merubah diri kita sendiri.

Merubah diri sendiripun ada tahap-tahap atau langkah-langkahnya, yaitu:
1. merubah cara pandang
kita harus bisa merubah cara pandang kita terhadap sebuah masalah, CHANGE OUR THINGKING, CHANGE OUR LIFE!!!
2. Merubah penguasaan ilmu kita
maksudnya, kita harus selalu menyebarkan kemampuan otak kita dengan mempelajari banyak sekali ilmu.
3. Bertindak
Ilmu hanya sanggup menjadi kekuatan, jikalau kita sanggup mengelolanya menjadi tindakan dan jadwal yang nyata. Tindakan merupakan FAKTOR PAMUNGKAS untuk mengubah ilmu menjadi kenyataan!!!

MARI BERUBAH MENUJU SESUATU YANG LEBIH BAIK!!!!
Sumber http://rahmahuda.blogspot.com

Sunday, July 14, 2019

√ Menyontek Keteladanan

 Belum usang ini terbongkar kasus mencontek massal yang didalangi oleh oknum guru √ Menyontek Keteladanan
Belum usang ini terbongkar kasus mencontek massal yang didalangi oleh oknum guru. Miris memang mendengarnya, seorang guru yang seharusnya mendidik murid-muridnya, akan tetapi malah menyuruh bawah umur didiknya untuk mencontek dikala Ujian Akhir Nasional. Kasus ini terbongkar sehabis salah satu murid dan ibunya melapor ke pihak yang berwenang.

Sontak sehabis kasus ini terbongkar, mata dari seluruh penjuru tanah air tertuju kepada ibu dan anak yang mempunyai keberanian untuk membongkar kasus contek massal ini. Konsekuensi dari pembongkaran ini pun sangat berat, mereka dicemooh, dikucilkan bahkan diusir dari lingkungannya. Ironis memang ketika kejujuran tak lagi bermakna. Inilah bencana kejujuran yang terjadi. Seharusnya, seorang guru tahu bahwa mencontek bertentangan dengan tujuan pendidikan.

Bukankah tujuan dari pendidikan itu ialah merubah tingkah laku? Bukankah pengertian dari pendidikan ialah merubah anak yang belum cukup umur menjadi anak yang dewasa? Dalam kasus mencontek massal ini, cukup umur yang menyerupai apa yang dimaksud itu? Apakah seorang cukup umur yang akil mencontek dan lihai menipu? Kalo iya, tak salah apabila kita menjadi negara yang tingkat korupsinya sangat tinggi.

Memang pengertian mencontek apabila dicari dalam kamus besar bahasa Indonesia pastilah tidak ditemukan. Secara tidak eksklusif kata mencontek ditemukan dalam kata menjiplak. Menjiplak yaitu tindakan mencontoh atau menggandakan pekerjaan orang lain(tulisan, karya orang, dll). Menjiplak dan menyontek identik dengan menipu alasannya karya orang lain diatasnamakan dirinya.

Salah satu penyebab “dihalalkannya” mencontek ialah ketidakfahaman makna pendidikan itu sendiri. Menurut Langeveld, pendidikan ialah suatu bimbingan yang diberikan oleh orang cukup umur kepada anak yang belum cukup umur untuk mencapai tujuan, yaitu kedewasaan. Yang dimaksud dengan cukup umur ialah sanggup bertanggung jawab terhadap diri sendiri secara pedagogis, biologis, psikologis dan sosiologis(Drs. Achmad Munib, S.H,M.Si).

Sulit memang kalau ingin mencetak generasi muda yang cukup umur apabila orang-orang disekitarnya tidak bertanggung jawab. Ketika ada oknum guru yang menyuruh anak didiknya bertanggung jawab akan tetapi ia menyuruh anak didiknya mencontek. Kesulitan pun bertambah dikala mencari tokoh teladan yang bertanggung jawab, apakah pejabat yang suka korupsi sanggup dijadikan teladan sebagai tokoh yang bertanggung jawab? Yah, setidaknya ada satu orang yang dikala ini sanggup dijadikan teladan bagi kita. Ia bukanlah pejabat bukan pula seorang konglomerat. Akan tetapi ia hanyalah seorang ibu rumah tangga yang mengajarkan kepada kita untuk menjadi seseorang yang berani dan bertanggung jawab. Ya, Ibu Siami namanya, seorang ibu rumah tangga yang mengajak putranya untuk membongkar kasus mencontek massal.

Sebenarnya kelak di lalu hari kita tidak akan kesulitan mencari sosok teladan apabila kita mau menjadi seseorang yang cukup umur dan bertanggung jawab. Mari kita canangkan kegiatan 3M kepada diri kita sendiri, yaitu memulai dari hal-hal kecil, memulai dari diri sendiri dan memulai dikala ini juga. Kita jadikan momentum Ujian Akhir Semester ini untuk memperbaiki diri semoga dikemudian hari kita sanggup dijadikan teladan bagi anak-cucu kita. Silahkan contek keteladan ibu siami!

Biodata Penulis
Nama:
NIM: 1401410099
Jurusan/ Fakultas/ Universitas: Pendidikan Guru Sekolah Dasar/ FIP/ UNNES
Sumber http://rahmahuda.blogspot.com