AsikBelajar.Com | Cara mencari (menghitung) dan memperlihatkan interpretasi terhadap angka indeks tata jenjang, dimana terdapat urutan kedudukan yang kembar dua.
Apabila dalam mencari (menghitung) angka indeks hubungan tata jenjang didapati skor yang kembar dua yang berarti pula bahwa di sini terdapat dua urutan kedudukan yang sama-maka urutan yang kembar itu harus dijumlahkan, kemudian dibagi dua.
Misalkan sejumlah 10 orang mahasiswa ditetapkan sebagai sampel dalam penelitian yang antara lain bertujuan untuk mengetahui apakah secara signifikan terdapat hubungan faktual antara keaktifan berkunjung ke perpustakaan Universitas dan Prestasi Belajar mereka difakultas.
Data yang berhasil dikumpulkan memperlihatkan angka sebagai berikut:
Pada table 5.9. kita lihat bahwa baik pada variabel I maupun variabel II, masing-masing terdapat dua buah skor yang kembar (untuk variabel I skor yang kembar ialah 30, sedangkan untuk variabel II skor yang kembar ialah 60). Karena ada skor yang kembar sudah tentu urutan kedudukannya pun akan kembar pula dalam keadaan demikian maka untuk memperoleh angka indeks hubungan tata lenjang disini proses perhitungannya ialah ibarat sanggup diperiksa pada tabel 5.10.


Dua buah skor 30 pada variabel I mestinya menempati urutan kedudukan ke-6 dan 7; tetapi alasannya ialah kembar maka keduaurutan kedudukan itu kita jumlahkan (6+7)=13 kemudian kita bagi dua =6,50. Demikian juga skor 60 dan 60 pada variabel II mestinya menempati urutan keddukan ke-4 dak 5; alasannya ialah kembar maka kedudukannya = (4+5) : 2=4,5.
Dari perhitungan pada tabel 5.10. telah kita peroleh ∑D² = 13,00 sedangkan N=10. Dengan demikian sanggup kita cari angka indeks hubungan Rho:

P = 1 – {(6 x 13,00) / (10 x (10² – 1))}
P = 1 – {78/990}
P = 1 – 0,079
P = 0,921
Interpretasi:
Kita merumuskan terlebih dahulu Hₐ dan Hₒ nya:
Hₐ = ada hubungan faktual yang signifikan antara keaktifan para mahasiswa berkunjung keperpustakaan universitas dan prestasi studi mereka difakultas.
Hₒ = tidak ada hubungan faktual yang signifikan antara keaktifan para mahasiswa berkunjung keperpustakaan universitas dan prestasi studi mereka difakultas.
df = N = 10. (konsultasi tabel nilai Rho)
Dengan df sebesar 10, diperoleh Rho tabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,648; sedangkan paada signifikansi 1% Rho tabel diperoleh sebesar 0,794.
Dengan demikian Rho yang kita peroleh dalam perhitungan (yaitu 0,921) ialah jauh lebih besar daripada Rho table (yaitu 0,648 dan 0,794). Dengan demikian Hipotesis nol ditolak. Berarti ada hubungan faktual yang signifikan antara Variabel I dan Variabel II.
Kesimpulan kita, tinggi-rendahnya prestasi studi para mahasiswa di fakultas dekat sekali hubungannya dengan keaktifan mereka dalam mengunjungi (memanfaatkan fasilitas) Perpustakaan Universitas; dalam arti: Pemanfaatan akomodasi studi para mahasiswa di fakultas.
Sumber:
Sudijono, Anas. 2010. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. Hal. 236-239.
Keyword terkait:
teknik hubungan tata jenjang, hubungan tata jenjang spearman, teladan judul hubungan tata jenjang, teladan penyelesaian hubungan tata jenjang, teladan soal teknik hubungan tata jenjang
Sumber https://www.asikbelajar.com