Contoh Cerita Pendek (Cerpen) ihwal Binatang
Cerita pendek (cerpen) ialah sebuah dongeng yang mempunyai konflik sederhana dan berfokus pada satu problem dari sebuah aksara saja. Cerpen tidak mempunyai alur yang kompleks ibarat dalam novel. Cerpen mempunyai banyak referensi yang terbagi dalam beberapa kategori. Berikut ini ialah referensi dongeng pendek (cerpen) ihwal binatang.
Contoh 1
Tikus Kota dan Tikus Desa
Tikus Kota dan Tikus Desa ialah teman. Tikus Desa suatu hari mengundang temannya untuk tiba dan melihatnya di rumahnya di ladang. Tikus Kota tiba dan mereka duduk untuk makan malam barleycorns dan akar yang terakhir mempunyai rasa yang sangat bersahaja.
Rasanya tidak terlalu sesuai dengan selera tamu dan kesannya ia berkata, “Temanku yang malang, kau tinggal di sini tidak lebih baik dari semut. Sekarang, kau harus melihat bagaimana tarif saya! Larder saya ialah klakson banyak yang teratur. Kamu harus tiba dan tinggal bersama saya dan saya berjanji kau akan hidup di atas tanah ini. "
Jadi ketika ia kembali ke kota, ia membawa Tikus Desa dan menunjukkannya ke dalam lemari berisi tepung dan oatmeal, buah ara, madu, dan kurma.
Tikus Desa belum pernah melihat yang ibarat ini dan duduk untuk menikmati kemewahan yang diberikan temannya. Tetapi sebelum mereka mulai dengan baik, pintu lemari terbuka dan seseorang masuk. Kedua Tikus itu pergi dan menyembunyikan diri di lubang sempit dan sangat tidak nyaman. Saat ini, ketika semua tenang, mereka memberanikan diri lagi. Tetapi ada orang lain yang masuk, dan mereka pun bergegas kembali. Ini terlalu banyak untuk pengunjung. "Selamat tinggal," katanya, "aku pergi. Kamu sanggup hidup dengan segala kemewahan, saya sanggup melihatnya, tetapi kau dikelilingi oleh ancaman sedangkan di rumah saya sanggup menikmati makan malam sederhana dari akar dan jagung dengan damai."
Contoh 2
Gajah dan Teman – Temannya
Suatu hari seekor gajah berkeliaran ke hutan untuk mencari teman. Dia melihat seekor simpanse di pohon.
"Apakah kau akan menjadi temanku?" Tanya gajah itu.
Jawab simpanse itu, “Kamu terlalu besar. Kamu tidak sanggup berayun dari pohon ibarat saya. "
Selanjutnya, gajah bertemu kelinci. Dia memintanya untuk menjadi temannya.
Tetapi kelinci itu berkata, "Kamu terlalu besar untuk bermain di liangku!"
Kemudian gajah bertemu seekor katak.
"Maukah kau menjadi temanku? Dia bertanya.
"Bagaimana saya bisa?" Tanya katak.
"Kamu terlalu besar untuk melompat ibarat aku."
Gajah itu kesal. Dia bertemu rubah berikutnya.
“Maukah kau menjadi temanku?” Dia bertanya pada rubah.
Rubah berkata, "Maaf, Tuan, Kamu terlalu besar."
Keesokan harinya, gajah melihat semua binatang di hutan berlari untuk hidup mereka.
Gajah bertanya kepada mereka apa masalahnya.
Beruang itu menjawab, “Ada harimau di hutan. Dia mencoba melahap kita semua! "
Semua binatang melarikan diri untuk bersembunyi.
Gajah bertanya-tanya apa yang sanggup ia lakukan untuk menuntaskan problem semua orang di hutan.
Sementara itu, harimau itu terus memakan siapa pun yang ia temukan.
Gajah berjalan mendekati harimau dan berkata, "Tolong, Tuan Harimau, jangan memakan binatang malang ini."
"Pikirkan urusanmu sendiri!" Geram harimau.
Gajah tidak punya pilihan selain menendang harimau dengan kuat.
Harimau yang ketakutan berlari untuk hidupnya.
Gajah berjalan kembali ke hutan untuk mengumumkan kabar baik kepada semua orang.
Semua binatang berterima kasih pada gajah dan berkata, "Tidak peduli seberapa besar ukuranmu, kau ialah sobat baik kita."
Contoh 3
Si Kepiting Cerdik
Di sebuah daerah hiduplah burung bangau di tepi danau besar. Dia biasa menangkap ikan dan memakannya. Tapi ia sudah menjadi bau tanah dan tidak sanggup menangkap ikan ibarat sebelumnya. Dia pergi tanpa masakan selama beberapa hari bersama.
“Aku harus memikirkan sebuah rencana. Kalau tidak, saya tidak akan hidup lama, "pikir si bangau. Segera ia keluar dengan planning yang cerdas. Bangau itu duduk di tepi air tampak tertekan dan penuh perhatian. Di danau yang sama hidup seekor kepiting yang ramah dan penuh perhatian. Setelah lewat, ia memperhatikan bagaimana bangau itu memkamung dan bertanya kepadanya, "Mengapa kau tampak tertekan, temanku?"
"Sepertinya akan terjadi sesuatu yang buruk,” ucap bangau dengan bunyi sedih.
"Apa itu?" Tanya kepiting dengan cemas.
“Ketika saya sedang dalam perjalanan ke sini pagi ini, saya mendengar seorang peramal menyampaikan bahwa tidak akan ada hujan di bab ini selama dua belas tahun ke depan. Danau akan mengering dan kita semua akan mati. Saya sudah cukup tua. Tidak problem jikalau saya mati. Tapi kalian semua masih sangat muda. Ada begitu banyak untuk Kamu lihat dan nikmati, "kata bangau.
Kepiting pergi ke ikan-ikan di danau dan memberi tahu mereka apa yang dikatakan bangau kepadanya. Mereka semua dipenuhi ketakutan. "O tidak! Apa yang kita lakukan? Kita semua akan mati, "teriak mereka.
“Ada sebuah danau yang sangat besar agak jauh dari sini. Saya sanggup membawa Kamu semua ke sana satu per satu.” Kata bangau. Semua ikan terhibur dan mereka setuju untuk dibawa ke danau yang lebih besar satu per satu.
Setiap hari, bangau akan menerbangkan ikan satu per satu. Dia akan memegang satu dengan hati-hati di antara paruhnya yang panjang dan terbang menjauh. Tetapi alih-alih membawa mereka ke danau mana pun, ia akan mendarat di atas kerikil agak jauh dan memakannya. Kemudian ia akan beristirahat hingga malam dan kembali ke danau.
Setelah beberapa hari, kepiting naik ke bangau. "Kamu membawa ikan-ikan itu ke danau yang lain. Kapan Kamu akan membawa saya? "Tanyanya.
Bangau berpikir, “Aku bosan makan ikan. Daging kepiting akan menjadi santapan yang enak."
Bangau baiklah untuk membawa kepiting ke danau lainnya. Tetapi kepiting itu terlalu besar untuk dibawa oleh burung bangau di paruhnya. Jadi, kepiting naik ke punggung bangau dan mereka memulai perjalanan. Setelah beberapa saat, kepiting itu menjadi tidak sabar.
"Seberapa jauh danau itu?" Tanyanya pada bangau.
"Kamu bodoh," tawa bangau. "Aku tidak akan membawamu ke danau mana pun. Aku akan menghancurkanmu melawan batu-batu itu dan memakanmu ibarat saya memakan semua ikan itu."
"Aku bukan orang terbelakang yang mengizinkanmu membunuhku," kata si kepiting.
Dia memegang leher bangau di cakarnya yang berpengaruh dan mencekik bangau jahat itu hingga mati.
Demikianlah referensi dongeng pendek (cerpen) ihwal binatang. Semoga beberapa referensi cerpen di atas sanggup bermanfaat bagi sobat – sobat yang ingin menulis cerpen. Terima kasih.
Sumber http://www.kelasindonesia.com