Friday, June 23, 2017

√ Teori Partisipasi Masyarakat

Banyak definisi partisipasi yang dikemukakan para ahli. Partisipasi sanggup diartikan sebagai sumbangan, keterlibatan keikutsertaan warga masyarakat dalam banyak sekali acara pembangunan. Menurut Oakley, (1991:6) :
Participation is considered a voluntary contribution by the people in one or another of the public programmers supposed to contribute to national development, but the people are not expected to take part in shaping the programme or criticizing its contents.
Canter (dalam Arimbi, 1993:1) mendefinisikan partisipasi sebagai feed-forward information and feedback information. Dengan definisi ini, partisipasi masyarakat sebagai proses komunikasi dua arah yang terus menerus sanggup diartikan bahwa partisipasi masyarakat merupakan komunikasi antara pihak pemerintah sebagai pemegang kebijakan dan masyarakat di pihak lain sebagai pihak yang mencicipi eksklusif efek dari kebijakan tersebut. Dari pendapat Canter juga tersirat bahwa masyarakat sanggup menunjukkan respon konkret dalam artian mendukung atau menunjukkan masukan terhadap agenda atau kebijakan yang diambil oleh pemerintah, namun sanggup juga menolak kebijakan. Menurut pendapat Mubyarto (1997:35) bahwa mendefinisikan partisipasi sebagai kesediaan untuk membantu keberhasilan setiap agenda sesuai dengan kemampuan setiap orang tanpa berarti mengorbankan kepentingan diri sendiri.

Sedangkan Swanepoel and De Beer (dalam Coetzee et al. (2001:477) menjelaskan list three obatacles to participation adalah:
  1. Operational: issue as too much centralization of power, limited capacity, limited coordination and inappropriate technology;
  2. Culture of poverty: the vicious circle that keeps people enmeshed in poverty; and
  3. Lack of structural support for participation: appropriate structures are necessary.
Nelson, Bryant dan White (1982:206) menyebutkan bahwa keterlibatan kelompok atau masyarakat sebagai suatu kesatuan, sanggup disebut partisipasi kolektif, sedangkan keterlibatan individual dalam acara kelompok sanggup disebut partisipasi individual. Partisipasi yang dimaksud ialah partisipasi vertikal dan horisontal masyarakat. Disebut partisipasi vertikal sebab bisa terjadi dalam kondisi tertentu masyarakat terlibat atau mengambil cuilan dalam suatu agenda pihak lain, dalam kekerabatan dimana masyarakat berada pada posisi sebagai bawahan, pengikut atau klien. Disebut partisipasi horisontal, sebab pada suatu ketika tidak tidak mungkin masyarakat memiliki kemampuan untuk berprakarsa, di mana setiap anggota/kelompok masyarakat berpartisipasi horisontal satu dengan yang lain, baik dalam melaksanakan perjuangan bersama, maupun dalam rangka melaksanakan acara dengan pihak lain. Tentu saja partisipasi ibarat itu merupakan suatu tanda permulaan tumbuhnya masyarakat yang bisa berkembang secara mandiri.

Sumber http://tesisdisertasi.blogspot.com