Showing posts with label Literature. Show all posts
Showing posts with label Literature. Show all posts

Wednesday, August 1, 2018

√ Kenapa Bahasa Inggris Menjadi Bahasa Pengantar Dan Penghubung Dunia Internasional Sampai Dikala Ini

Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Untuk berkomunikasi dengan orang lain itu tentunya kita memerlukan bahasa biar apa yang ingin kita sampaikan sanggup tersampaikan dengan baik. Ada ribuan bahasa yang dipakai di dunia ini. Namun ada satu bahasa yang paling banyak dipakai di dalam pergaulan internasional. Apa lagi bahasa yang dimaksud jikalau bukan bahasa Inggris.


Lantas hal ini sanggup menjadi pertanyaan besar bagi kita. Kenapa bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar dan penghubung dunia internasional hingga ketika ini? Padahal sanggup dikatakan bahwa grammar bahasa Inggris cukup sulit untuk dipelajari. Selain itu kosa kata atau vocabulary yang dimilikinya cukup banyak, baik yang berupa kata kerja (verb), kata benda (noun), kata sifat (adjective), dan lain sebagainya.


Dalam kesempatan ini, penulis akan mengajak pembaca untuk membahas mengenai alasan kenapa bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar dan penghubung dunia internasional hingga ketika ini. Penting bagi kita untuk mengetahui hal ini biar semakin bersemangat dalam mempelajari bahasa Inggris. nah berikut ini klarifikasi lengkapnya:


1. Salah Satu Bahasa Tertua di Dunia


Alasan pertama bahasa Inggris menjadi bahasa internasional yaitu bahasa ini merupakan salah satu bahasa tertua di dunia. Ia berasal dari dataran Britania sekitar kala ke-8. Selain itu, bahasa Inggris juga mempunyai perkembangan kosa kata yang teramat pesat.


Menurut tim peneliti adonan Harvard University dan Google, setidaknya penambahan kosa kata bahasa Inggris mencapai 8.500 kata pertahun. Kini jumlah total kosa kata bahasa Inggris  telah mencapai angka 1.022.000 kata. Ini merupakan suatu jumlah kosa kata yang jauh lebih banyak negara kita.


Menurut Pusat Bahasa Kemendikbud, kosa kata yang dimiliki bahasa Indonesia hanya berkisar 91.000 kosa kata. Faktanya, perkembangan jumlah kosa kata dalam suatu bahasa menjadi salah satu patokan layak atau tidaknya sebuah bahasa dipakai sebagai bahasa internasional. Unsur bahasa tempat tidak turut diperhitungkan dalam hal ini.


2. Negara Inggris Merupakan Negara Maju


Alasan kedua bahasa Inggris menjadi bahasa internasional yaitu negara Inggris dan negara-negara yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa nasionalnya merupakan negara maju.


Hal ini sanggup terlihat dari penemuan dan penyebaran ilmu pengetahuan yang banyak dilakukan oleh  negara-negara barat menyerupai Inggris, Amerika Serikat, dan Australia. Oleh sebab itu, rasanya menguasai bahasa Inggris menjadi wajib jikalau kita ingin mengikut perkembangan ilmu dan teknologi. 







3. Negara dengan Wilayah Jajahan Paling Banyak di Dunia


Alasan terakhir yang dibahas dalam kesempatan ini yaitu negara Inggris merupakan salah satu negara yang mempunyai wilayah jajahan terbanyak di dunia. Oleh sebab itu, bahasa Inggris dirasa sangat familiar dan banyak dipakai di banyak sekali negara, terutama negara bekas jajahan Inggris.


Penjelasan di atas merupakan uraian mengenai materi mengenai kenapa bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar dan penghubung dunia internasional hingga ketika ini yang sanggup penulis sampaikan kepada pembaca dalam kesempatan yang indah ini.


Semoga dengan membaca artikel mengenai Kenapa Bahasa Inggris Menjadi Bahasa Pengantar dan Penghubung Dunia Internasional Hingga Saat Ini ini, pembaca sanggup memahami menyerupai alasan bahasa Inggris harus dipelajari dengan baik  sehingga kemampuan dasar bahasa inggris pembaca sanggup meningkat pula. Tetap semangat untuk mempelajari bahasa inggris dan hingga jumpa pada kesempatan yang lain. may the joy be with you!



Sumber https://azbahasainggris.com

Tuesday, February 27, 2018

√ 4 Tumpuan Kalimat Rhyme (Sajak) Pada Puisi Dalam Bahasa Inggris

Pada pembahasan sebelumnya telah membahas wacana contoh kalimat intention-intention expression dan contoh kalimat bahasa inggris untuk memperkenalkan diri yang tentunya akan sangat bermanfaat. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas wacana sajak pada puisi. Namun, puisi kali ini tetap akan dalam bahasa inggris.


Pernah baca puisi dalam Bahasa Inggris?. Jika pernah niscaya ada ciri unik dari puisi yang biasanya muncul di simpulan kalimat. Setiap simpulan kalimat pada sebuah puisi biasanya memiliki akhiran suara yang sama. Banyak sekali kumpulan kosakata Bahasa Inggris a-z dan arti lengkap yang sanggup kau gunakan baik kata kerja (verb), kata sifat (adjective) atau kata benda (noun) yang mengandung rima.


Contoh kata yang memiliki rima yang sama dalam Bahasa Inggris ialah sebagai berikut.


Good (bagus) = Wood (kayu) = Hood (kerudung kepala).


Happy (senang) = Nappy (pokok) = creepy (menyeramkan).


Sweet (manis) = meat (daging) = feet (kaki jamak).


Itulah yang dinamakan rima atau rhyme dalam Bahasa Inggris. Rima bukan ciri wajib yang harus ada di setiap kalimat pada puisi namun puisi niscaya punya rima. Puisi yang memiliki rima yang sama akan lebih menarik untuk dibaca dan didengar.


Penggunaaan rima dalam puisi juga memperlihatkan sebuah makna atau pesan yang ingin disampaikan penulis. Untuk memperlihatkan sajak pada puisi minimal ada dua kalimat. Untuk menciptakan puisi yang berima kita juga perlu memperhatikan penulisan grammar yang sempurna biar pesan yang ingin disampaikan sanggup dipahami pembaca.


Sajak sering ditemukan pada lagu-lagu atau puisi pendek. Berikut ialah beberapa pola sajak dalam Bahasa Inggris beserta arti dan pesan yang ingin disampaikan dalam puisi.



  1. Puisi 1


When you have a failure


(Ketika kau gagal)


Don’t be terribly insecure


(Jangan terlalu gelisah)


Cause it makes you grow up to be mature


(Karena itu membuatmu tumbuh menjadi dewasa)


Kata yang memiliki rima sama pada pola puisi di atas yaitu failure, insecure, dan mature. Kalimat puisi yang memiliki rima akan terlihat menarik. Puisi di atas ingin memberikan pesan kepada pembaca biar tidak gampang frustasi ketika mengalami kegagalan, karna itu justru akan menciptakan kita lebih cukup umur dan lebih berpengaruh untuk menghadapi setiap persoalan dan kegagalan.



  1. Puisi 2


Dream as if you will be everlasting


(Bermimpilah seperti kau akan hidup selamanya)


Pray as if your death is suddenly coming


(Beribadahlah seperti kematianmu tiba kapan saja)


Seperti yang dijelaskan di atas sajak yang berima minimal terdiri dari dua kalimat. Pada pola di atas dua kata yang berada di simpulan kalimat ialah everlasting dan coming. Pesan yang ingin disampaikan ialah kita harus semangat untuk meraih harapan seperti kita hidup selamanya namun juga tidak lupa beribadah alasannya ialah sewaktu-waktu sanggup saja simpulan hayat datang, jadi antara harapan dan doa atau ibadah harus saling melengkapi.



  1. Puisi 3


She is the first person who surely gives her soul to you


(Dia ialah orang pertama yang niscaya rela memperlihatkan nyawanya untukmu)


She is the one who prays nights to nights for you


(Dia, satu-satunya orang yang mendoakanmu setiap saat)


She is the one who tries the best efforts for you


(Dia, satu-satunya orang yang memperlihatkan usaha-usaha terbaiknya untukmu)


She is your mom, who always loves you


(Dia, ibumu, yang selalu mencintaimu)








Pada puisi di atas kata yang berima sama ialah you. Ini memperlihatkan bahwa penulis ingin memperlihatkan penitikberatan bahwa pembaca harus memahami bagaimana seorang ibu yang mengasihi anaknya, maka pembaca harus menghargai jasa ibu yang dengan seluruh tenaga dan usahanya mendidik, merawat dan mendoakan anak-anaknya.



  1. Puisi 4


If books are the window of the world


(Jika buku ialah jendela dunia)


Pens are the straps of words


(Pena ialah pengikat kata)


Science is the soul of the world


(Ilmu ialah jiwa dunia)


Hence, share it, will build a better world


(Maka menyebarkannya akan membangun dunia yang lebih baik)


It is such a best sincerity effort


(Itu sungguh sebuah perjuangan paling mulia)


Pada puisi di atas, kata yang memiliki rima sama ialah worlds, words, dan effort yang ada pada setiap simpulan kalimat. Pesan yang ingin disampaikan ialah bahwa buku dan ilmu pengetahuan sangat penting, maka jangan pernah mengalah untuk menuntut ilmu dan mengajarkan kembali kepada orang-orang, alasannya ialah itu akan menciptakan kehidupan dunia lebih baik.


Puisi atau sajak niscaya memiliki rima walaupun tidak selalu ada di setiap simpulan kalimat. Rima menciptakan puisi lebih menarik dan akan memudahkan pembaca mendapatkan pesan yang ingin disampaikan melalui puisi tersebut. Agar puisi lebih menarik, biasanya puisi dijadikan lagu sehingga cakupan pembaca dan pendengar akan lebih banyak.


Demikianlah artikel wacana pola kalimat rhyme (sajak) pada puisi dalam bahasa inggris. Tak kalah menarik bukan dan patut dipelajari. Karena bahasa itu luas dan pengenal kita dengan dunia. Jadi, jangan takut berguru ya. Semoga bermanfaat.



Sumber https://azbahasainggris.com

Wednesday, February 21, 2018

√ 6 Teladan Puisi Bahasa Inggris Perihal Hujan Dan Artinya

Banyak cara untuk mengungkapkan perasaan seseorang, salah satunya melalui puisi. Puisi ialah kumpulan baris atau bait yang memiliki ciri khusus.


Seperti puisi dalam Bahasa Indonesia, puisi Bahasa Inggris juga punya ciri khas yaitu ia ditulis dengan kata-kata kiasan atau majas dan memiliki rima (rhyme) atau selesai bunyi yang sama di selesai baris. Setiap puisi memiliki pesan yang ingin disampaikan penulisnya. Di bawah ini ialah contoh puisi yang bercerita wacana hujan dan artinya.



  1. There will come soft rain


(Akan tiba hujan yang lembut)


by Sara Teasdale


There will come soft rain and the smell of the ground,


(Akan tiba hujan yang lembut dan beraroma tanah)


And swallows circling with their shimmering sound;


(Dan burung layang-layang berputar dengan bunyi gemerlapan)


And frogs in the pools singing at night,


(Dan katak-katak di kolam bernyanyi di malam hari)


And wild plum trees in tremulous white;


(Dan pohon plum liar yang gemetar)


Robins will wear their feathery fire,


(Burung murai akan mengenakan api yang lembut menyerupai bulu)


Whistling their whims on a low fence-wire;


(Bersiul-siul tingkah mereka pada kawat pagar yang rendah)


And not one will know of the war, not one


(Dan tidak seorangpun tahu perang itu, tidak ada)


Will care at last when it is done.


(Akankah peduli di ketika terakhir ketika semua telah berakhir)


Not one would mind, neither bird nor tree,


(Tidak ada yang tidak berkeberatan, tidak juga burung atau pohon)


If mankind perished utterly;


(Jika umat insan tewas seketika)


And Spring herself, when she woke at dawn


(Dan mengejutkan beliau sendiri, ketika beliau terbangun di waktu fajar)


Would scarcely know that we were gone.


(Akan sayup-sayup mengetahui bahwa kita telah pergi)



  1. Rain


(Hujan)


by Robert Louis Stevenson


The rain is raining all around,


(Hujan telah membasahi semuanya)


It falls on field and tree,


(Dia menghujani  ladang dan pohon)


It rains on the umbrellas here,


(Dia menghujani payung-payung disini)


And on the ships at sea.


(Dan perahu-perahu di laut)



  1. A night rain in Summer


(Malam Berhujan di Musim Panas)


by James Henry Leigh Hunt


Open the window, and let the air


(Bukalah jendela, dan biarkan udara masuk)


Freshly blow upon face and hair,


(Dengan penuh kesejukan menerpa wajah dan rambut)


And fill the room, as it fills the night,


(Dan memenuhi ruangan, menyerupai memenuhi malam)


With the breath of the rain’s sweet might.


(Dengan tarikan nafas hujan yang manis)


Hark! the burthen, swift and prone!


(Dengar! Beban, melayang dan pergi!)


And how the odorous limes are blown!


(Dan betapa wanginya lemon yang semerbak!)


Stormy Love’s abroad, and keeps


(Kepergian cinta yang kuat, dan bertahan)


Hopeful coil for gentle sleeps.


(Penuh keinginan berliku untuk tidur yang tenang)


Not a blink shall burn to-night


(Tidak kejapan mata yang membara malam ini)


In my chamber, of sordid light;


(Di kawasan tidurku, dari cahaya yang kotor)


Nought will I have, not a window-pane,


(Sia-sia akan kupunya, bahkan sebuah beling jendela)


‘Twixt me and the air and the great good rain,


(Antara saya dan udara dan hujan yang besar)


Which ever shall sing me sharp lullabies;


(Yang seharusnya menyanyikanku ninabobok)


And God’s own darkness shall close mine eyes;


(Dan kegelapan Tuhan sendiri begitu dengan dengan mataku)


And I will sleep, with all things blest,


(Dan saya akan tidur, dengan segala berkah)


In the pure earth-shadow of natural rest.


(Pada bayangan bumi yang suci dari istirahat yang alami) 








  1. When the sun comes after rain


(Saat matahari muncul sehabis hujan)


by Robert Louis Stevenson


When the sun comes after rain


(Saat matahari muncul sehabis hujan)


And the bird is in the blue,


(Dan burung di atas langit)


The girls go down the lane


(Dan para gadis berjalan di jalan pedesaan)


Two by two.


(Berdua-dua)


When the sun comes after shadow


(Saat matahari muncul sehabis membayangi)


And the singing of the showers,


(Dan bersenandung ketika hujan)


The girls go up the meadow,


(Para gadis pergi ke padang rumput)


Fair as flowers.


(Cantik menyerupai bunga-bunga)


When the eve comes dusky red


(Saat malam muncul merah kehitam-hitaman)


And the moon succeeds the sun,


(Dan rembulan menggantikan matahari)


The girls go home to bed


(Para gadis pulang ke rumah untuk tidur)


One by one.


(Satu per satu)


And when life draws to its even


(Dan ketika hidup menggambarkan dirinya)


And the day of man is past,


(Dan hari seorang lelaki telah berlalu)


They shall all go home to heaven,


(Mereka semua pulang ke surga)


Home at last.


(Di rumah untuk ketika terakhir)



  1. An Autumn Rain Scene


(Sebuah Pemandangan hujan ekspresi dominan gugur)


by Thomas Hardy


There trudges one to a merry-making


(Perjalanan yang melelahkan untuk bersukaria)


With sturdy swing,


(Dengan ayunan yang kokoh)


On whom the rain comes down.


(Pada siapa yang terkena hujan)


To fetch the saving medicament


(Mengambil obat-obatan)


Is another bent,


(Merupakan tekad yang lain)


On whom the rain comes down.


(Pada siapa yang terkena hujan)


One slowly drives his herd to the stall


(Sesorang mengendarai kuda dengan pelan ke kandang)


Ere ill befall,


(Sebelum terkena penyakit)


On whom the rain comes down.


(Pada siapa yang terkena hujan)


This bears his missives of life and death


(Ini menahan berat hidup dan matinya)


With quickening breath,


(Dengan mempercepat bernafas)


On whom the rain comes down.


(Pada siapa yang terkena hujan)


One watches for signals of wreck or war


(Seseorang mencari gejala dari kerusakan atau peperangan)


From the hill afar,


(Dari bukit yang jauh)


On whom the rain comes down.


(Pada siapa yang terkena hujan)


No care if he gain a shelter or none,


(Tidak ada yang peduli kalau beliau mencapai kawasan perlindunhan atau tidak)


Unhired moves on,


(Tanpa persewaan untuk pindah)


On whom the rain comes down.


(Pada siapa yang terkena hujan)


And another knows nought of its chilling fall


(Dan yang lain tahu semua ini sia-sia di ekspresi dominan dingin)


Upon him at all,


(Atas dia)


On whom the rain comes down.


(Pada siapa yang terkena hujan) 








  1. Before summer rain


(Sebelum ekspresi dominan panas turun hujan)


by Rainer Maria Rilke


Suddenly, from all the green around you,


(Tiba-tiba, dari seluruh lapangan hijau di sekitarmu)


something-you don’t know what-has disappeared;


(Sesuatu, yang tak kau ketahui telah hilang)


you feel it creeping closer to the window,


(Kami merasakannya merayap lebih erat ke jendela,)


in total silence. From the nearby wood


(Penuh kesunyian. Dari hutan terdekat)


you hear the urgent whistling of a plover,


(Kamu mendengar siulan burung laut,)


reminding you of someone’s Saint Jerome:


(Mengingatkannu akan seseorang berjulukan Saint Jerome)


so much solitude and passion come


(Begitu sunyi dan berpengaruh mendatangi)


from that one voice, whose fierce request the downpour


(Dari sebuah suara, akan seruan hujan lebat)


will grant. The walls, with their ancient portraits, glide


(Akan mengabulkan. Dinding-dinding, dengan gambar kuno, terbang)


away from us, cautiously, as though


(Jauh dari kita, dengan hati-hati)


they weren’t supposed to hear what we are saying.


(Mereka tidak diperlukan untuk mendengar apa yanh kita katakan)


And reflected on the faded tapestries now;


(Dan merefleksikan permadani yang bercahaya sekarang)


the chill, uncertain sunlight of those long


(Rasa dingin, cahaya matahari yang tak tentu seberapa lama)


childhood hours when you were so afraid.


(Masa kanak-kanak ketika kau begitu takut)


Untuk memahami puisi dengan baik ialah memperhatikan makna konotasi setiap kata. Oleh alasannya itu, penting bagi kita untuk memahami kosa kata Bahasa Inggris dengan baik. Selain itu, puisi juga tidak selalu memenuhi standar grammar Bahasa Inggris, alasannya puisi ialah karya sastra atau literature yang memiliki tingkat kebebasan yang cukup tinggi dibandingkan jenis teks lain.



Sumber https://azbahasainggris.com

Tuesday, February 20, 2018

√ 5 Pola Puisi Hiperbola Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya

Hiperbola ialah salah satu majas atau gaya bahasa yang dipakai untuk melebih-lebihkan maksud yang ingin disampaikan. Biasanya majas ini dipakai untuk “menyatakan” apa yang dirasakan oleh seseorang semoga lawan bicara lebih gampang mengerti akan maksud pembicara.


Contoh kalimat yang memakai majas hiperbola contohnya “I’m hungry, I want to eat a horse” atau “I’m starving to death”. Kalimat pertama, si pembicara menyampaikan bahwa dia lapar, ia ingin makan kuda, hal ini bukanlah berarti si pembicara ingin makan kuda dengan makna yang tolong-menolong namun ini ialah penggunaan majas hiperbola yang ingin menekankan bahwa si pembicara sangat lapar.


Kalimat kedua, si pembicara menyampaikan bahwa dia kelaparan hingga mati, kalimat ini juga tidak berarti si pembicara benar-benar akan mati karna kelaparan. Dia hanya ingin memperlihatkan perasaannya bahwa ia sangat lapar.


Contoh kalimat hiperbola lainnya bisa kalian temukan juga di pembahasan yang telah lalu. Majas dalam Bahasa Inggris tidak berbeda jauh dengan majas dalam Bahasa Indonesia, ada 8 majas dalam Bahasa Inggris, salah satunya majas hiperbola yang dipakai tidak hanya pada kalimat saja namun juga dalam puisi.


Penggunaan hiperbola pada puisi ada yang mengandung rima atau rhyme ada juga yang tidak berima, berikut ialah teladan penggunaan majas hiperbola dalam puisi Bahasa Inggris yang sangat menarik beserta artinya.


1. Timeout


(habis waktu)


By Anonymous


All by myself


(Hanya saya sendiri)


Alone in a room


(sendiri di sebuah ruangan)


My mom put me in timeout


(Ibuku memberiku habis waktu)


So, sunyi, it’s been 10.000 years.


(begitu sepi, ini sudah 10,000 tahun)


So lonely, no one remembers me at all


(begitu sunyi, tidak ada yang mengingatku)


So lonely, my whole world is just this room


(begitu sunyi, seluruh duniaku hanya ruangan ini)


Oh wait.


(oh tunggu.)


My 5 minutes are up.


(5 menitku telah berlalu)


Goodbye,


(selamat tinggal)


I’m going out to play


(aku akan bermain di luar)


Puisi di atas menceritakan betapa seorang anak yang merasa kesepian di dalam sebuah ruangan. Dia merasa tidak ada yang mengingatnya. Dia juga mencicipi waktu begitu usang mirip 10.000 tahun.


Penulis melebih-lebihkan atau menyangatkan betapa terasa begitu lama, maka penulis memakai majas hiperbola. Hal ini sangat berbeda dengan keadaan sesungguhnya yang ternyata hanya 5 menit saja; My 5 minutes are up.


2. When I die


(Saat Aku Mati)


by Sonia H.


When I die I will be a ghost 


(Saat saya mati, I akan menjadi hantu)


and discover the world’s secrets. 


(dan menemukan rahasia-rahasia dunia)


When I die and become a ghost 


(Saat saya mati dan menjadi hantu)


I will return to my body and live. 


(Aku akan kembali ke tubuhku dan hidup)


When I die I will be on earth 


(Saat saya mati saya akan ada di atas bumi)


and choose to be in heaven. 


(dan menentukan untuk di surga)


When I die and I have revenge 


(saat saya mati dan saya punya dendam)


I will live to seek it. 


(aku akan hidup dan mencarinya)


When I die 


(saat saya mati)


I will live.


(aku akan hidup)


Dalam puisi di atas penulis ingin mengungkapkan perasaannya kalau ia mati ia akan menjadi hantu, yang hidup lagi di dunia, dan akan membalas dendam kalau ia punya.


Dia mengungkapkan perasaannya dengan melebih-lebihkan apa yang akan terjadi dengan menjadi seorang hantu dan menemukan semua diam-diam yang ada di dunia. Penulis bisa menciptakan pembaca puisi mencicipi perasaan penulis karna penggunaan majas hiperbola.







3. Tsunami


(gelombang tsunami)


by Theodora (Theo) Onken


Like a melodramatic tsunami- 


(layaknya sebuah tsunami yang dramatis)


You self destruct our: ‘To Be’- 


(kamu menghancurkan sendiri, impian kita)


Your harbor-wave of monumental catastrophe- 


(gelombang pelabuhanmu merupakan tragedi yang sangat besar)


Washes away, the only remnant of me. 


(menyapu bersih, sisa-sisa diriku)


I was the shore of your discontent- 


(aku ialah tepi maritim dari ketidakpuasanmu)


My all baster sands were never to become a pearl- 


(percikan-percikan pasirku tak kan pernah menjadi mutiara)


You were the rage inside the eye of the storm- 


(kamu ialah amukan dari dalam mata badai)


An Earthquake of The World… 


(sebuah gempa bumi dunia…)


Disasters take our breath away- 


(bencana-bencana membawa nafas kita pergi)


Floods of grand intensity- 


(banjir-banjir dari intenistas yang besar)


Come whirling and roaring over and over- 


(datang berputar dan meraung terus menerus)


Stripping the very essence of me. 


(melepaskan inti jiwaku)


Bays and inlets of our cacophony remain- 


(teluk-teluk dan ceruk dari sisa-sisa hiruk-pikuk kita)


Dissonance reverberates over our disaster- 


(ketidakcocokan terus menggemakan tragedi kita)


While you continue to wear your diadem- 


(ketika kau meneruskan memakai mahkotamu-)


Unmoved, you remain, a diva-male dischord master…


(tak bergerak, kau tinggal, seorang diva paduan nada lelaki)


Pada puisi di atas, penulis ingin mengungkapkan perasaan patah hati yang ia rasakan.


Kesedihannya yang mendalam diibaratkan sebagai tsunami. Patah hatinya serasa mirip bencana-bencana yang tiba bertubi-tubi hingga membawa inti dari jiwanya lenyap. Penggunaan majas hiperbola di puisi ini menciptakan pembaca ikut mencicipi bahwa si penulis sangat duka karna patah hati, sehingga pembaca larut dalam puisi ini.


Baca juga:









4. Die for me


by Richard Brautigan


If you will die for me, 


(jika kau bersedia mati demi aku)


I will die for you 


(aku akan mati untukmu)


and our graves will be like two lovers washing 


(dan makam kita akan mirip dua pecinta yang mencuci)


their clothes together 


(baju-baju mereka bersama)


in a laundromat 


(di sebuah daerah basuh otomatis)


If you will bring the soap 


(jika kau membawa sabun)


I will bring the bleach.


(aku akan membawa pemutih)


Penulis juga memakai majas hiperbola untuk menciptakan pembaca merasa benar-benar mencicipi kebahagiaan yang penulis rasakan kalau penulis dan kekasihnya meninggal bersama-sama mereka akan mencuci bersama, ini ialah hal yang begitu menyenangkan bagi penulis, sehingga pembaca juga ikut senang meskipun penggambaran di puisi ini sangat sederhana yaitu aktivitas mencuci, namun tetap menjadi seakan-akan aktivitas yang mengasyikkan.


5. A Forlorn Lover


(Pecinta yang Bersedih)


By Andrew Marvell


The sea him lent those bitter tears


(laut meminjamkannya air mata kegetiran)


 Which at his eyes he always wears;


(yang di matanya selalu ia gunakan;)


 And from the winds the sighs he bore,


(dan dari angin, napas panjang, ia merasa bosan,)


 Which through his surging breast do roar.


(yang sepanjang gelombang perasaannya meraum-raum)


 No day he saw but that which breaks


(tiada hari ia melihat, tapi beristirahat)


Through frightened clouds in forkèd streaks,


(karna awan seram di percabangan anak sungai)


While round the rattling thunder hurled,


(saat mengitari, kilatan petir menghempas)


As at the fun3r4l of the world.


(seperti di pemakaman dunia)


Puisi di atas menceritakan kesedihan seorang yang patah hati, seakan-akan dipinjami air mati dari laut. Laut punya banyak air yang melimpah. Penulis mengajak pembaca mencicipi kesedihan yang mendalam bahwa untuk menangis saja membutuhkan air dari laut.


Majas hiperbola pada puisi ini sangat terasa di baris awal dan pada dua baris terakhir; While round the rattling thunder hurled, As at the fun3r4l of the world.


Penulis menceritakan betapa kesedihan yang mencakup dirinya bisa dirasakan oleh semua orang seakan-akan pemakaman dari dunia yang secara tidak eksklusif ingin menyampaikan selesai dari dunia. Kesedihannya membuatnya mencicipi dunia telah mati, telah lenyap.


Contoh-contoh puisi di atas ialah teladan puisi Bahasa Inggris yang mengandung majas hiperbola. Majas hiperbola dipakai untuk memperlihatkan pengutamaan sangat terhadap apa yang dirasakan oleh pembicara atau penulis pada sebuah teks atau puisi.



Sumber https://azbahasainggris.com

Monday, February 12, 2018

√ 34 Pola Kalimat Personifikasi Bahasa Inggris Beserta Artinya

Majas ialah gaya bahasa yang dipakai seseorang untuk mengungkapkan suatu  ide, pesan, perasaan atau dongeng pada kalimat, pyisi atau cerita. Majas tidak hanya dikenal dalam Bahasa Indonesia, namun juga dipakai dalam Bahasa Inggris.


Ada 8 jenis majas dalam Bahasa Inggris, yaitu majas metafora, majas metafora, majas personifikasi, majas hiperbola, majas simile, majas idiom (idiomatic), majas aliterasi, majas onomatopoeia, dan majas cliché.


Contoh Kalimat Personifikasi Bahasa Inggris


Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas wacana  kalimat personifikasi dalam Bahasa Inggris. Kalimat personifikasi ialah kalimat yang mengandung majas personifikasi. Penggunaan majas ini bertujuan untuk meyamakan suatu benda, ide, atau perasaan seolah-seolah memiliki sifat mirip manusia.


Benda tidak hidup diibaratkan memiliki sifat mirip manusia. Contohnya pada kalimat, “The sky are crying”, pada kalimat tersebut langit diibaratkan menangis mirip insan padahal sanggup saja yang dimaksud ialah hujan yang turun dari langit. Contoh kalimat personifikasi lainnya ialah sebagai berikut.


1,Look at that building. That is so beautiful!


(lihat bangunan itu. Sangat cantik.)


2.The flowers danced together with the grasses.


(bunga-bunga menari bersama rerumputan)


3.Plants also prayed during that extremely disaster.


(tumbuh-tumbuhan pun ikut berdoa di peristiwa yang dahsyat itu)


4.Moon and stars always appear in clear sky, they greet each other.


(Bulan dan bintang-bintang selalu terlihat di langit yang cerah, mereka saling sapa satu sama lain)


5.While doing a test, the answers fled in my mind.


(saat mengerjakan tes, jawaban-jawaban melarikan diri di kepalaku)


6.She got an accident until her motorcycle kissed the road.


(dia menerima kecelakaan hingga motornya mencium jalan)


7.Honey and bee can’t be apart. They such have got married.


(madu dan lebah tidak terpisahkan. Mereka mirip telah menikah)


8.Today is a cheerful day, I can hear birds sing


(hari ini sangat cerah. Aku sanggup mendengar burung-burung bernyanyi bersama)


9.Clouds draw what will happen, it will rain today.


(awan-awan menggambarkan apa yang akan terjadi, hari ini akan hujan)


10.Bamboo whistled as melodious as flutes


(pohon bambu bersiul semerdu seruling)


11.Time flies when we are playing a game.


(waktu terbang ketika kita bermain game)


12.The leaves waved in the wind.


(dedaunan melambai-lambai karna angin)


13.The sun smiled at me.


(matahari tersenyum padaku)


14.I even could hear the dresses argued that they were the best to wear.


(aku bahkan sanggup mendengar baju-baju itu berdebat bahwa mereka yang paling baik untuk dikenakan.)


15.The sun and cloud are playing hide and seek.


(matahari dan awan sedang bermain petak umpet) 







16.My plants are begging for water.


(tanaman-tanamanku sedang mengemis air)


17.The fire ran quickly to the other side of the home.


(api berlari kencang dari satu sisi ke sisi lain rumah itu)


18.I will plant banana trees, so that papaya trees don’t stand alone anymore.


(aku akan menanam pohon pisang, jadi pohon pepaya itu tidak berdiri sendiri lagi)


19.The wind swept leaves in our garden.


(Angin menyapu dedaunan di taman kita)


20.Grasses whispered to grow taller and teller.


(rerumputan berbisik untuk tumbuh tinggi dan tinggi)


21.The sun loves the earth by shining every morning


(matahari mengasihi bumi dengan menyinari setiap pagi)


22.Your garbage tells your habits


(sampahmu menceritakan kebiasaanmu)


23.Rain washed mud on the roads.


(hujan mencuci lumpur di jalanan)


24.Nature seems writing our story in future


(alam terlihat menuliskan dongeng kita di masa depan)


25. The house protects me like a friend


(rumah melindungi ku mirip seorang kawan)


26. Haze hugged me this morning


(kabut memelukku pagi ini)


27. Mom served fried chicken for dinner, and it seemed calling me to have dinner quickly.


(Ibu menyiapkan ayam goreng untuk makan malam, dan ia mirip memanggilku untuk segera makan malam) 







28. Some of plastic wastes swim into the sea.


(sebagian sampah-sampah plastik berenang ke lautan)


29. On the sky, stars saw everything we did.


(di langit, bintang-bintang melihat apa yang kita lakukan)


30. Sky heard my complaining about hot afternoon, now it is rain.


(langit mendengar keluhanku akan siang yang panas, kini hujan datang)


31. The sky are crying by raining the field


(langit sedang menangis dengan menurunkan hujan di ladang)


32. Sun is happy today, she shines out bright.


(matahari bergembira hari ini, ia bersinar cerah)


33. The volcano screamed out to show her strength


(gunung berapi berteriak-teriak menawarkan kekuatannya)


34. My motorcycle stopped, it was such complaining to get services.


(motorku berhenti, ia mirip protes untuk di perbaiki)


Baca juga:



Contoh-contoh kalimat di atas ialah pola kalimat yang memakai majas personifikasi. kalimat personifikasi ditandai dengan adalanya kata kerja atau kata sifat yang dimiliki oleh manusia.


Pada pola di atas kata yang bercetak tebal ialah kata yang menjadi syarat terbentuknya kalimat personifikasi.



Sumber https://azbahasainggris.com

√ 20 Teladan Puisi Bahasa Inggris Perihal Keindahan Alam Beserta Artinya

Puisi atau poem yaitu kumpulan kata-kata yang disusun sedemikian rupa dalam bentuk baris atau bait. Puisi juga memiliki ciri-ciri khusus, antara lain rima atau sajak, suku kata, tempo atau ritme, aliterasi atau penggunaan kata-kata yang permulaannya sama bunyi, menggunakan kata-kata kiasan atau majas.


Majas yang dipakai yaitu simile, personifikasi, hiperbola, metafora, dan lain-lain. Majas ini biasanya mengandung banyak kosakata atau vocabulary dalam Bahasa Inggris.


Puisi juga memiliki jenis-jenis yang berbeda yaitu akrostik, puisi berbentuk, Puisi pantun, Puisi yang menggunakan grammar yang berbeda, haiku, puisi narasi, dan balada. Isi puisi juga bermacam-macam, salah satunya yaitu wacana keindahan alam menyerupai pola di bawah ini.



  1. The Moon


(Rembulan)


By Robert Louis Stevenson


The moon has a face like the clock in the hall; 


(Rembulan memiliki wajah layaknya jam di aula)


She shines on thieves on the garden wall, 


(Dia menyinari pencuri-pencuri di dinding taman)


On streets and fields and harbour quays, 


(Di jalanan dan perkebunan, dan dermaga-dermaga di pelabuhan)


And birdies asleep in the forks of the trees. 


(Dan burung-burung tertidur dipercabangan pohon)


The squalling cat and the squeaking mouse, 


(Kucing yang mengeong dan tikus yang mencicit)


The howling dog by the door of the house, 


(Anjing yang menggonggong di pintu rumah)


The bat that lies in bed at noon, 


(Kelelawar yang berbaring di kasur pada siang hari)


All love to be out by the light of the moon. 


(Semua cinta dicurahkan pada sinar rembulan)


But all of the things that belong to the day 


(Tapi semua yang dimiliki siang hari)


Cuddle to sleep to be out of her way; 


(Pelukan untuk tidur bukan cara dia)


And flowers and children close their eyes 


(Dan bunga-bunga serta bawah umur tertidur)


Till up in the morning the sun shall arise.


(Sampai pagi tiba, matahari akan terbit)



  1. Mountains


(Pegunungan)


By Riya Shrivastava


Emerges above the land into their peak.


(Bermunculan dari atas tanah hingga ke puncak)


It is the sky they constantly seek.


(Itu langit yang selalu mereka cari)


From the far distance, we won’t notice their height.


(Dari jarak yang jauh, kita tidak bisa melihat ketinggiannya)


A view from the top is a spectacular sight.


(Pemandangan dari puncak yaitu pemandangan yang spektakuler)


Closely positioned to form a range.


(posisi yang bersahabat untuk memberi kisaran)


Human eyes won’t notice the change.


(Mata insan tidak bisa melihat perubahan)


Not a prisoner to the immediate time,


(Bukan seorang tawanan di waktu yang serta merta)


Challenges many, unforgiving climb.


(Rintangan yang banyak dan pendakian yang taktermaafkan)


So much more beyond their beauty.


(Sungguh sangat jauh lebih indah dari kecantikannya)


Sheltering species, that’s their duty.


(Memberikan keteduhan untuk jenis-jenis hewan yaitu kiprah mereka)


Mountains are members of the nature we know,


(Gunung-gunung yaitu anggota alam yang kita tahu)


And at the top they often have snow.


(Dan puncak yaitu yang sering bersalju)



  1. Hey, Little Bug!


(Hei, Serangga Kecil)


By Tai-Shona Britto


Hey, little stick bug 


(Hei, serangga kecil)


Clinging to a stem.


(Yang melekat di batang)


Where did you come from?


(Dari mana kamu?)


How did you land?


(Bagaimana negerimu?)


Hey, little lady bug 


(Hei, serangga kecil)


Sitting on my nose.


(Yang duduk di hidungku)


How did you get your wings,


(Bagaimana kau mendapat sayap?)


Red as a rose?


(Apakah menyerupai merah di bunga mawar?)


Hey, little bumble bee.


(Hei, lebah kecil)


Why is your bum so pointy?


(Mengapa pantatmu sangat lancip)


Please don’t sting me.


(Tolong sangat sengat aku)


Hey, little marching ants.


(Hei, semut-semut kecil)


Where are you going?


(Kemana kau akan pergi?)


He, he, he, on my pants,


(Hei, hei, hei, di celanaku)


So tickly.


(Sangat gatal.)


Hey, little butterfly


(Hei, kupu-kupu kecil)


Soaring through the sky.


(Yang membumbung tinggi hingga langit)


Would you land on my finger


(Maukah kau hinggap di jariku)


And say hi and bye?


(Dan menyapa kemudian pergi)


Hey, little spider


(Hei, laba-laba kecil)


Spinning your web.


(Yang sedang memintal jaring)


Do you come out to play


(Apakah kau keluar dan bermain?)


When we all go to bed?


(Ketika kita semua pergi tidur?)


Hey, little lightning bug


(Hei, kunang-kunang)


Flying through the night.


(Yang terbang di malam hari)


Be my guide


(Jadilah pemanduku)


So I can follow your light.


(Sehingga saya bisa mengikuti cahayamu)


Hey, little beetle.


(Hei, kumbang kecil)


Why do you creak


(Mengapa kau berbunyi kriat kriut)


On my windowsill 


(Di tepi jendelaku)


While I’m trying to sleep?


(Ketika saya mencoba tidur?)


Mama, Mama, come and see


(Mama, mama, kemari dan lihatlah)


All the little bugs


(Semua serangga-serangga kecil)


Playing with me.


(Sedang bermain denganku)



  1. Let’s Preserve Our Nature


(Mari Lestarikan Alam Kita)


By Arjun


The sun is shining,


(Matahari bersinar)


The sky is blue,


(Langit berwarna biru)


The birds are flying,


(Burung burung terbang)


And the breeze is so cool.


(Dan angin sepoi-sepoi yang begitu dingin)


Mother Nature is trying her best


(Alam Raya telah memperlihatkan yang terbaik)


To give nothing but beautifulness,


(tidak memperlihatkan apapun hanya sebuah keindahan)


But what do we do?


(Tapi apa yang kita lakukan?)


Make her a mess.


(Membuatnya kacau)


Let’s make her the best


(Mari buat beliau menjadi yang terbaik)


By polluting less and less,


(Dengan terus mengurangi polusi)


And preserve her green dress


(Dan memelihara kehijauannya)


For our kids and the rest.


(Untuk bawah umur kita dan hari tua)



  1. Bed In Summer


(Tidur ketika Musim Panas)


By Robert Louis Stevenson


In Winter I get up at night


(Di animo hirau taacuh saya bangun di malam hari)


And dress by yellow candle light.


(Dan disinari oleh cahaya lilin kekuningan)


In Summer, quite the other way,


(Di animo panas, sungguh berbeda)


I have to go to bed by day.


(Aku harus tidur di pagi hari)


I have to go to bed and see


(Aku harus pergi tidur dan melihat)


The birds still hopping on the tree,


(Burung-burung masih melompat-lompat di atas pohon)


Or hear the grown-up people’s feet


(Atau mendengar langkah kaki orang-orang)


Still going past me in the street.


(Masih melewatiku di jalan)


And does it not seem hard to you,


(Dan apakah itu tidak terlihat sulit untuk mu)


When all the sky is clear and blue,


(Saat langit masih cerah dan biru)


And I should like so much to play,


(Dan saya seharusnya masih ingin bermain lebih lama)


To have to go to bed by day?


(Tapi harus pergi tidur di siang hari?) 








  1. Oh! It Was The Wind


(Oh! Itu Angin)


By Dhana May C. Baysa


I felt a strong air on my hair


(Aku mencicipi udara besar lengan berkuasa di rambut)


Oh! It was the wind.


(Oh! Ini angin)


Side by side, the leaves sway and sway.


(Berjejeran daun-daun yg bergoyang)


Yesterday was a windy day!


(Kemarin yaitu hari yang berangin)


I felt a strong breeze on my knees


(Aku mencicipi angin sepoi-sepoi yang besar lengan berkuasa di kedua lututku)


Oh! It was the wind!


(Oh! Itu angin!)


It blew harder and harder as it can,


(Bertiup semakin kencang dan kencang)


Until the heat of the sun was gone!


(Membuat kehangatan matahari menghilang)


The kids that play on the ground


(Anak-anak yang bermain di tanah lapang)


Come running and stepping with sound.


(Datang berlarian dan melangkah dengan suara)


The kites that fly so high


(Layang-layang terbang sangat tinggi)


Made the children laugh and sigh!


(Membuat mereka tertawa dan ngos-ngosan)


I felt a strong air on my hair,


(Aku mencicipi udara besar lengan berkuasa di rambut)


I felt a strong breeze on my knees 


(Aku mencicipi angin sepoi-sepoi yang besar lengan berkuasa di kedua lututku)


And then I realized, 


(Dan kemudian saya sadar)


Oh! It was the wind!


(Oh! Itu angin!)



  1. And Now It’s Spring


(Dan Sekarang Musim Semi)


By Lhtheaker


The grass is green across the hill,             


(Rumput-rumput hijau membentang di bukit)


But yellow blooms the daffodil.


(Sementara itu bunga-bunga dafodil kuning bermekaran)


It’s sunshine on a little stalk,


(Cahaya matahari pada tangkai kecil)


A friendly flower, I bet they talk…


(Bunga yang ramah, saya yakin mereka berbicara)


Of little kids, too long inside


(Anak-anak kecil, terlalu lama di dalam rumah)


They burst outdoors to play and hide.


(Mereka berhamburan keluar untuk bermain dan bersembunyi)


Tracking mud and bringing bugs.


(Bermain lumpur dan serangga)


Look, there’s footprints on the rug!


(Lihat, ada jejak kaki di karpet)


Tiny whirlwinds, these little tykes,


(Angin kecil, bawah umur kecil ini)


They skin their knees while riding bikes.


(Mereka menguliti lutut mereka ketika mengayuh sepeda)


They rip and roar, they’re running wild!


(Mereka menyobek dan meraung, mereka menjadi liar)


What fun it is to be a child.


(Betapa senangnya menjadi anak kecil)


It grows warmer every day.


(Ini semakin menyenangkan)


Shoo the children out to play!


(Menyeru mereka untuk bermain di luar)


Pick the flowers, play in mud.


(Memetik bunga, bermain lumpur)


Too much rain, here comes a flood!


(Terlalu sering hujan, datanglah banjir)


My snowy, winter days are gone.


(Penuh salju, hari-hari animo hirau taacuh akan berlalu)


I mourn them, but I hear a song


(Aku sedih, tapi saya mendengar sebuah lagu)


Of birds in trees; wind chimes ring.


(Oh, burung-burung di pepohonan; angin membunyikan bel)


I guess it might as well be spring!


(Aku yakin segera tiba animo semi!) 








  1. Spring


(Musim Semi)


by William Blake


Sound the flute!


(Membunyikan seruling)


Now it’s mute!


(Sekarang sunyi)


Birds delight,


(Burung-burung bergembira)


Day and night,


(Siang malam)


Nightingale,


(Burung bul-bul)


In the dale,


(Di lembah)


Lark in sky, –


(Burung di langit)


Merrily,


(Bergembira)


Merrily, merrily to welcome in the year.


(Bergembira menyambutnya di tahun ini)


Little boy,


(Anak pria kecil)


Full of joy;


(Penuh kegembiraan)


Little girl,


(Anak wanita kecil)


Sweet and small;


(Manis dan mungil)


Cock does crow,


(Ayam jantan berkokok)


So do you;


(Begitu juga kamu)


Merry voice,


(Suara kegembiraan)


Infant noise;


(Celoteh bayi)


Merrily, merrily to welcome in the year.


(Bergembira menyambutnya tahun ini)


Little lamb,


(Anak domba kecil)


Here I am;


(Aku disini)


Come and lick


(Datang dan menjilat)


My white neck;


(Leher putihku)


Let me pull


(Biarkan saya menarik)


Your soft wool;


(Bulu dombamu yang lembut)


Let me kiss


(Biarkan kucium)


Your soft face;


(Wajah halusmu)


Merrily, merrily we welcome in the year.


(Bergembira kita menyambutnya tahun ini)



  1. The Fountain


(Air Mancur)


by James Russell Lowell


Into the sunshine,


(Di antara sinar matahari)


Full of the light,


(Yang penuh cahaya)


Leaping and flashing


(Melompat dan bercahaya)


From morn till night!


(Dari pagi hingga petang)


Into the moonlight,


(Sampai ke cahaya bulan)


Whiter than snow,


(Lebih putih dari salju)


Waving so flower-like


(Bergelombang menyerupai bunga)


When the winds blow!


(Ketika angin bertiup)


Into the starlight,


(Sampai ke cahaya bintang)


Rushing in spray,


(Menyerbu di percikan)


Happy at midnight,


(Bergembira di tengah malam)


Happy by day!


(Bergembira di siang hari)


Ever in motion,


(Selalu bergerak)


Blithesome and cheery.


(Bergembira dan riang)


Still climbing heavenward,


(Tetap mendaki ke surga)


Never aweary; —


(Tanpa lelah)


Glad of all weathers,


(Bahagia di cuaca apapun)


Still seeming best,


(Tetap memperlihatkan yang terbaik)


Upward or downward,


(Ke atas atau ke bawah)


Motion thy rest; —


(Bergerak semampunya)


Full of a nature


(Penuh dengan kealamian)


Nothing can tame,


(Tidak ada yang lemah)


Changed every moment,


(Berubah setiap waktu)


Ever the same; —


(Selalu sama)


Ceaseless aspiring,


(Berambisi tanpa akhir)


Ceaseless content,


(Penuh daya tanpa akhir)


Darkness or sunshine


(Kegelapan maupun penuh cahaya)


Thy element; —


(Elemennya)


Glorious fountain!


(Air mancur yang meriah)


Let my heart be


(Jadilah hatiku menyerupai itu)


Fresh, changeful, constant,


(Segar, berubah, dan tetap)


Upward, like thee!


(Naik menyerupai kamu)



  1. The Falling Star


(Bintang Jatuh)


by Sara Teasdale


I saw a star slide down the sky,


(Aku melihat sebuah bintang meluncur kebawah langit)


Blinding the north as it went by,


(Menyilaukan ke arah utara menyerupai perginya)


Too burning and too quick to hold,


(Terlalu merah dan cepat untuk ditangkap)


Too lovey to be bought or sold,


(Terlalu sayang untuk dibeli atau dijual)


Good only to make wishes on


(Baik hanya untuk menciptakan sebuah permintaan)


And then forever to be gone.


(Dan kemudian selamanya menghilang)


 



  1. Night


(Malam)


by Sara Teasdale


Stars over snow,


(Bintang-bintang di atas salju)


And in the west a planet


(Dan di sebelah barat sebuah planet)


Swinging below a star-


(Mengayunkan ke bawah sebuah bintang)


Look for a lovely thing and you will find it.


(Mencari sebuah benda kesayangan dan kau akan menemukannya)


It is not far-


(Tidak jauh)


It never will be far.


(Tidak akan pernah jauh)



  1. Trees


(Pepohonan)


by Joyce Kilmer


I think that I shall never see


(Aku fikir bahwa saya tidak pernah melihat)


A poem as lovely as a tree


(Sebuah puisi sebagus sebuah pohon)


A tree whose hungry mouth is pressed


(Sebuah pohon yang mulutnya kelaparan karna tertekan)


Against the earth’s sweet flowing breast


(Melawan perasaan bumi yang manis dan mengalir)


A tree that looks at God all day


(Sebuah pohon yang melihat Tuhan sepanjang hari)


and lifts her leafy arms to pray


(Dan mengangkat lengan-lengan rindangnya untuk berdoa)


A tree that may, in summer, wear


(Sebuah pohon yang mungkin di animo panas, memakai)


A nest of robins in her hair


(Sarang burung murai pada rambutnya)


Upon whose bosom snow has lain


(Diatas dadanya salju telah berbaring)


Who intimately lives with rain.


(Yang begitu bersahabat hidup bersama hujan)


Poems are made by fools like me


(Puisi-puisi dibentuk dengan kebodohan menyerupai yang kulakukan)


But only God can make a tree.


(Tapi hanya Tuhan yang bisa menciptakan sebuah pohon)



  1. Afternoon on a Hill


(Sore Hari di Sebuah Bukit)


by Edna St. Vincent Millay


I will be the gladdest thing


(Aku akan menjadi yang paling bahagia)


Under the sun!


(Di bawah matahari)


I will touch a hundred flowers


(Aku akan menyentuh ratusan bunga)


And not pick one.


(Dan tidak memetiknya)


I will look at cliffs and clouds


(Aku akan melihat jurang dan awan)


With quiet eyes,


(Dengan mata yang tenang)


Watch the wind bow down the grass,


(Melihat angin menundukkan rerumputan)


And the grass rise.


(Dan rerumputan bangkit)


And when lights begin to show


(Dan ketika matahari mulai menunjukkan)


Up from the town,


(Dari atas ke kota)


I will mark which must be mine,


(Aku akan menandai milikku)


And then start down!


(Dan kemudian memulai berganti)



  1. The Rainbow


(Pelangi)


By Walter De La Mare


I saw the lovely arch


(Aku melihat lengkungan yang indah)


Of Rainbow span the sky,


(Dari pelangi yang merentang di langit)


The gold sun burning


(Matahari keemasan membakar)


As the rain swept by.


(Seperti hujan yang menyapu)


In bright-ringed solitude


(Pada kesunyian yang nyata)


The showery foliage shone


(Guyuran hujan pada dedaunan bersinar)


One lovely moment,


(Sebuah momen yang indah)


And the Bow was gone.


(Dan simpul telah terlepas)



  1. Autumn Song


(Lagu Musim Gugur)


by Elizabeth Ellen Long


These are the days of fallen leaves,


(Berhari-hari daun berguguran)


The days of hazy weather,


(Hari-hari dengan cuaca berkabut)


Smelling of chrysanthemums


(Bau bunga-bunga krisan)


And gray wood-smoke together.


(Dan bersama asap kayu keabu-abuan)


These are the nights of nearby stars,


(Ini yaitu malam yang bersahabat dengan bintang-bintang)


the nights of closer moons,


(Malam yang lebih bersahabat dengan bulan)


When the windy darkness echoes


(Ketika gema yang gelap dan berangin)


To cricket’s farewell tunes.


(Untuk lagu ucapan selamat tim kriket)



  1. The First Snowfall


(Hujan Salju Pertama)


by James Russell Lowell


The snow had begun in the gloaming,


(Salju telah turun di waktu senja)


And busily all the night


(Dan semakin deras sepanjang malam)


Had been heaping field and highway


(Telah menumpuki ladang dan jalan raya)


With a silence deep and white.


(Dengan kesunyian dan warna putih)


Every pine and fir and hemlock


(Setiap pohon cemara-cemara)


Wore ermine too dear for an earl,


(Memakai bulu musang terlalu sayang untuk seorang bangsawan)


And the poorest twig on the elm tree


(Dan ranting termalang pada pohon elm)


Was ridged inch deep with pearl.


(Adalah punggung bukit yang dalam dengan mutiara) 








  1. The Snow


(Salju)


by Emily Dickinson


It sifts from leaden sieves,


(Dia tersaring dari ayakan langit)


It powders all the wood,


(Dia membedaki semua hutan)


It fills with alabaster wool


(Dia terisi dengan bulu domba yang menyerupai batupualam putih)


The wrinkles of the road.


(Kekusutan di jalanan)


It makes an even face


(Itu juga akan ditemui)


Of mountain and of plain,


(Gunung dan daratan)


Unbroken forehead from the east


(Terus menerus dari timur)


Unto the east again.


(Sampai ke timur lagi)


It reaches to the fence,


(Itu mencapai pagar)


It wraps it, rail by rail,


(Membungkusnya, dari jeruji ke jeruji)


Till it is lost in fleeces;


(Sampai hilang di bulu domba)


It flings a crystal veil


(Menghempaskan tudung kristal)


On stump and stack and stem,


(Di ujung dan tumpukan dan batang)


The summer’s empty room,


(Ruang kosong animo panas)


Acres of seams where harvests were,


(Berhektar-hektar lapisan dimana ada hasil panen )


Recordless, but for them.


(Sedikitnya catatan, untuk mereka)


It ruffles wrists of posts,


(Itu mengganggu pergelangan tangan untuk tugas)


As ankles of a queen,


(Seperti pergelangan kaki seorang ratu)


Then stills its artisans like ghosts,


(Kemudian keheningan pada tukang kerikil menyerupai hantu)


Denying they have been


(Mengingkari apa yang telah ada)



  1. A Calendar


(Kalender)


by Sara Coleridge


January brings the snow,


(Januari membawakan salju)


Makes our feet and fingers glow.


(Membuat kaki dan jari kita bersinar)


February brings the rain,


(Februari membawakan hujan)


Thaws the frozen lake again.


(Mencairkan lagi danau yang beku)


March brings breezes,


(Maret membawakan angin yang sepoi-sepoi)


Loud and shrill,


(Nyaring dan melengking)


To stir the dancing daffodil.


(Untuk menciptakan bunga dafodil menari-nari)


April brings the primrose sweet,


(April membawakan bunga mawar manis)


Scatters daisies at our feet.


(Menaburkan bunga-bunga aster di kaki kita)


May brings flocks of pretty lambs


(Mei membawakan kumpulan anak domba yang cantik)


Skipping by their fleecy dams.


(Melompat dengan bulu wol yang lembut)


June brings tulips, lilies, roses,


(Juni membawakan bunga tulip, lili, dan mawar)


Fills the childrens hands with posies.


(Mengisi tangan bawah umur dengan karangan bunga)


Hot July brings cooling showers,


(Juli yang panas membawakan guyuran yang dingin)


Apricots and gillyflowers.


(Buah aprikot dan gillyflower)


August brings the sheaves of corn,


(Agustus membawakan tumpukan jagung)


Then the harvest home is borne.


(Kemudian hasil panen disimpan di rumah)


Warm Septemper brings the fruit;


(September yang hangat membawakan buah-buahan)


Sportsmen then begin to shoot.


(Atlit bersiap untuk bergerak cepat)


Fresh October brings the pheasant;


(Oktober yang segar membawakan burung pheasant)


Then to gather nuts is pleasant.


(Kemudian mengumpulkan kacang dengan senang)


Dull November brings the blast;


(November yang sepi membawakan angin kencang)


Then the leaves are whirling fast.


(Kemudian dedaunan berputar dengan cepat)


Chill December brings the sleet,


(Desember yang hirau taacuh membawakan es dan salju)


Blazing fire, and Christmas treat.


(Api yang berpijar dan pengalaman Natal)



  1. The Star


(Bintang)


by Jane Taylor


Twinkle, twinkle, little star,


(Kelip, kelip, bintang kecil)


How I wonder what you are !


(Betapa saya ingin tau menyerupai apa kamu)


Up above the world so high,


(Berada di atas dunia begitu tinggi)


Like a diamond in the sky.


(Seperti permata di langit)


When the blazing sun is gone,


(Ketika terik matahari telah hilang)


When he nothing shines upon,


(Ketika beliau tak bersinar lagi )


Then you show your little light,


(Kemudian kau memperlihatkan cahaya kecilmu)


Twinkle, twinkle, all the night.


(Kelip, kelip, sepanjang malam)


Then the trav’ller in the dark,


(Kemudian berkelana di kegelapan)


Thanks you for your tiny spark,


(Terima kasih untuk cahaya kecilmu)


He could not see which way to go,


(Dia tidak bisa melihat jalan untuk pergi)


If you did not twinkle so.


(Jika kau tidak berkelip)


In the dark blue sky you keep,


(Di kegelapan langit biru kau menjaga)


And often thro’ my curtains peep,


(Dan sering menghempaskan intipan kordenku)


For you never shut your eye,


(Kamu tidak pernah menutup mata)


Till the sun is in the sky.


(Sampai matahari ada di langit)


‘Tis your bright and tiny spark,


(Ini cahaya dan kilatan kecilmu)


Lights the trav’ller in the dark :


(Menyinari pengelana di kegelapan)


Tho’ I know not what you are,


(Meskipun saya tak tahu menyerupai apa kamu)


Twinkle, twinkle, little star.


(Kelip, kelip, bintang kecil)


 



  1. Winter


(Musim Dingin)


by John Keats


In a drear-nighted December,


(Di malam Desember yang suram)


Too happy, happy Tree,


(Terlalu senang, pohon yang senang)


Thy branches ne’er remember


(Cabang-cabang pohon selalu lupa)


Their green felicity:


(Kebahagiaan hijau mereka)


The north cannot undo them,


(Utara tidak bisa mengulang itu semua)


With a sleety whistle through them;


(Dengan hujan dan es yang melewati mereka)


Nor frozen thawings glue them


(Tidak juga cairan yang beku merekatkan mereka)


From budding at the prime.


(Dari pertunasan di animo pertama)


In a drear-nighted December,


(Di malam Desember yang suram)


Too happy, happy Brook,


(Terlalu senang, selokan yang senang)


Thy bubblings ne’er remember


(Gelembung-gelembung selalu lupa)


Apollo’s summer look;


(Penampakan apolo di animo panas)


But with a sweet forgetting,


(Tapi dengan kelupaan yang manis)


They stay their crystal fretting,


(Mereka bertahan dengan kecerewetan kristal mereka)


Never, never petting


(Tak pernah, tak pernah menimang)


About the frozen time.


(Tentang waktu yang membeku)


Ah! would ’twere so with many


(Ah! Akankah lebih banyak lagi)


A gentle girl and boy!


(Seorang gadis yang ramah dan anak laki-laki)


But were there ever any


(Tapi apakah mereka juga menyerupai itu)


Writh’d not at passéd joy?


(Menggeliat tanpa melewatkan kesenangan?)


To know the change and feel it,


(Untuk tahu perubahan dan merasakannya)


When there is none to heal it,


(Ketika tidak ada yang menyembuhkan)


Nor numbéd sense to steal it,


(Tidak juga rasa kaku untuk mencurinya)


Was never said in rhyme.


(Tanpa pernah diucapkan pada sajak)



Sumber https://azbahasainggris.com

Tuesday, January 23, 2018

√ Kata Bahasa Inggris Ihwal Putus Cinta Beserta Artinya


Merangkai kata-kata menarik untuk mengungkapkan isi hati memang tidak semua orang dapat melakukannya, bahkan ada yang hingga menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menciptakan sebaris kalimat bermakna puitis. Tapi bekerjsama itu yaitu hal yang wajar, alasannya yaitu tingkat kreativitas masing-masing orang sudah niscaya berbeda-beda.





Nah, untuk kau yang merasa kesulitan merangkai kata-kata menarik dalam bahasa Inggris, khususnya dengan topik putus cinta, kau dapat coba beberapa dari kalimat-kalimat dibawah ini:





“Such as the black hole, when you get too close with the past, you’ll vanish. And you’re the past.”

(seperti halnya lubang hitam, kalau kau terlalu erat dengan masa lalu, kau akan lenyap. Dan kau lah masa kemudian itu.)





“If only I could turn back time, I would skip the day we met.”

(seandainya saya dapat memutar balik waktu, saya akan melewatkan hari dimana kita bertemu)





“We were strangers. We were lovers. We are strangers.”

(kita pernah menjadi orang asing. Kita pernah menjadi kekasih. Kita kembali menjadi orang asing)





“The heart was made to be broken.”

(hati diciptakan untuk menjadi hancur)

-Oscar Wilde-




“Pleasure of love lasts but a moment. Pain of love lasts a lifetime”

(kesenangan cinta bertahan cuma sementara. Penderitaan dari cinta bertahan sepanjang usia)

-Bette Davis-




Baca Juga: Manfaat Menulis dalam Bahasa Inggris





“If you’re brave enough to say goodbye, life will reward you with a new hello.”

(jika kau cukup berani untuk menyampaikan selamat tinggal, hidup akan menghadiahi mu dengan pertemuan baru)

-Paulo Coehlo-




“Out there in the silence i’ll be gone, I’ll be gone.”

(dalam kesunyian di luar sana saya akan menghilang, saya akan menghilang)





“If you survive from the suffering of damaged heart, nothing can hurt you anymore.”

(jika kau mampu bertahan dari penderitaan hati yang hancur, tidak ada yang dapat menyakiti mu lagi)





“I forgive a lot, but I never forget what’s said and done.”

(aku sering memaafkan, tapi saya tidak pernah lupa apa yang sudah dikatakan dan apa yang sudah dilakukan)





“The days that break you are the days that make you.”

(hari-hari yang menghancurkan mu yaitu hari-hari yang akan membentukmu)





“You will never find another me. I’m not sure if that’s a good thing or bad thing, but it is the truth.”

(kamu tidak akan pernah menemukan seseorang menyerupai saya lagi. Aku tidak yakin apakah itu hal yang baik atau hal buruk, yang niscaya itu lah kebenarannya)





Baca Juga: Kumpulan Kosakata Bahasa Inggris Beserta Contoh Kalimat





“Love is like a cigarette, it’s content and deadly at the same time.”

(cinta itu menyerupai rokok, menyenangkan sekaligus mematikan disaat yang bersamaan)










“You’ll never really understand what love is until you lose one.”

(kamu tidak akan benar-benar mengerti apa itu cinta hingga kau kehilangannya)





“You may lose people you love, or things you have. But wahtever happens, never lose yourself.”

(mungkin kau pernah kehilangan orang-orang yang kau sayangi, atau hal-hal yang kau miliki. Tapi apapun yang terjadi, jangan pernah kehilangan dirimu sendiri)





“We fall, we break, we fail. But then, we rise, we heal, we shine.” 

(kita terjatuh, kita hancur, kita gagal. Tapi kemudian, kita bangkit, kita sembuh, dan kita bersinar)





“She went through the snowstorm just to tell him her guile. He didn’t even walk through the rain for her.”

(dia mengarungi topan salju hanya untuk memberikan tipu muslihatnya. Tetapi lelaki itu bahkan tidak hingga hati berjalan menembus hujan untuknya)



Sumber https://azbahasainggris.com