Sunday, June 11, 2017

√ Vitamin : Pengertian, Fungsi, Macam Jenis

A. PENGERTIAN VITAMIN
Vitamin merupakan suatu zat senyawa yang kompleks yang sangat berkhasiat dalam proses metabolisme tubuh kita. Vitamin juga membantu proses pengaturan kegiatan tubuh. Tanpa vitamin, maka makhluk hidup tidak sanggup melaksanakan acara dan juga kemungkinan untuk terjangkit penyakit akan sangat tinggi.

Vitamin tidak sanggup dibentuk sendiri oleh tubuh kita, akan tetapi zat ini sangat dibutuhkan oleh tubuh. Vitamin berkhasiat untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Memang tubuh tidak memerlukan vitamin dalam jumlah yang besar, namun vitamin dibutuhkan dalam jumlah yang kecil secara terus menerus. Secara umum, vitamin berperan dalam pertumbuhan sel, mengatur dan memperbaiki fungsi tubuh, dan mengatur penggunaan kuliner dan energi bagi tubuh.
Vitamin merupakan suatu zat senyawa yang kompleks yang sangat berkhasiat dalam proses metabol √ Vitamin : Pengertian, Fungsi, Macam Jenis
PENGERTIAN, FUNGSI, DAN MACAM JANEIS VITAMIN
B. SEJARAH PENEMUAN VITAMIN
Terdapat beberapa kurun yang bisa dikemukakan dalam hal sejarah inovasi vitamin dari masa awal hingga dengan sekarang. Era tersebut yaitu :
1. Era Penyembuhan Empiris
Masa ini dimulai semenjak tahun 1500-1570 sebelum Masehi. Pada periode tahun tersebut, banyak ahli-ahli pengobatan dari Negara-negara yang sudah berperadaban menyerupai Mesir, Cina, Jepang, Yunani, Roma, Persia, dan Arab yang telah berusaha menyembuhkan penyakit rabunpada malam hari dengan memakai ekstrak hati (diduga vitamin). Belakangan penyakit ini diketahui disebabkan lantaran adanya kekurangan (defisiensi) vitamin A pada tubuh.

Walaupun pada masa ini para jago sudah memakai ektrak hati yang diduga vitamin untuk menyembuhkan penyakit, akan tetapi mereka belum sanggup mengindentifikasi jenis vitamin yang digunakan itu. Oleh lantaran itulah kurun ini disebut dengan penyembuhan empiris, lantaran menyembuhkan suatu penyakit berdasarkan pengalaman jago penyakit.

2. Era Karakterisasi Defisiensi
Era ini dimulai semenjak tahun 1890-an yang diprakarsai oleh dua jago yaitu Lunin dan Christian Eijkman yang meneliti perihal penyakit defisiensi pada hewan. Penemuan-penemuan mereka mulai merangsang dunia medis untuk turut mengadakan penelitian-penelitian perihal penyakit defisiensi. Selang beberapa tahun kemudian, Sir Frederick G.Hopkins melaksanakan penelitian pada penyakit beri-beri. Ia menemukan sebenarnya penyakit beri-beri muncul lantaran adanya kekurangan senyawa terentu dari hormone pertumbuhan (Growth Hormone).

Pada tahun 1911, Dr. Casimir Funk berhasil mengisolasi suatu senyawa yang berdasarkan penelitian sanggup mencegah peradangan saraf (neuritis) untuk pertama kalinya. Selain itu, ia juga berhaisl menemukan senyawa aktif yang diyakini mempunyai zat anti-beri pada tahun berikutnya. Pada ketika itulah, Dr.Funk mempublikasikan sneyawa aktif yang ia temukan tersebut dengan nama vitamin (vital dan amines).

3. Era Keemasan
Disebut kurun keemasan lantaran pada masa ini banyak ditemukan penemuan-penemuan besar yang berkaitan dengan vitamin, menyerupai inovasi aneka macam jenis vitamin baru, metode penapisan yang diperbaharui, penggambaran struktur lengkap vitamin, dan juga sintesis vitamin B12. Selain itu, banyak peneliti yang mendapat hadiah nobel atas karyanya menyerupai Sir Walter N. Hawort yang mendapat nobel lantaran menemukan vitamin C pada tahun 1937. Selanjutnya ada Carl Peter Henrick Dam pada tahun 1943 berhasil meraih nobel atas keberhasilannya menemukan vitamin K. terakhir, Fritzz A.Litman juga memenangkan nobel atas inovasi koenzim vitamin A serta kiprahnya di dalam metabolism tubuh.

4. Era Kaakterisasi Fungsi dan Produksi
Pada kurun ini ditandai dengan banyaknya inovasi mengenai fungsi biokimia daripada vitamin di dalam tubuh, keterkaitannya dengan makanan, dan juga produksi massal vitamin untuk pertama kalinya. Pada tahun 1930, peneliti menemukan bahwa vitamin B2 merupakan penggalan dari enzim kuning yang diperoleh melalui ekstrak ragi.

Produksi massalh vitamin pertam akali dilakukan oleh Tadeus Reichstein pada tahun 1933 yang memproduksi vitamin C sehingga sanggup diperjual belikan kepada masyarakat. Vitamin C ini banyak digunakan sebagai komplemen makanan, penelitian, dan gizi tambahan bagi binatang ternak.

5. Era Penemuan Nilai Kesehatan Vitamin
Masa ini dimulai ketika spesialis berjulukan Rudolf Altschul menemukan bahwa vitamin B3 sanggup menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Pada kurun ini banyak ditemukan nilai-nilai kesehatan dari maisng-masing jenis vitamin serta inovasi gres mengenai fungsi biokimia vitamin dalam tubuh.

B. FUNGSI VITAMIN
  • Mengatur metabolisme tubuh
  • Menguatkan gigi dan tulang
  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh
  • Mempercepat penyembuhan luka
  • Merangsang pertumbuhan dan perkembangan tubuh
  • Sebagai katalisator dalam reaksi biokimia tubuh
  • Memperlambat proses penuaan lantaran terkandung antioksidan
D. JENIS – JENIS VITAMIN
Jenis-jenis vitamin sanggup dibedakan menjadi dua berdasarkan sifatnya yang larut dalam air atau tidak. Vitamin itu ialah :
1. Vitamin Larut Air
a. Vitamin B
Vitamin B berperan dalam proses metabolisme di dalam tubuh terutamaa ketika pelepasan energi tubuh. Vitamin B berfungsi sebagai koenzim yang sanggup meningkatkan laju metabolisme tubuh terhadap aneka macam jenis sumber energi. Vitamin B juga berperan dalam pembentukan sel darah merah. Vitamin B sanggup ditemukan dalam gandum, ikan, sayur-sayuran hijau. 

Vitamin B terbagi lagi menjadi :
(1) Vitamin B1
Vitamin B1 juga dikenal dengan sebutan Tiamin mempunyai fungsi untuk menjaga kesehatan kulit dan turut membantu mengubah karbohidrat menjadi energi yang dipelukan untuk acara sehari-hari. Selain itu, vitamin ini juga membantu metabolisme protein dan lemak.
Tubuh akan mengalamai aneka macam gangguan menyerupai kulit menjadi kering dan bersisik, mengalami beri-beri, gangguan jalan masuk pencernaan, gangguan saraf, dan gangguan jantung akhir kekurangan vitamin B1. Oleh Karen itu, kita harus mengkonsumsi vitamin ini yang sanggup ditemukan di dalam gandum, nasi, daging, telur, dan kacang-kacangan.

(2) Vitamin B2
Vitamin B2 atau dikenal dengan riboflavin mempunyai peranan dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi (pernapasan). Vitamin ini juga berperan dalam proses pembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan juga glikogen. Vitamin B2 sanggup terkandung dalam sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu. Kekurangan vitamin B2 sanggup mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh, ekspresi kering, bersisik, dan sariawan atau bibir pecah-pecah.

(3) Vitamin B3
Vitamin B3 atau niasin berperan dalam proses metabolisme protein, lemak, dan juga karbohidrat menjadi energi tubuh. Vitamin ini sanggup menjaga kadar tekanan darah, kadar gula darah, penyembuhan vertigo dan migraine, serta menyembuhkan dari racun-racun tetentu. Vitamin ini banyak terkandung di dalam materi kuliner hewani menyerupai hati, ginjal, daging unggas, dan lain sebagainya. Kekurangan vitamin B3 sanggup mengakibatkan kejang, keram otot, muntah-muntah, gangguan pencernaan, dan mual.

(4) Niasin (Asam Nikotinat atau Antipelagra)
Terdapat beberapa fungsi yang sanggup diberikan oleh niasin, antara lain sebagai biro pertumbuhan dan perkembangbiakan sel, perombakan karbohidrat, lemak, dan juga protein, sanggup mencegah penyakit pellagra, memelihara pencernaan, serta berperan sebagai koenzim yang dibutuhkan oleh semua proses yang dialami oleh makhluk hidup.
Disebut juga dengan antipelagra dikarenakan apabila seseorang kekurangan vitamin ini, maka akan menimbulkan orang tersebut terjangkit penyakit pellagra, dengan tanda-tanda dermatitis (kulit memerah, mengelupas, pecah-pecah, anemia, dan eksim simetris), diare, dan dimensia (kehilangan mental seusianya, pelupa, letih, dan suka melamun)

(5) Vitamin B5
Vitamin B5 atau Asam Pantotenat juga berperan di dalam proses metabolisme tubuh. Vitamin ini juga berperan besar dalam menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf sentra dengan otak serta memproduksi senyawa menyerupai asam lemak, sterol, dan hormon-hormon tubuh. Vitamin B5 sanggup ditemukan di dalam daging hewani, susu, sayuran hijau, dan kacang hijau.

(6) Asam Pantotenat
Vitamin ini berfungsi sebagai koenzim A yang berperan dalam proses pembentukan lemak dan protein. Selain itu, asam pantotenat juga berperan sebagai penjaga kadar gula dalam darah. Vitamin ini banyak terdapat di sayuran hijau, ragi, hati, daging, dan kuning telur.

(7) Vitamin B6
Vitamin B6 atau piridoksin juga berperan dalam proses metabolisme tubuh terutama dalam proses pemecahan lemak menyerupai spingolipid dan fosfolipid. Vitamin ini juga berperan dlaam pembentukan antibodi tubuh dalam menyerang zat asing. Vitamin ini banyak ditemukan di dalam beras, jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan.

(8) Vitamin B11
Vitamin B11 atau disebut juga dengan asam folat sangat berperan dalam proses pembentukan sel darah merah. Selain itu, vitamin B11 juga berfungsi sebagai antianemia pernisiosa, membentuk asam nukleat (DNA dan RNA), dan metabolisme kelompok metil.
Seseorang yang mengalami kekurangan vitamin B11 akan mengakibatkan anemia pernisiosa, peradangan pada lidah, diare, lesu, penurunan berat badan, dan kegagalan eritroblastik bermetamorfosis eritrosit. Vitamin ini banyak terdapat di dalam hati, sayuran, ragi, biji gandum, daging sapi, pisang, lemon, dan kacang polong.

(9) Vitamin B12
Vitamin B12 atau sianokobalamin berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukan molekul DNA dan RNA, seta pembentukan platelet darah. Vitamin ini hanya ditemukan pada hewan. Oleh lantaran itu, orang yang vegetarian sering mengalami duduk perkara terkait vitamin ini.

b. Vitamin C
Vitamin C atau asam askorbat mempunyai peranan dalam menangkal radikal bebas di dalam tubuh lantaran mengandung senyawa antioksidan. Vitamin ini juga berperan sebagai pembentuk kolagen yang merupakan penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan tubuh lainnya. Karena vitamin ini bisa menangkal radikal bebas, maka vitamin ini bisa menurunkan laju mutasi sel dalam tubuh sehingga sanggup menurunkan pertumbuhan penyakit degeneratif menyerupai kanker.
Selain itu, ia juga berperan dalam penutupan atau penyembuhan luka pada tubuh, dan memperlihatkan proteksi bagi tubuh untuk menangkal infeksi. Kekurangan vitamin C sanggup mengakibatkan gusi berdarah dan nyeri sendi.

2. Vitamin Tidak Larut Air
a. Vitamin A
Vitamin A atau dikenal dengan nama retinol merupakan vitamin pembentuk pigmen mata di retina. Oleh lantaran itu, vitamin ini bekerjasama dengan penglihatan. Selain itu, vitamin A juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh. Vitamin A mempunyai sifat gampang rusak akhir terpapar panas, dan udara.
Vitamin A banyak terkandung di dalam susu, ikan , sayur-sayuran dan juga buah-buahan. Kekurangan vitamin ini sanggup mengakibatkan katarak, rabun senja, ISPA (infeksi jalan masuk oernapasan atas), dan penurunan daya tahan tubuh.

b. Vitamin D
Vitamin D berperan dalam proses metabolisme kalsium dan mineralisasi tulang. Oleh kaena itu, vitamin D banyak behubungan dengan pembentukan tulang. Vitamin D diproduksi oleh sel kulit ketika terkena cahaya matahai. Bila terjadi kekurangan vitamin D, maka dpaat mengakibatkan kaki menjadi bentuk O atau X, gigi menjadi cepat rusak, dan kejang otot. Lalu, penyakit osteomalasia (tidak ada kalsium dan fosfor pada tulang) juga disebabkan oleh kekurangan vitamin ini. Selain itu, penyakit osteoporosis pada lansia juga disebabkan Karena kekurangan vitamin D. vitamin D banyak terkandung di dalam ikan, telur, susu, dan keju.

c. Vitamin E
Vitamin E atau tokoferol sanggup berperan sebagai antioksidan alami bagi tubuh yang sanggup menjaga kesehatan kulit, mata, sel darah merah, hati, dan paru-paru. Vitamin E terkandung di dalam ikan, ayam, kuning telur, ragi, dan minyak tumbuh-tumbuhan. Kekurangan vitamin E sanggup mengakibatkan kemandulan, dan gangguan saraf serta otot tubuh.

d. Vitamin K
Vitamin K  atau filokuinon beperan di dalam pembentukan sistem peredarah darah dan penutupan luka. Oleh lantaran itu, jikalau terjadi kekurangan vitamin ini, maka akan mengakibatkan perdarahan tubuh dan kesulitan dalam penutupan luka. Vitamin K banyak terkandung di dalam susu, kuning telurm dan sayuran segar.

e. Vitamin H
Vitamin H sangat bekerjasama dekat dengan vitamin B lainnya, sehingga vitamin ini juga sanggup ditemukan terkandung di dalam kuliner yang juga mengandung vitamin B, menyerupai hati, ginjal, kuning telur, susu, ragi, kacang polong, sayuran, dan sanggup diproduksi juga oleh basil usus.

f. Kolin
Kolin banyak terdapat di dalam hati dan beras. Seseorang yang mengalami kekurangan pada jumlah kolin dalam tubuh, akan menimbulkan gangguan pada kulit, ginjal, dan sanggup menimbulkan timbunan lemak di sekitar hati.

Sumber http://www.ilmudasar.com